Interest | Art & Culture

Apa Itu Tsundere?

Kamis, 26 May 2022 12:00 WIB
Apa Itu Tsundere?
Jakarta -

Bagi kamu yang memiliki ketertarikan dengan budaya Jepang, pastinya istilah yang satu ini tidak asing lagi bagi kamu. Tsundere merupakan istilah yang berasal dari Jepang, umumnya untuk mendeskripsikan seseorang yang memiliki karakteristik dingin dan berwatak ketus, namun seiring waktu berubah menjadi lembut dan penyayang. Layaknya Kageyama di Haikyuu, Kyo di Fruits Basket, Kou Mabuchi di Ao Haru Ride, maupun Misaki Ayuzawa di Maid-Sama!.

Tsundere merupakan gabungan dari dua kata, tsun dan dere, yang memiliki arti bertolak belakang. Tsun dapat diartikan untuk menjelaskan sikap dingin, blak-blakan, ataupun kasar, sementara Dere berarti lovey-dovey.

.Misaki Ayuzawa/ Foto: Minitokyo.net

Menurut dictionary.com, tsundere dapat dibedakan menjadi dua kategori, tipe A dan tipe B. Tipe A menggambarkan figur dengan sikap tsuntsun; seseorang berwatak kasar namun penyabar kepada beberapa orang, atau seseorang yang hanya akan bersikap hangat setelah berkenalan lebih dalam. Tipe ini merupakan karakter yang orisinil yang mendekati penggambaran dan sifat tsundere. Sementara, tipe B deredere merupakan karakter yang baik hati namun memiliki sikap jengkel yang ditunjukkan kepada love interest-nya.

Meskipun demikian, karakter dengan sifat tsundere bukanlah karakter yang plays hard to get, karena seorang tsundere umumnya denial terhadap perasaan mereka untuk menjaga pride. Awal mula istilah Tsundere dikenal di masyarakat global adalah pada saat tahun 2007. Tsundere sendiri dapat menjadi kata benda, kata sifat, ataupun kata kerja; dalam artian, seseorang dapat disebut sebagai tsundere, bertingkah layaknya tsundere, atau bahkan memperlakukan aksi tsundere pada orang lain.

.Inuyasha/ Foto: Inuyasha.fandom.com

Karakter dengan kepribadian tsundere umumnya sangat popular dan digemari oleh banyak orang. Karena sikap mereka yang membingungkan bagi si karakter utama akan membuat penonton turut invested dalam perubahan sikap ataupun pengembangan karakter yang kelak menunjukkan perbedaan drastis seiring alur cerita berjalan. Seperti adanya rasa tidak disangka-sangka bahwa karakter yang terlihat ketus ternyata memiliki sisi yang berbeda 180 derajat.

Tsundere memang merupakan kata yang berasal dari budaya pop Jepang, namun tidak jarang untuk mendengar istilah ini mulai dilontarkan di antara percakapan dalam lingkaran sosial ataupun sosial media. Bahkan, di pertengahan tahun 2000, banyak kafe di Jepang bermunculan yang mengusung tema tsundere, dimana para pelayan perempuan menyikapi pelanggan laki-laki dengan sikap ketus, namun saat mereka hendak pergi meninggalkan kafe, barulah mereka bersikap hangat dan perhatian.

[Gambas:Audio CXO]

(HAI/DIR)

Author

Hani Indita