Interest | Art & Culture

Review Not Friends: Rayakan Orang Di Sekitarmu Sebelum Terlambat

Senin, 29 Jan 2024 14:58 WIB
Review Not Friends: Rayakan Orang Di Sekitarmu Sebelum Terlambat
Jakarta -

Semakin ke sini, pasar bioskop Indonesia mendapatkan asupan sinema penuh gizi dari berbagai negara-di luar industri Hollywood yang akhir-akhir ini terasa membosankan. Kita sudah tidak lagi perlu memperhatikan berapa banyak jumlah layar yang menayangkan film non-Hollywood, siapa bintang yang tampil di sana, atau bahkan jumlah penjualan tiket yang tak jarang memang tidak sebanding dengan kualitasnya. Sekarang saatnya kita lebih sering memberikan apresiasi terhadap film non-Hollywood, salah satunya adalah Not Friends yang disutradarai oleh Atta Hemwadee.

Film asal Thailand ini mengangkat genre coming-of-age dengan unsur drama komedi yang cukup kuat, namun meninggalkan kesan harus yang tidak kalah mendalam. Kisahnya sederhana tanpa ada keharusan kita untuk berpikir secara rumit. Dengan kesan ala popcorn movie, ternyata Not Friends tidak sesederhana yang dipikirkan. Ada nilai berharga yang bisa kita ambil dari film ini.

Review Not Friends

Judul yang dipilih Atta untuk karya terbarunya sudah membuat kita bertanya-tanya. "Kenapa Not Friends?" Pertanyaan itu pun mulai terjawab saat 20 menit film ini berjalan. Menggunakan setting ironis dari kematian mendadak seorang anak SMA bernama Joe, teman-temannya menunjukkan rasa berkabung yang hanya sebentar, hingga terlupakan dan terpinggirkan.

Hal ini membuat Pae yang merupakan teman sebangku Joe selama satu bulan terakhir sedikit merasa sedih. Iya hanya sedikit, karena twist film ini mulai muncul saat Pae ditawarkan untuk ikut festival film agar bisa masuk ke kuliah film tanpa bersusah payah mengikuti tes tertulis. Muncullah pikiran Pae untuk membuat film tribute untuk Joe. Persembahan terakhir, katanya.

Alasan pemilihan nama Not Friends yang awalnya masih samar mulai terkuak dari scene demi scene. Konflik Pae dengan Bokeh yang merasa tidak terima atas alasan kenapa Pae membuat film tentang Joe menjadi dinamo dari naiknya value film ini.

Rasa kehilangan teman yang awalnya hanya demi misi pribadi malah menjadi semakin kuat. Kita sebagai penonton akan dibawa ke dalam beberapa flashback yang melahirkan rasa haru. Bayangkan saja, seorang Joe merupakan sosok yang penuh pikiran dan rasa positif, hingga membuatnya bisa menjadi teman bagi siapa saja. Bahkan bagi Pae yang cenderung dingin saat berinteraksi dengan Joe.

Atta membuat kita melihat pertemanan yang hanya sebentar, bisa memiliki nilai lebih yang tidak bisa kita lihat, sampai pertemanan itu terputus. Inilah yang membuat para penonton bisa tertawa dalam satu scene, tapi lima menit kemudian terdiam membisu karena terombang-ambing atas kesedihan yang dirasakan teman-teman dari Joe.

2 Jam yang Padat

Durasi Not Friends mencapai 120 menit, yang memang sudah jadi angka standar untuk film-film masa kini. Beruntung, walaupun memiliki durasi yang "standar", tidak ada momen bosan saat Not Friends diputar. Malah, kita jangan sampai tidak fokus saat nonton film ini karena bisa melewatkan adegan atau dialog yang penting. Penting untuk cerita, sekaligus penting untuk membuat kita terharu.

Kepadatan storyline dari Not Friends berhasil diolah dan dikembangkan oleh sang sutradara dengan optimal. Tema coming-of-age yang sedang naik daun dalam beberapa tahun terakhir pun tetap membuat Not Friends berbeda dari film-film lainnya di sektor yang sama.

Mungkin inilah sisi spesial dari industri film Thailand yang selama ini selalu berhasil memproduksi film-film keren, khususnya dalam genre horor. Namun, Not Friends menjadi antitesis dari sinema horor Thailand yang sebenarnya juga punya potensi drama komedi yang sama gilanya.

Pada akhirnya, Not Friends akan membuat kita tersadar bagaimana memberikan apresiasi kepada teman-teman kita bisa menjadi satu langkah tepat. Sebelumnya semuanya terputus, lebih baik memperbaiki apa yang rusak, daripada tidak sama sekali.

Hal ini terbukti dari suara isak yang sendu dari sudut studio bioskop ketika film ini memasuki momen puncak, sebagai tanda bahwa Not Friends siap membuat penonton merasakan kepedihan yang ditimbulkan, sambil mengingat pertemanan yang pernah terjadi dalam hidup mereka. Rayakan orang-orang di sekitarmu yang tidak terasa seperti teman dekat, karena mungkin dialah yang mendukungmu selama ini, tanpa kamu sadari.

(tim/alm)

Author

Timotius P

NEW RELEASE
CXO SPECIALS