Insight | General Knowledge

Baru Dibuka, Tebet Eco Park Ditutup Kembali

Selasa, 21 Jun 2022 17:00 WIB
Baru Dibuka, Tebet Eco Park Ditutup Kembali
Foto: Detik Agung Pambhudy
Jakarta -

Setelah dibuka selama beberapa bulan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Tebet Eco Park. Penutupan dimulai sejak 15 Juni hingga akhir Juni 2022. Penutupan ini merupakan imbas dari membeludaknya pengunjung yang memadati Tebet Eco Park. Pemprov DKI Jakarta mencatat, pengunjung taman ini mencapai 60 ribu orang   enam kali lipat lebih banyak dari kapasitas Tebet Eco Park yang hanya bisa menampung 10 ribu orang.

Sejak dibuka pada bulan April, Tebet Eco Park memang selalu dipadati pengunjung. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Ruang Terbuka Hijau yang luas dan dilengkapi dengan kids playground ini memang disambut antusias baik oleh warga sekitar maupun warga dari luar Jakarta. Akan tetapi, jumlah pengunjung yang membeludak membuat situasi di Tebet Eco Park dan sekitarnya menjadi tidak kondusif dan kacau.

Kekacauan yang terjadi di Tebet Eco Park menjadi perbincangan warganet setelah personil band Seringai, Arian Arifin, mengunggah keluhan dari warga Tebet di akun Twitter-nya. Beberapa keluhan yang muncul adalah pengunjung yang membuang sampah sembarangan, banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memadati jalan, serta keberadaan parkir liar yang membuat kemacetan di area sekitar. Kondisi ini pun mengganggu warga yang tinggal di sekitar area taman.

Lokasi Tebet Eco Park memang berada di antara pemukiman warga. Sebelum direnovasi, taman yang dulunya bernama Taman Honda ini kerap digunakan oleh warga sekitar untuk berolahraga. Namun akibat kemacetan dan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan, kini banyak warga sekitar yang enggan untuk mengunjungi taman ini karena kondisinya yang ramai dan chaos.

Ketidaknyamanan di atas tidak hanya dialami oleh warga sekitar, tapi juga oleh pengunjung taman. Banyak keluarga membawa anak-anaknya ke taman ini dengan harapan menikmati udara segar dan fasilitas yang disediakan. Namun akibat kekacauan yang terjadi, mereka tidak bisa menikmati taman ini dengan leluasa. Selain itu, banyak juga pengunjung yang kebingungan untuk mencari tempat parkir. Meskipun kantong parkir telah tersedia, tapi jumlahnya tak cukup untuk mengakomodasi pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi.

Selama ditutup, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penataan ulang dan membenahi fasilitas yang ada. Untuk menertibkan parkir liar dan PKL yang memadati jalan, akan dilakukan penataan area parkir dan area UMKM. Selain itu, wilayah sekitar Tebet Eco Park juga direncanakan menjadi Zona Emisi Rendah. Sehingga pada akhir pekan, seluruh kendaraan bermotor akan dibatasi masuk kecuali bagi warga yang tinggal di sekitar area taman.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)