Interest | Art & Culture

'Autobiography' Review: Figur Bapak, Kekuasaan, dan Warisan Masa Lalu

Kamis, 19 Jan 2023 15:10 WIB
'Autobiography' Review: Figur Bapak, Kekuasaan, dan Warisan Masa Lalu
Jakarta -

Setelah mendapat sambutan meriah di berbagai festival film mancanegara, film 'Autobiography' akhirnya bisa disaksikan di bioskop tanah air. Di Indonesia sendiri, film ini sempat ditayangkan secara terbatas di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2022 dan mendapatkan penghargaan Golden Hanoman. Autobiography merupakan debut penyutradaraan film panjang dari Makbul Mubarak yang diproduksi oleh Kawan Kawan Media. Melalui film ini, Makbul Mubarak berhasil membuktikan kepiawaiannya sebagai sutradara dengan menyuguhkan sebuah thriller yang mengangkat sisi gelap kekuasaan melalui sudut pandang yang intimate dan personal.

Autobiography bercerita tentang seorang pemuda bernama Rakib (Kevin Ardilova) yang bekerja untuk seorang pensiunan Jenderal bernama Purnawinata (Arswendy Bening Swara). Sang jenderal baru saja kembali ke kampung halaman untuk mencalonkan diri menjadi bupati. Rakib yang tadinya sehari-hari menjadi pengurus rumah akhirnya dipercaya untuk mengurus segala keperluan sang jenderal; mulai dari menyupirinya kemanapun ia pergi hingga menemaninya ketika berkampanye di depan para warga.

Rakib yang patuh dan polos menuruti semua keinginan dan kebutuhan Purnawinata, hingga ia akhirnya menjadi salah satu orang kepercayaan sang jenderal. Seiring kepercayaan antar keduanya mulai tumbuh, relasi antara Rakib dan Purnawinata pun juga perlahan berubah. Rakib melihat sosok ayah di dalam diri Purnawinata, dan juga sebaliknya. Perubahan ini ditunjukkan secara subtil melalui adegan-adegan yang minim dialog; seperti ketika sang jenderal mengajari Rakib cara menggunakan senapan dan mengajaknya berburu, juga ketika ia memberikan serta memakaikan baju dinas kepada Rakib.

Purnawinata sangat disegani dan ditakuti oleh orang-orang di kampungnya. Sebagai salah satu orang kepercayaan Purnawinata, Rakib akhirnya ikut mencicipi sedikit kekuasaan yang ditularkan dari sang jenderal   ia bahkan dipanggil "sersan" oleh teman-temanya di kampung. Namun semua berubah ketika Rakib mengetahui sejauh apa dan seberapa berbahayanya kekuasaan yang dimiliki oleh sang jenderal.

Filsuf sekaligus politisi abad ke-19, Lord Acton, pernah mengatakan bahwa "power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Dalam film ini, Jenderal Purnawinata yang diperankan oleh Arswendy Bening Swara adalah personifikasi dari kekuasaan itu sendiri. Namun kekuasaan yang dieksplorasi dalam film ini bukanlah kekuasaan dalam bentuk yang vulgar, melainkan kekuasaan yang menyelinap dalam diam melalui gerak-gerik yang lembut. Atau kalau boleh dikatakan, kekuasaan yang mewujud dalam figur bapak.

Arswendy Bening Swara dan Kevin Ardilova sukses menjadi kekuatan utama yang menggerakkan cerita. Arswendy sebagai Purnawinata berhasil menghadirkan sosok laki-laki berkuasa yang seluruh hidupnya diasuh oleh rezim otoriter. Sedangkan Kevin Ardilova sebagai Rakib berhasil berperan menjadi seorang anak laki-laki yang mewarisi   sekaligus menjadi korban   kekuasaan tersebut.

Autobiography adalah film yang berani dan haunting. Visual lanskap desa yang berkabut dan minimnya dialog membuat suasana film ini menjadi sunyi. Meski sunyi, film ini bersuara dengan lantang melalui adegan dan scoring yang menimbulkan rasa ngeri. Original soundtrack film ini juga berhasil melengkapi keseluruhan tema film, yaitu dengan lagu berjudul 'Ambilkan Bintang' yang dinyanyikan oleh Sal Priadi.

Autobiography adalah pembuka awal tahun yang luar biasa untuk sinema Indonesia. Saksikan film ini di bioskop terdekat mulai 19 Januari 2023.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS