Insight | Business & Career

Jual-beli Jasa Screenshot: Puncak Glorifikasi iPhone yang Mengkhawatirkan

Jumat, 26 Aug 2022 17:00 WIB
Jual-beli Jasa Screenshot: Puncak Glorifikasi iPhone yang Mengkhawatirkan
Ilustrasi screenshot iPhone Foto: iStock
Jakarta -

Belum lama ini, muncul tren dagangan baru yang sempat meramaikan jagat media sosial, baik di TikTok maupun Twitter, yang juga menuai keheranan para netizen. Memang, seiring berkembangnya dunia teknologi, tidak heran apabila banyak oknum yang mendapatkan kemudahan dalam prospek bisnisnya. Namun, tidak terbayangkan bukan, jika kini masyarakat tengah gencar menjual jasa screenshot iPhone? Faktanya, hal ini memang benar adanya dan peminatnya pun tidak sedikit.

Teknik penjualan jasa ini memang dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau, karena target pasarnya memang untuk pelajar dan anak-anak muda yang aktif di media sosial. Jadi, cara kerja dari bisnis ini adalah sang penyedia jasa akan screenshot suatu halaman layar baik itu Twitter, Instagram, hingga Notes khusus iOS yang diminta oleh pembeli dan pembayaran akan disesuaikan dengan harga yang sudah ditentukan. Bahkan, pelanggan juga bisa memberikan akses akun sosial medianya kepada si penyedia jasa untuk mendapatkan hasil screenshot sebuah private message.

.Ilustrasi screenshot iPhone/ Foto: Pexels

Namun, tidak hanya screenshot saja yang bisa diberikan oleh para penyedia jasa. Beberapa dari mereka juga menawarkan jasa untuk membuat Tweet via iPhone, membuat Instagram Story dan repost Instagram Story dengan iPhone. Bahkan, demi mendapatkan kesan seakan-akan memiliki iPhone pribadi, ada pula oknum yang menjual berbagai jenis photo dump dengan resolusi iPhone. Photo dump itu sendiri menurut Manager Strategis di Instagram UK, Georgia Kelly, photo dump adalah kumpulan beberapa foto yang berkaitan dengan keseharian mereka. Jadi, secara kasar penjelasan mengenai keseluruhan bisnis ini dapat dikatakan sebagai bisnis iPhone.

Walaupun terdengar aneh, namun perihal Instagram story, mungkin bisa dimaklumi karena mengunggah video atau foto di Instagram dengan produk iPhone memang akan menghasilkan kualitas yang lebih optimal apabila dibandingkan dengan hasil yang diberikan oleh ponsel Android. Hal ini dikarenakan algoritma platform Instagram yang memang lebih optimal apabila digunakan dengan produk Apple.

.Ilustrasi screenshot iPhone/ Foto: Pexels

Meskipun demikian, hal yang membuat kita mengerutkan dahi keheranan adalah fakta bahwa banyak orang yang rela memberikan email pribadi dan password-nya untuk si penyedia jasa akses dan mendapatkan screenshot yang diminta atau hanya sekedar membuat posting cuitan di Twitter demi menahan gengsi dan dianggap sebagai iPhone user oleh para pengikutnya. Secara simpelnya, hal seputar jual-beli jasa aktivitas iPhone ini seharusnya tidak dilanjutkan demi menghentikan glorifikasi iPhone yang menurunkan kepercayaan diri segelintir orang yang tidak memiliki privilese untuk memilikinya.

Terlebih lagi dalam hal keamanan, orang-orang seharusnya lebih khawatir dengan akses data pribadi yang diberikan secara cuma-cuma kepada para penyedia jasa hanya untuk update status dengan label iPhone. Transaksi bisnis ini jelas sangat rentan untuk disalahgunakan, di mana bisa saja akses yang diberikan bisa dengan mudah diretas dan data pribadi, mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, email pribadi, nomor telepon, dan yang lainnya.

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/DIR)