Insight | General Knowledge

5 Buku yang akan Membuat Ramadanmu Semakin Menakjubkan!

Senin, 11 Apr 2022 14:00 WIB
5 Buku yang akan Membuat Ramadanmu Semakin Menakjubkan!
Jakarta -

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan kebaikan. Allah SWT bahkan menjanjikan, bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan ini, akan mendapat balasan kebaikan yang berlipat ganda. Ada banyak kegiatan yang bisa kita lakukan di bulan ini. Mulai dari memperbanyak Ibadah yang sesuai syariat agama dan juga sunah-sunah Nabi Muhammad SAW, hingga terus memperkaya diri dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Salah satunya dengan banyak membaca, terutama, membaca buku-buku yang akan meningkatkan kualitas iman kita kepada-Nya.

Sebaik-baiknya buku untuk dibaca adalah Al-Quran. Yang juga menjadi pedoman kita sebagai umat muslim, dalam mengarungi kehidupan dunia yang fana. Selain terus membaca dan mengkaji sang ummul kitab atau Al-Quran, kita juga bisa mengisi waktu luang di bulan Ramadan, dengan mencerna sudut pandang menarik dalam beribadah dan berkehidupan, lewat buku-buku menarik yang mengulas seputar kualitas keimanan. Berikut, adalah 5 buku yang bisa kita pelajari bersama, yang rasanya sangat tepat untuk dicerna di antara khusyuknya Bulan Ramadan!

Tuhan Maha Asyik - Sujiwo Tejo & Alm M. Nursamad Kamba

.Tuhan Maha Asyik/ Foto: Good Reads



'Sang Presiden Jancukers' berkolaborasi dengan Alm. Buya MN Kamba pada dwilogi Tuhan Maha Asyik. Di dalamnya, kita tidak akan menemukan pencerahan yang sulit dicerna perihal hubungan transendental antara manusia dan Sang Pencipta. Sebaliknya, kita akan betah berlama-lama mencerna pelajaran mendalam mengenai kehidupan, yang dituangkan Mbah Tejo dan Alm. Buya Kamba secara ringan dan gamblang.

Buku ini mengisahkan sederet pengalaman delapan sekawan: Buchori, Kapitayan, Parwati, Christine, Samin, Dharma, dan Pangestu, yang saling mengkaji hal-hal di sekitar mereka. Tanpa kita sadari, banyak pelajaran yang justru dialami oleh kedelapan bocah di dalam buku ini, yang mana menunjukan keagungan Tuhan sesungguhnya. Pada setiap keberlanjutan kisah delapan sekawan tersebut, terselip jutaan pesan yang menohok hati dan kesombongan kita, perihal kebesaran Tuhan yang nyatanya terlampau Asyik dan gagal untuk kita sadari bersama.

Tuhan Ada Di Hatimu - Habib Ja'far Husein Al Haddar

.Tuhan Ada Di Hatimu/ Foto: Good Reads



Buku yang satu ini, adalah karya pendakwah Milenial yang saat ini banyak melintas di media sosial. Habib Ja'far Husein, melalui bukunya, Tuhan Ada Di Hatimu, mengajak kita menikmati kasih Tuhan yang sejatinya penuh dengan cinta dan keindahan. Salah satu kutipan paling monumental yang bisa kita temui di buku ini berbunyi, "Tidak di Ka'bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan, Tuhan Ada di Hatimu," begitu tulis Habib Ja'far.

Lewat buku ini, sang Habib Milenial mengajak kita untuk merefleksikan perihal nilai-nilai ketuhanan dan bagaimana seyogyanya kita memandang cara beribadah kepada Tuhan dan antarsesama. Terutama, dalam memandang Islam secara damai dan penuh kasih sayang, sebab Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin.

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi - Joko Pinurbo

.Selamat Menunaikan Ibadah Puisi/ Foto: Good Reads



Joko Pinurbo adalah seorang penyair yang pandai mempermainkan perasaan lewat keahliannya sekaligus mengutak-atik perkataan. Lewat buku yang menghimpun puisi pilihan berjudul Selamat Menunaikan Ibadah Puisi, Jokpin mengajak kita untuk serius sambil bersantai.

Frasa dan diksi khas yang cerdik ala Jokpin tentu menjadi kekuatan buku ini. Selain itu, kita bisa menemukan nilai spiritual yang tidak terhingga di antara ritual puisi yang dirangkai indah oleh penyair yang bermukim di Jogja ini. Favorit saya adalah Di Atas Meja (1990). Jokpin bersabda:

"Di atas meja kecil ini
masih tercium harum darahmu
di halaman-halaman buku

Sabda sudah menjadi saya.
Saya akan dipecah-pecah
menjadi ribuan kata dan suara."

Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya: Kisah Sufi dari Madura - Alm. Rusdi Mathari

.Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya/ Foto: Good Reads


Buku berikut ini, merupakan kumpulan tulisan berkesinambungan yang ditulis Alm. Cak Rusdi di situs Mojok.co selama dua tahun. Pada masanya, kisah seorang sufi dari Madura bernama Cak Dlahom ini, sangat digandrungi para pembaca setiap Ramadan tiba.

Di dalamnya, kita akan menemukan serunutan kelakuan nyentrik dari Cak Dlahom, yang kerap kali menggegerkan kampung tempat dirinya tinggal. Bersama kekonyolan yang berhasil menyunggingkan senyum di muka, aksi Cak Dlahom dalam Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, secara ironis mampu membuat kita menertawakan kebodohan yang selama ini kita pelihara.

Walaupun ceritanya terkesan ringan dan penuh canda tawa, agaknya, buku ini layak menjadi teman kita dalam mengarungi indahnya Ramadan, sekaligus membantu kita memikirkan ulang segala kesoktahuan kita terhadap Tuhan. Terutama, mengenai cara pandang kita yang terkadang berlebihan, setiap kedatangan tamu suci bernama Bulan Ramadan.

Tuhan Tidak Perlu Dibela - Alm. K.H Abdurrahman Wahid

.Tuhan Tidak Perlu Dibela/ Foto: Good Reads


Buku terakhir yang layak dipertimbangkan sebagai teman kita dalam mengarungi Ramadan, hadir lewat goresan pena sang 'Bapak Toleransi'. Seperti yang kita ketahui, sosok dan kelakuan santai seorang Alm. Gus Dur memang sangat membekas di ingatan. Cara pandangnya dalam berkehidupan, bisa dipastikan jauh melebihi kapasitas kita sebagai manusia biasa.

Dalam Tuhan Tidak Perlu Dibela, kita akan menemukan sekumpulan tulisan Alm. Gus Dur, yang sempat diterbitkan pada kolom-kolom majalah kenamaan pada periode 70 hingga 80an. Buku ini terbagi atas tiga bagian: Refleksi Kritis Pemikiran Islam; Intensitas Kebangsaan dan Kebudayaan; dan Demokrasi, Ideologi, dan Politik: Pengalaman Luar Negeri. Meskipun terkesan berat dan serius, rumusan paradoks ala Gus Dur, dapat kita cerna dengan menyenangkan pada buku Tuhan Tidak Perlu Dibela.

***

Itulah, 5 buku menakjubkan menurut CXO Media, yang bisa kamu nikmati sebagai teman bermanfaat di Bulan Ramadan yang penuh berkah. Kira-kira, buku mana, nih, yang mau kamu rampungkan lebih dulu?

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)