Interest | Art & Culture

Staff's Pick: Greatest Album of All Time

Rabu, 06 Jul 2022 14:00 WIB
Staff's Pick: Greatest Album of All Time
Jakarta -

Musik adalah salah satu hal yang dapat menghubungkan kita dengan orang-orang terdekat, baik itu karena melodinya yang asyik atau liriknya yang dapat merefleksikan apa yang sedang kita alami. Di dunia ini, sangat banyak musisi-musisi ternama yang mengeluarkan karya-karya luar biasa dalam sejarah musik. Berikut ini adalah beberapa pilihan album terbaik menurut kami.

Dinar, Writer
Reputation - Taylor Swift (2017)
Unraveling her new identity and persona, Reputation by Taylor Swift has a special place in my heart. With kinds of music that were completely on a different pole from her usual ones, she brought her fierce and dark sides to the songs inside. My personal favorite songs from the album are Getaway Car and King of My Heart.

Mel, Editor
Four-Calendar Café - Cocteau Twins (1991)
Album ke-7 dari Cocteau Twins ini sebenarnya baru saya dengar di tahun 2007, ketika saya mulai mengeksplorasi beragam genre musik alternatif dan indie. Sebelumnya saya hanya mengetahui vokal Elizabeth Fraser dari beberapa lagu seperti Teardrop dari Massive Attack dan This Love yang menjadi salah satu Soundtrack film 90-an, The Cruel Intention. Album Four-Calendar Café menjadi album yang tidak pernah bosan saya dengarkan, album ini memiliki ethereal atmosphere yang cocok dengan bermacam mood--from happy to mellow. Dalam album ini, Liz Fraser memberikan warna vokal berbeda dari album Cocteau Twins lainnya dengan more pop oriented and less ambient sounds. Sayangnya, di tahun 1997 mereka memutuskan untuk bubar, jadi sudah tidak mungkin bisa melihat live performance mereka selamanya.

Salma, Social Media Executive
Birthplace - Novo Amor (2018)
Bukan tipikal lagu-lagu dari seorang musisi yang bisa dinikmati di konser-konser, namun menurut saya hal yang menarik dari Novo Amor adalah genre lagunya yang folk dengan lirik sederhana namun sarat makna. Beberapa lagu Novo Amor memang menceritakan tentang manusia dan segala sisinya. Namun di album Birthplace, Ali John Meredith-Lacey mencoba mengungkap bagaimana interaksi antara manusia dan lingkungan sekitar. Di lagu yang berjudul Birthplace sendiri, menceritakan sisi gelap dan terangnya lautan Indonesia, bahwa di balik semua keindahan ada kepahitan yang tak kasat mata. Pengambilan sinematografis dari music video Birthplace menyajikan imaji birunya laut Indonesia yang dihiasi warna-warni terumbu karang namun harus buyar ketika disajikan visual sampah-sampah plastik yang mengambang di lautan dan merusak kehidupan di dalam laut. Sebuah peringatan yang menyentuh namun tetap bisa dinikmati.

Dian, Editor
Greatest Hits - Queen (1981)
Saya pertama kali mendengarkan lagu Queen lewat salah satu kaset koleksi almarhum ayah saya. Saat itu ayah saya sangat senang mendengar lagu lewat tape recorder setiap pagi. Bahkan kami punya video tape yang berisikan musik video Queen. Album ini berisikan kumpulan lagu terbaik Queen yang pernah hits di zamannya, mulai dari Bohemian Rhapsody, Don't Stop Me Now, Another One Bites The Dust, hingga Somebody to Love. Jadi Greatest Hits dari Queen merupakan album terbaik yang pernah saya dengar dan mengisi masa kecil saya dengan kenangan bersama ayah.

Hani, Writer
Justin Bieber - My World 2.0 (2010)
Need I say more? Album Justin Bieber yang satu ini menurut gue super legendaris pada masanya dan sampai sekarang. Dibuka dengan Baby yang merupakan cult favorite, dan ditutup dengan That Should Be Me--semua lagu di album ini benar-benar mewarnai tahun 2010 dengan obsesi khalayak sama Justin sampai istilah Bieber Fever pun dikenal untuk menggambarkan fenomena tersebut. My World 2.0 reminds me of the fun, happy, simple times during my adolescent era that I hold dearly for the rest of my life, and that's why I chose this album as the greatest album of all time.

Tasya, Writer
The Radio Dept. - Lesser Matters (2004)
Lesser Matters is nostalgia in the form of lyrics and melodies. Mendengarkan album ini membuat saya merasa seperti sedang menjadi karakter di sebuah film. Satu hal yang membuat album ini sangat membekas adalah bagaimana semua lagu dalam album ini tidak bisa saya kaitkan ke dalam satu emosi tertentu. Lagu-lagu seperti Against the Tight dan 1995 selalu bisa membawa saya ke suatu memori, baik itu ketika saya sedang sedih ataupun ketika saya sedang bahagia. Lagu Keen on Boys dalam album ini juga menjadi soundtrack dari salah satu film favorit saya, Marie Antoinette.

Rolland, Sound Editor
Beach House - Bloom (2012)
Sebenarnya pilihan saya untuk staff picks kali ini adalah dua album dari duo dream pop asal Baltimore ini, yaitu Bloom dan Depression Cherry. Walaupun lagu Space Song dari album Depression Cherry sempat viral beberapa waktu belakangan ini, tetap saja menurut saya Bloom lebih bisa saya nikmati sebagai album secara keseluruhan. Bisa dibilang Bloom merupakan album dream pop esensial yang akan saya rekomendasikan jika anda mencari album dream pop kontemporer untuk didengarkan. Dengan karakter vokal Victoria Legrand yang unik dan isian-isian gitar yang dreamy dari Alex Scally, saya kira tidak berlebihan untuk menganggap bahwa Beach House merupakan sinonim dari dream pop itu sendiri.

[Gambas:Audio CXO]



(HAL/HAL)

Author

Handoko Lun