Insight | Business & Career

Mengenal "Sophomore Slump" Di Dunia Kerja

Kamis, 21 Apr 2022 16:00 WIB
Mengenal
Foto: Energepiccom/Pexels
Jakarta -

Mengawali segala sesuatu di tahun pertama biasanya menjadi fase yang baru dan seru--entah itu awal dari hubungan baru, tahun pertama kuliah, ataupun memulai pekerjaan baru. Namun, sering kali ketika memasuki tahun kedua, rutinitas akan berulang dan banyak hal mulai tidak terlalu menarik lagi. Ini dikenal sebagai "sophomore slump" atau bisa diartikan sebagai kemerosotan di tahun kedua. Seorang mahasiswa tahun kedua di perguruan tinggi biasa disebut sophomore, sebuah istilah yang digunakan dan populer di Amerika Serikat. Istilah kemerosotan di tahun kedua ini mengacu pada penurunan moral yang signifikan yang dirasakan banyak mahasiswa tahun kedua setelah semangat awal kuliah digantikan oleh kenyataan akan pelajaran-pelajaran kuliah yang lebih menantang.

Tidak hanya di bangku kuliah, fase ini juga sering kali terjadi di dunia kerja. Di tahun pertama, biasanya karyawan yang baru bergabung dalam sebuah perusahaan akan lebih aktif, termotivasi, dan cekatan. Hal ini ditunjukkan salah satunya dengan aktif bertanya dan antusias untuk mempelajari lebih lanjut tentang peran mereka di pekerjaan. Masuk ke tahun kedua, dinamikanya pun berubah. Semangat yang ada di tahun pertama itu berangsur-angsur menghilang. Akibatnya banyak karyawan menjadi kurang kompetitif dan berkontribusi. Seiring motivasi yang menurun, pengaruhnya dapat dilihat pada penurunan produktivitas dan kepercayaan diri karyawan.

Jika kita saat ini merasa terjebak dalam fase sophomore slumps, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya.

  1. Ajukan pertanyaan ke manajer atau atasan di perusahaan kita akan apa yang mereka butuhkan dari kita untuk terus memberikan performa yang baik setelah tahun pertama.
  2. Minta bantuan tim Human Resources Department (HRD) untuk memastikan perbedaan antara apa yang diinginkan dan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk kita bisa berhasil.
  3. Tanyakan kesempatan yang dapat diberikan oleh perusahaan untuk meningkatkan kapasitas diri kita, seperti menghadiri workshop yang berhubungan dengan pekerjaan maupun pengembangan diri, rekomendasi buku yang bisa dibaca, atau bertemu dengan orang-orang di perusahaan kita maupun di industri yang sama untuk berbagi pengalaman.
  4. Konsultasi dengan karyawan yang lebih senior dan berpengalaman untuk sama-sama belajar menjaga motivasi kerja. Dengan terhubung dengan orang lain, kita dapat keluar dari fase sophomore slumps ini.
  5. Apresiasi dan merayakan keberhasilan dalam pekerjaan untuk membantu kita tetap percaya diri dan positif selama bekerja.

    [Gambas:Audio CXO]



(SAS/HAL)