Insight | Business & Career

Busting Myths: Minum Air Dingin Saat Haid Berisiko Kista

Minggu, 21 Aug 2022 18:00 WIB
Busting Myths: Minum Air Dingin Saat Haid Berisiko Kista
Jakarta -

Ketika perempuan sedang datang bulan atau menstruasi, orang tua zaman dulu sering memberikan petuah untuk menghindari makanan atau minuman tertentu. Hal itu dikarenakan orang dulu percaya bahwa makanan atau minuman tertentu dapat menimbulkan penyakit bagi perempuan yang sedang mengalami menstruasi. Misalnya saat kita dilarang untuk minum air dingin saat haid.

Ada mitos yang beredar dan masih diyakini oleh sebagian besar orang bahwa air dingin adalah pembawa penyakit bagi perempuan yang sedang menstruasi. Salah satu penyakit yang rentan diidap adalah kista pada rahim. Tapi, benarkah demikian?

Dr. Khanisyah Erza Gumilar, SpOG dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya menjelaskan hal tersebut hanyalah mitos belaka. Sebab kista dan kanker rahim merupakan pertumbuhan yang tidak normal, bukan karena konsumsi minuman tertentu saat haid. "Kalau misalnya terbentuk kantong berisi cairan itu namanya kista. Sedangkan, kalau membesar dan padat itu namanya tumor dan itu tidak ada hubungannya dengan minum air dingin," kata dr. Erza dikutip detikHealth.

Ia menambahkan, kista bisa terjadi pada seseorang karena faktor genetik. Tapi ada juga pengaruh gaya hidup yang tidak sehat, seperti jarang olahraga, merokok, dan mengonsumsi alkohol yang melemahkan daya tahan tubuh terhadap penyakit tersebut. Selain itu, saluran pencernaan dan saluran reproduksi seseorang juga berbeda, sehingga apa pun yang dikonsumsi tidak berpengaruh terhadap darah haid yang ada di dinding rahim.

Jadi, tidak masalah bila kamu minum air dingin saat menstruasi, justru hal itu bisa mencegahmu dari dehidrasi. Minum air putih juga bisa membantu meringankan gejala menstruasi seperti kram perut, perut kembung, dan sakit punggung.

Efek Minum Air Terlalu Dingin

Sebuah studi pada 2013 menjelaskan tentang efek minum air dengan suhu berbeda pada enam orang yang mengalami dehidrasi ringan, di ruang yang panas dan lembab. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa mengubah suhu air bisa memengaruhi respons para peserta dan seberapa banyak air yang mereka minum.

Suhu air optimal dalam penelitian ini adalah 16 derajat celsius yang merupakan suhu air dingin, karena peserta minum lebih banyak air dan lebih sedikit berkeringat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa air minum pada suhu tidak kurang dari 16 derajat celsius mungkin adalah suhu terbaik untuk dehidrasi pada atlet setelah mereka berolahraga.

Namun, bila air tersebut berada di bawah 16 derajat celsius, kemungkinan air dingin bisa berefek buruk bagi kesehatan seseorang. Dr. Zaidul Akbar, mengutip detikFood, mengatakan untuk tidak mengonsumsi air es karena mengancam kesehatan ginjal. Selain itu, air dingin dapat memperburuk keadaan orang yang mengidap akalasia.

Akalasia adalah kondisi langka yang menyebabkan seseorang sulit menelan makanan dan minuman. Ketika pengidap akalasia minum air dingin, mereka akan lebih sulit menelan. Sementara ketika mereka minum air hangat, akan membantu menenangkan dan mengendurkan pipa makanan sehingga makanan dan minuman mudah ditelan.

Meskipun air dingin sangat menenangkan tenggorokan dan tubuh setelah seharian berpanas-panasan dan tidak ada pengaruhnya dengan siklus menstruasimu, meminum air dingin terlalu sering juga bisa menimbulkan penyakit lainnya dan menurunkan imun tubuhmu. Jadi, batasi konsumsi air dinginmu ya.

[Gambas:Audio CXO]



(DIR/HAL)