Interest | Wellness

Benci Melihat Tubuh Sendiri, Apakah Normal?

Senin, 01 Apr 2024 19:00 WIB
Benci Melihat Tubuh Sendiri, Apakah Normal?
Foto: Unsplash
Jakarta -

Selama beberapa tahun ke belakang, saya sering kali kesal dan malas melihat pantulan tubuh saya di cermin. Pokoknya setiap melihat cermin ada terlintas di pikiran, saya benci tubuh saya yang sekarang. Memang selama beberapa tahun ini, berat badan saya bertambah, padahal saat sekolah dan kuliah dulu, tubuh saya terbilang cukup kurus.

Tapi ternyata saya tidak sendiri. Menurut studi tahun 2021 di International Journal Environmental Research and Public Health menemukan korelasi antara penggunaan media sosial dengan remaja dan dewasa berusia 15-35 tahun dan citra tubuh mereka. Para koresponden melaporkan bahwa mereka lebih sering membandingkan tubuh mereka dengan orang lain di media sosial mempunyai tingkat ketidakpuasan terhadap tubuh yang lebih tinggi dan dorongan yang lebih tinggi untuk menjadi kurus.

Sementara itu, studi di tahun 2020 di Nutrition & Dietetics menemukan bahwa orang dewasa muda berusia 18-30 tahun yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial mempunyai lebih banyak ketidakpuasan terhadap tubuh dan perilaku makan yang tidak teratur. Lantas, apa yang membuat kita benci melihat tubuh sendiri?

Benci Citra Tubuh Ternyata Gangguan Mental

Dilansir Very Well Mind, citra tubuh yang negatif bisa berasal dari berbagai sumber, dan seringkali merupakan kombinasi dari berbagai pengaruh yang bisa menyebabkan kamu merasa tidak menyukai atau membenci tubuhmu. Adapun beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap citra tubuh yang buruk antara lain:

- Gambaran yang tidak realistis yang diabadikan dari iklan, film, dan media sosial
- Pengalaman negatif semasa kecil
- Penolakan atau kritik sosial
- Harga diri yang rendah atau citra diri buruk
- Penindasan terkait berat badan
- Berada di sekitar orang lain yang bilang tidak suka dengan bentuk tubuhnya
- Depresi

Tidak banyak orang menyadari bahwa mengalami faktor-faktor tersebut terus menerus, bisa mengalami gangguan makan, rendah diri, gangguan suasana hati, anxiety, self-harm, dan body dysmorphia. Namun yang paling parah selain self-harm adalah body dysmorphia.

Dismorfia mungkin terlihat mirip dengan disforia, tetapi keduanya merupakan hal berbeda. Disforia adalah perasaan tidak nyaman yang mendalam, sementara dismorfia tubuh adalah perasaan obsesif kalau tubuh kamu mempunyai kekurangan. Seringkali, orang yang mengalami dismorfia tubuh melihat tubuhnya sendiri berbeda dibandingkan orang lain yang melihatnya.

Kamu mungkin berpikir kalau ada bagian dari dirimu yang rusak, padahal sebenarnya tidak, atau tubuh kamu lebih besar daripada tubuh orang lain meskipun ukurannya sama. Terkadang penderita dismorfik tubuh mengalami gangguan makan, namun tidak selalu begitu. Dismorfia berpusat pada ketidakmampuan melepaskan gangguan bahwa tubuh kamu-baik sebagian atau seluruhnya   salah dan tidak bisa diterima.

Tanda rasa benci kamu pada tubuh berdampak negatif terhadap kesehatan mental kamu memang rumit. Apalagi dalam masyarakat kita, banyak orang yang suka mengomentari citra orang lain   mau itu tubuh atau hal lainnya. Secara umum, yang terbaik adalah jangan pernah mengomentari tubuh orang lain kecuali mereka meminta pendapat kamu. Jika kamu kesal saat orang membicarakan tubuhmu, bukan berarti kamu membenci tubuhmu.

Lingkungan memang mempengaruhi pikiran tentang diri, tetapi penting juga mengembangkan cinta pada tubuhmu sendiri lewat pikiranmu. Merasa terjebak dan putus asa dalam tubuhm adalah hal bisa dan tidak perlu dibawa pikiran. Sehingga penting untuk mempunyai perasaan positif terhadap tubuh karena kalau berpikir negatif tentang diri sendiri, ke depannya akan mempengaruhi kehidupanmu secara keseluruhan.

Mulailah Mencintai Tubuh Sendiri

Memang tidak mudah untuk menutup telinga dan tidak mendengarkan orang lain soal diri kita. Tetapi, memang sangat penting untuk bersikap bodo amat dan menjalani hidup apa adanya. Jika kamu masih merasa kesal dengan diri sendiri, cobalah untuk mengubahnya sedikit demi sedikit. Bukan untuk orang lain, tapi demi dirimu sendiri.

Misalnya kalau kamu merasa tubuhmu kelebihan berat badan, kamu bisa mulai untuk berolahraga dan mulai mengatur pola makan sehat serta seimbang. Kemudian, berhenti untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan jadikan orang tersebut menjadi motivasi kamu untuk berubah, bukan malah membenci dirimu sendiri.

Kemudian, hindarilah untuk melakukan diskusi tubuh jika kamu memang tidak menyukainya. Tetapkan batasan yang jelas dengan teman dan keluarga ketika mendiskusikan citra tubuh masing-masing. Mana yang membuatmu nyaman dan mana yang tidak. Jangan ragu untuk menolak untuk membahas citra tubuh dan beralih kepada topik lainnya.

Sekalipun saat ini kamu belum bisa menyukai lagi tubuhmu    seperti saya    tapi harus diingat kamu tidak harus selalu mencintai tubuhmu apa adanya, namun penting menerimanya dan mencoba yang terbaik untuk dirimu sendiri bukan demi terlihat baik di mata orang lain.

(tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS