Insight | Business & Career

Yvon Chouinard Hibahkan Seluruh Laba Patagonia Demi Selamatkan Bumi

Jumat, 16 Sep 2022 20:00 WIB
Yvon Chouinard Hibahkan Seluruh Laba Patagonia Demi Selamatkan Bumi
Foto: Patagonia
Jakarta -

Patagonia adalah sebuah brand fesyen yang didirikan oleh Yvon Chouinard pada tahun 1973 silam. Sejak saat itu, Patagonia merangsek menjadi jenama fesyen unggulan, berkat kualitas produk kelas wahid mereka, serta komitmen teguh Yvon dalam mengedepankan aspek-aspek keberlanjutan di jejaring bisnis Patagonia.

Di masa ini, Patagonia merupakan salah satu jenama gorpcore paling sukses di Bumi. Setelah hampir 50 tahun berdiri, Patagonia ditaksir bernilai sebesar USD 3 miliar atau sekitar Rp 44,7 triliun. Walau demikian, Yvon yang berlatar sebagai pegiat alam, justru melepas seluruh kepemilikan sahamnya di Patagonia, dan menyerahkan sepenuhnya laba kepada organisasi nirlaba, Patagonia Purpose Trust dan Holdfast Collective per Rabu (13/9) kemarin.

Yvon menuliskan secara gamblang di laman utama Patagonia, bahwa: "Earth is now our only shareholder." Atau dengan kata lain, Yvon Chouinard dan keluarganya tidak akan lagi mengambil laba dari Patagonia, namun menyumbangkan sepenuhnya kepada upaya perbaikan bumi. Keputusan ini adalah bukti totalitas Chouinard Family dan Patagonia, dalam mengupayakan keselamatan Bumi yang semakin hari semakin gawat.

[Gambas:Instagram]

Langkah tersebut merupakan puncak komitmen Patagonia sejak awal didirikan. Yang mana, perusahaan ini mengambil peran sebagai game changer pada sistem bisnis besar yang kebanyakan merugikan bumi. Di masa mendatang, Patagonia diperkirakan akan menghasilkan dan menyumbang sekitar USD 100 juta per tahun. Nominal fantastis tersebut mengikuti skema filantropi yang ditetapkan jenama outdoor lifestyle itu, sebagai sumbangsih mereka terhadap Ibu Bumi.

Secara konsisten, Patagonia terus mengedepankan aspek keberlanjutan dalam jejaring bisnis mereka. Seperti, hanya menggunakan bahan ramah lingkungan pada produk dan proses produksi; tidak pernah menggunakan bangunan baru sebagai toko; mematenkan sistem sirkulasi udara untuk mereduksi pemakaian AC, hingga memberi tunjangan kepada pegawai yang berhenti pergi bekerja menggunakan kendaraan pribadi.

Sementara itu, nama Patagonia dipilih Yvon berdasarkan bentang alam favoritnya, yang terletak di Amerika Selatan. Sepanjang kiprahnya, Patagonia dikenal sebagai perusahaan aktivis, di mana banyak sekali terobosan progresif yang mereka cetuskan    baik dari segi lingkungan, sosial, hingga ekonomi.

Di lain sisi, sosok Yvon Chouinard sendiri pernah masuk ke dalam daftar miliuner versi Forbes, dengan kekayaan bersih senilai USD 1 miliar. Uniknya, melalui Patagonia, Yvon justru mendorong para pelanggannya untuk tidak membeli terlalu banyak produk, mengirim produk yang rusak untuk diperbaiki, hingga mendonasikan outerwear Patagonia yang tidak lagi digunakan.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)