Insight | Business & Career

Antiwork, Pergerakan yang Kembali Populer

Selasa, 15 Mar 2022 18:00 WIB
Antiwork, Pergerakan yang Kembali Populer
Jakarta -

Pada tahun 2020, pandemi covid-19 banyak membuat orang-orang kembali mengevaluasi pekerjaan mereka. Akibatnya, pergerakan antiwork mulai populer pada saat itu. Pergerakan ini pertama kali muncul dari diskusi di forum Reddit di tahun 2013, di mana para penggunanya mulai berdiskusi berbagai cara supaya perusahaan-perusahaan mengurangi waktu bekerja. Tidak hanya banyak orang yang mengundurkan diri dari pekerjaannya karena pergerakan ini, tetapi keinginan untuk adanya perubahan pada sistem manajemen perusahaan yang menguntungkan bagi karyawan seperti lebih banyak gaji, benefit, ataupun fasilitas.

Antiwork sendiri memiliki ideologi di mana seseorang berhenti bekerja atau bekerja sesedikit mungkin, dan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Bahkan pada beberapa kasus, orang-orang mengajak untuk mengundurkan diri dari perusahaan dengan berbagai macam alasan seperti tidak cocok dengan atasan, dengan pekerjaan itu sendiri, lingkungan kerja, atau manajemen perusahaan. Salah satu contoh antiwork yang sederhana yaitu seseorang yang sudah menyelesaikan pekerjaannya pada hari itu diperbolehkan untuk pulang meskipun masih pada waktu kerja.

Salah satu fondasi ideologi antiwork ini adalah kondisi dan lingkungan tempat seseorang bekerja yang terkadang eksploitatif dan selalu merendahkan harga diri dan kesehatan mental karyawannya. Harga diri seseorang seharusnya tidak berdasarkan pekerjaan atau produktivitas mereka dalam dunia kerja, karena terkadang dinamika ketenagakerjaan pada dasarnya tidak adil sehingga pada akhirnya menyebabkan semua pekerjaan yang dilakukan tidak ada artinya. Ideologi ini muncul dengan kepercayaan bahwa SDM ada di bawah naungan sistem kapitalis dan industri yang seharusnya dihilangkan karena terlalu mengeksploitasi karyawannya. Selalu di bawah tekanan untuk bekerja dan terkadang di luar dari tugas mereka atau bahkan hal-hal yang di luar lingkup pekerjaan sekalipun.

Namun, di balik itu semua, tujuan awal dari antiwork adalah mengenalkan kepada masyarakat bahwa mereka memiliki prioritas yang salah sejak dahulu kala. Kita dilahirkan dan dibesarkan dengan pola pikir bahwa bekerja keras dan memiliki usaha yang sukses merupakan tujuan pertama. Memuji orang-orang yang bekerja keras dan mendedikasikan dirinya untuk bekerja dianggap lebih baik dibanding orang-orang yang mendedikasikan dirinya untuk keluarga, hobi, atau kebahagiaan. Secara garis besar, antiwork dibentuk dengan tujuan bahwa adanya kehidupan lain selain bekerja saja.

Walaupun ideologi ini dianggap baik dan sangat menguntungkan, tapi apakah bisa diterapkan di sistem perusahaan? Apalagi banyak perusahaan yang masih tidak fleksibel dengan ide-ide baru atau konsep yang berbeda dari cara-cara tradisional yang dimiliki. Penerapan antiwork itu sendiri berkemungkinan kecil untuk terealisasikan, karena tidak mungkin seseorang tidak mematuhi peraturan perusahaan dan tidak membuat pelanggaran untuk tetap berada dalam perusahaan tersebut. Apalagi mengundurkan diri dari tempat kita bekerja memerlukan berbagai rencana ke depannya, salah satunya rencana finansial seperti bagaimana tetap bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga.

Terlepas dari itu semua, forum antiwork itu sendiri menjadi sebuah tempat di mana banyak orang bisa mengeluarkan keluh kesahnya tentang berbagai faktor di kantor atau tempat kerja. Mendapatkan dukungan dari orang-orang yang tidak kita kenal tetapi bisa mengerti situasi satu sama lain sehingga menjadikan orang-orang yang terlibat dalam forum pun merasa dipedulikan dan didengar.

[Gambas:Audio CXO]



(DIG/HAL)