Insight | General Knowledge

Perjalanan Kasus Johnny Depp dan Amber Heard

Kamis, 28 Apr 2022 11:46 WIB
Perjalanan Kasus Johnny Depp dan Amber Heard
Jakarta -

Aktor Hollywood ternama Johnny Depp menggugat mantan istrinya, Amber Heard, atas dugaan kasus pencemaran nama baik. Gugatan yang diajukan pada tahun 2019 ini telah memulai babak persidangan mulai 11 April 2022 lalu. Gugatan ini adalah buntut dari tuduhan Amber Heard kepada Johnny Depp yang mengatakan Johnny merupakan pelaku kekerasan domestik dalam hubungan mereka. Tuduhan ini menyeruak ke permukaan setelah Amber menuliskan sebuah artikel di Washington Post pada Desember 2018 yang menyatakan bahwa dirinya merupakan korban dari kekerasan domestik.

Isu adanya kekerasan domestik memang telah menyelubungi pasangan ini sejak mereka bercerai di tahun 2017. Efek dari tuduhan Amber Heard begitu besar, apalagi ia merupakan salah satu figur publik yang vokal dalam menyuarakan Me Too. Selain mendapat kecaman publik, Johnny juga harus merugi karena kontraknya dengan Disney diputus. Dalam persidangan yang masih berlanjut ini, terjadi adu klaim dari kedua kubu terkait siapa yang sebenarnya melakukan kekerasan. Lantas, apa saja yang sudah terungkap di persidangan?

Kesaksian pertama datang dari Kakak Johnny Depp sekaligus manajernya, Christi Dembrowski. Ia membantah bahwa Johnny adalah pribadi yang kasar, sebab Johnny sendiri merupakan korban kekerasan domestik dari ibu mereka dan mengklaim bahwa Johnny bersumpah tak akan pernah berbuat kekerasan. Ia juga mengatakan ia tak percaya bahwa Johnny memiliki ketergantungan alkohol dan dan obat-obatan. Akan tetapi, di persidangan terdapat bukti pesan teks dari Christi di mana ia menuliskan, "Saya amat menyayangi Johnny, tapi dia butuh bantuan," yang dapat mengindikasikan ketergantungan obat yang dimiliki Johnny.

Kesaksian selanjutnya datang dari konselor perkawinan Johnny Depp dan Amber Heard yang pernah menangani mereka selama empat sesi. Berdasarkan sesi-sesi itu, ia mengatakan bahwa keduanya saling melakukan kekerasan terhadap satu sama lain. Ia juga mengatakan bahwa Amber kerap menjadi pihak yang memicu konflik atau memprovokasi perkelahian. Sementara itu, Johnny seringkali mencoba untuk meredakan pertengkaran. Namun ia juga berpendapat bahwa Johnny mungkin sesekali menjadi pihak yang menginisiasi pertengkaran.

Sementara itu, kesaksian terbaru datang dari dokter dan suster pribadi Johnny Depp, dr. David Kipper dan Debbie Lloyd. Mereka bersaksi mengenai kejadian di tahun 2015 ketika Johnny kehilangan salah satu jarinya. Pada waktu kejadian, Johnny mengatakan kepada Kipper dan Lloyd bahwa jarinya terpotong karena kesalahannya sendiri. Namun di persidangan, terungkap bahwa insiden itu terjadi karena Amber melemparkan botol vodka ke arah Johnny hingga membuat jarinya terpotong.

Salah satu bukti persidangan yang juga cukup mengejutkan adalah rekaman audio yang memuat percakapan antara Amber Heard dengan Johnny Depp. Di dalam rekaman tersebut, Amber mengatakan, "Tell the world, Johnny, tell them, Johnny Depp, I, Johnny Depp, a man, I'm a victim too of domestic violence, see how many people believe or side with you." Rekaman ini memantik kemarahan dari publik, banyak yang menilai Amber menantang Johnny bahwa dirinya, seorang laki-laki, tidak akan dipercaya apabila ia mengaku sebagai korban kekerasan domestik. Ironisnya, sebelum persidangan ini dimulai, Johnny memang sudah terlanjur dicap sebagai pelaku kekerasan. Padahal, kekerasan yang terjadi dalam hubungannya dengan Amber Heard diduga kuat terjadi secara dua arah.

Meski ada banyak fakta baru yang terungkap, harus diingat bahwa persidangan ini masih berlanjut. Terutama, sejauh ini kesaksian baru diberikan dari kubu Johnny dan kita masih belum mendengar kesaksian dari kubu Amber. Selama kedua pihak belum menyampaikan semua kesaksiannya, belum ada kesimpulan yang bisa diambil. Siapakah yang akan menang dalam kasus ini, mari kita tunggu bersama-sama kelanjutan dari kasusnya.

[Gambas:Audio CXO]



(ANL/DIR)