Insight | General Knowledge

FIBA Asia: Kans Indonesia Masuk Piala Dunia

Kamis, 30 Jun 2022 12:00 WIB
FIBA Asia: Kans Indonesia Masuk Piala Dunia
Jakarta -

Kejuaraan tertinggi basket sedaratan Asia akan digelar di Istora Senayan, Jakarta pada 12-24 Juli mendatang. Berlaku sebagai tuan rumah, Timnas Basket Indonesia akan melakoni tantangan berat demi menembus papan atas basket di Benua Kuning dan juga kesempatan merebut satu tiket menuju piala dunia basket 2023.

Pada FIBA Asia Cup 2022 nanti, Indonesia tergabung di grup A bersama tiga negara lainnya, yakni tim raksasa Australia, Jordania dan Arab Saudi. Untuk bisa melenggang ke babak yang berikutnya, skuat Merah-Putih harus menjadi juara grup, atau setidaknya berada di posisi runner-up agar bisa lanjut memainkan play-off melawan posisi ketiga dan memperebutkan satu tempat di babak selanjutnya.

Timnas Indonesia sendiri mematok target tinggi di FIBA Asia pertengahan bulan depan, yakni setidaknya mencapai babak 8 besar. Hal ini menjadi semakin krusial, mengingat tim yang berada di babak 8 besar FIBA Asia turut berhak mendapatkan satu tiket di FIBA World Cup 2023 yang akan dihelat bersama-sama oleh Indonesia, Filipina dan Jepang.

.Timnas Basket Indonesia/ Foto: Antara Foto

Kans Merah-Putih Ke World Cup

Menjelang penampilan ke-18 Indonesia di FIBA Asia Cup, momentum Timnas Basket Indonesia sendiri sedang berada pada level yang baik. Salah satunya karena pencapaian bersejarah pada SEA Games 2021 lalu, di mana Indonesia berhasil menaklukan Filipina dan sukses membawa pulang medali emas basket SEA Games untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Bekal medali emas dari SEA Games lalu juga meningkatkan optimisme publik basket nasional soal prestasi yang bisa dicapai di masa mendatang. Seperti kesempatan yang ada di depan mata kita, yaitu menembus papan atas basket Asia dan menebus 1 tiket menuju Piala Dunia FIBA 2023. Target yang terbilang tinggi ini memang patut diperjuangkan, karena Indonesia memang berkesempatan memanfaatkan momen ini sebagai penyudah romantisme prestasi seadanya di masa lalu, di mana satu-satunya hal yang bisa kita banggakan adalah mencapai posisi ke-4 di FIBA Asia 1967 silam.

Meski demikian, harapan dan optimisme yang tinggi saja belumlah cukup membuat Merah-Putih berkibar di FIBA nanti. Sebab perjalanan Timnas Basket Indonesia diprediksi tidak akan mudah dan penuh rintangan. Pada laga perdana, Brandon Jawato cs harus melewati hadangan raksasa basket Australia. Meski tidak diunggulkan di atas kertas, tim Merah-Putih diharapkan dapat memberi perlawanan berarti dan bisa merepotkan Australia. Sedangkan pada dua laga sisa di kualifikasi grup A FIBA Asia nanti, Indonesia yang saat ini berada di peringkat 95 basket dunia harus melewati hadangan hidup atau mati dari duo Timur-Tengah, Jordania dan Arab Saudi yang memiliki kekuatan fisik di atas rata-rata.

Tiga laga tersebut akan menjadi penentu masa depan Basket Indonesia dalam waktu dekat. Pasalnya, apabila anak asuh Milos Pejic ini mampu melewatinya, Timnas Basket Indonesia akan kembali mengukir sejarah, yakni lolos ke Piala Dunia Basket FIBA untuk pertama kalinya sepanjang masa. Hal itu pun mungkin saja terjadi apabila Prastawa dkk, kembali tampil solid dan cemerlang, seperti saat berlaga di SEA Games Mei lalu.

.Timnas Basket Indonesia/ Foto: Antara Foto

Privilese Tuan Rumah dan Persiapan Matang

Perjalanan Basket Indonesia di FIBA nanti memang akan terbilang cukup menantang. Tetapi, skuat Merah-Putih tetap memiliki keunggulan dominan dan mendasar, yaitu tampil di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari publik tuan rumah. Keuntungan ini sepatutnya mengangkat moral tim Indonesia sehingga mampu tampil garang dan meraih hasil yang lebih maksimal.

Selain memanfaatkan keuntungan tuan rumah plus dukungan supporter militan, Timnas Basket Indonesia juga diharapkan bermain all-out pada FIBA nanti, mengingat tim ini memiliki potensi untuk bermain secara lebih matang dan sempurna. Apalagi Timnas telah melakukan serangkaian persiapan panjang, seperti melakukan lawatan ke Australia dan menguji kemampuan melawan 10 Tim NBL1 Australia, di mana Prastawa cs. meraih 7 kemenangan di antaranya.

Walaupun ukuran tersebut tidak dapat menjadi patokan secara mutlak, terlebih karena lawatan di Australia lalu hanya melawan tim kasta kedua negeri kangguru; spirit, kesolidan, dan chemistry tim Merah-Putih yang telah terbangun lama disebut tetap dapat menjadi pembeda pada FIBA nanti. Di samping itu, sebelum tampil gagah di FIBA Asia, Timnas juga berkesempatan menjejal Jordania dan Arab Saudi pada lanjutan FIBA World Cup Asian Qualifier Window 3 yang berlangsung di Jakarta, 1 dan 4 Juli 2022.

Berlaga di turnamen tertinggi dunia, yakni piala dunia FIBA rasanya hanyalah sebuah mimpi ketinggian yang sukar diwujudkan. Sebab jangankan untuk tampil dan bersaing di dunia, Basket kita juga kerap tidak berdaya di skala Asia Tenggara beberapa waktu silam. Namun begitu, kali ini situasi jauh berbeda. Kisah ajaib bak "Cinderella" mungkin saja terwujudkan bagi Indonesia, selagi bermain di piala dunia FIBA terbuka lebar. Bukan hanya itu, Indonesia pun memiliki keuntungan untuk melangkah lebih jauh karena kelak berstatus sebagai tuan rumah pada FIBA Asia dan FIBA World Cup 2023.

Andakara Prastawa, penggawa andalan Timnas Basket saat ini juga menuturkan harapannya perihal tampil di piala dunia. "Mungkin sejak dari main basket sedari kecil, main di piala dunia nggak kepikiran kali ya buat gue. Tapi sekarang kita punya kesempatan ini."

Kans Indonesia ke piala dunia 2023 memang terbilang realistis. Dengan segala keuntungan yang kita miliki, ditambah kesatuan tim yang solid dan materi pemain mumpuni, momen kali ini rasanya tepat dijadikan ajang pembuktian pada dunia, bahwa Basket Indonesia siap terbang tinggi dan menjadi tim yang disegani.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)