Insight | General Knowledge

(Lagi) Merah-Putih Terancam Tak Berkibar di Event Olahraga

Jumat, 17 Jun 2022 16:00 WIB
(Lagi) Merah-Putih Terancam Tak Berkibar di Event Olahraga
Bendera Indonesia di laga olahraga Foto: GNFI
Jakarta -

Indonesia kembali terancam sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Hal ini bisa terjadi menyusul Corrective Action Report atau Laporan Tindakan Korektif yang dikirimkan WADA kepada Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) pada Mei 2022 lalu. Apabila teguran ini tidak segera direspons dengan baik, maka bendera Merah Putih kembali terancam dilarang berkibar pada keikutsertaan Indonesia ajang olahraga internasional mendatang.

Teguran tersebut dijelaskan oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari melalui rilis resmi NOC Indonesia (07/05/2022). "Saat ini, Merah Putih terancam tak bisa berkibar lagi. Jika masalah ini tidak bisa diselesaikan sebelum 23 Juni, Indonesia terancam sanksi dan tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih lagi," kata Okto.

Sebelumnya, Indonesia sendiri sempat dikenakan sanksi serupa oleh WADA pada September 2021 lalu karena tidak memenuhi rencana jumlah tes doping tahunan. Oleh karenanya, Indonesia dijatuhkan sanksi kode etik yang berakibat pada pelarangan pengibaran bendera negara di single event atau multi event internasional.

.Ilustrasi bendera Indonesia/ Foto: Pexels

Salah satu imbas sanksi WADA yang paling menyakitkan adalah ketika Tim Bulutangkis Indonesia harus merayakan kemenangan di Piala Thomas, tanpa ditemani bendera Merah Putih pada podium tertinggi. Padahal, momen tersebut menjadi suatu momentum tersendiri bagi Tim Thomas Indonesia, yang akhirnya bisa kembali menunjukkan taring mereka di pentas bulutangkis dunia.

Untuk itu, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, Okto memperingatkan IADO untuk segera mengatasi permasalahan ini bersama pihak-pihak terkait lainnya dengan baik. "Saya sebagai Ketua NOC Indonesia dan juga mantan Ketua Gugus Tugas Pembebasan Sanksi WADA mengimbau keras kepada IADO untuk bisa lebih intensif berkomunikasi, baik dengan Kemenpora dan lainnya agar situasi kritikal ini dapat teratasi," jelasnya.

Apabila permasalahan doping tersebut tidak ditanggulangi dengan segera, tentunya hal ini akan sangat merugikan terutama bagi para atlet yang berjuang mengharumkan nama bangsa. Apalagi, dalam waktu dekat, sejumlah cabang olahraga andalan Indonesia akan berpartisipasi di ajang-ajang besar. Mulai dari Asian Games China (2023), keikutsertaan Timnas Sepak Bola Indonesia di Piala Asia 2023, hingga penampilan Timnas Basket di FIBA Asia, yang akan digelar di Jakarta bulan Juli nanti.

Selain itu, persoalan doping dari WADA ini juga mengancam beberapa event olahraga internasional yang rencananya akan digelar di Indonesia. Misalnya, FIBA Asia bulan Juli nanti, ajang World Superbike pada akhir tahun 2022, hingga World Beach Games di pertengahan 2023 mendatang.

Semoga permasalahan ini dapat diatasi dengan baik oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab, terutama oleh IADO sebagai badan anti-doping nasional. Sehingga ke depannya, permasalahan semacam ini tidak lagi mengganggu prestasi para atlet yang telah berjuang keras untuk mengharumkan nama Indonesia.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)