Interest | Wellness

Mengapa Kita Merasa Kesepian Walau Tidak Sendirian?

Selasa, 16 Jan 2024 15:56 WIB
Mengapa Kita Merasa Kesepian Walau Tidak Sendirian?
Jakarta -

Dikelilingi teman-teman yang seru, segudang aktivitas menyenangkan, sampai tak ada waktu untuk me time, perasaan kesepian bisa saja datang tiba-tiba. Ini mungkin segelintir hal rumit tentang perasaan manusia. Beberapa orang merasa baik-baik saja dalam keramaian, sementara yang lain justru makin merasa kesepian ketika di situasi tersebut.

Namun apakah perasaan ini sesuatu yang aneh atau hanya kita yang terlalu melodramatis? Seorang terapis dari Amerika Serikat, Sherese Ezelle, LMHC, mengatakan kesepian adalah sebuah perasaan, sedangkan kesendirian adalah sesuatu yang ada dan nyata.

"Ketika kamu merasa sendirian, kamu mungkin merasa terputus dari orang lain, meskipun ada orang-orang yang berada di dekatmu," kata Ezelle seperti dikutip dari Bustle.

Sebaliknya, merasa kesepian saat berada di dekat orang lain bisa jadi merupakan respons tubuh terhadap tidak terpenuhinya kebutuhanmu. Terkadang duduk dalam perasaan kesepian bisa mengarahkan ke hal-hal yang ingin kamu lakukan agar merasa lebih baik.

Selain itu, menyendiri tidak selalu berarti merasa kesepian-banyak orang yang juga merasa puas hanya dengan menyendiri. Menurut data dari lembaga nonprofit Health Collaborative Center, banyak warga Jabodetabek-terutama anak muda-mengalami kesepian.

Sebanyak 44 persen dari total responden mengalami kesepian tingkat sedang dan 6 persen mengalami kesepian tingkat berat pada Oktober 2023. Peneliti utama Ray Wagiu Basrowi mengatakan, 44 persen responden yang merasa kesepian, sebagian besar merupakan perantau yang berusia di bawah 40 tahun, belum menikah, dan berjenis kelamin perempuan. Bahkan, lebih dari 600 orang lainnya tidak sadar kalau mereka sedang mengalami kesepian.

Situasi ini sama seperti di Amerika Serikat. Peristiwa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar membuat orang merasa lebih terisolasi, dengan 36 persen orang Amerika Serikat yang disurvei merasa kesepian sepanjang waktu, menurut penelitian yang dilakukan pada Februari 2021 oleh Making Caring Common Project dari Harvard Graduate School of Education.

"Saya terkejut dengan tingkat kesepian di kalangan anak muda. Jika kamu melihat penelitian lain terhadap lansia, tingkat kesepian mereka tinggi, namun tidak setinggi yang dirasakan oleh anak-anak muda," kata Richard Weissbourd yang menjadi peneliti penelitian tersebut.

Alasannya pun beragam, misalnya anak-anak muda tidak terbiasa dengan perasaan kesepian sehingga perasaan tersebut seperti sebuah kejutan. Orang-orang dewasa muda, menurut Weissbourd mungkin rentan ketika mereka bertransisi dari keluarga mereka ke keluarga yang mereka ciptakan.

5 Alasan Mengapa Kamu Kesepian

Saat bertransisi kembali ke kehidupan bersama orang lain, perasaan tidak aman, kesepian, dan kecemasan yang telah masuk, kemungkinan besar akan terus berlanjut. Namun di sisi lain, ada beberapa alasan yang membuat kamu merasa kesepian walaupun sebenarnya kamu tidak pernah sendirian.

1. Menginginkan Kedekatan

Relationship coach, Kira Asatryan, mengatakan kesepian adalah masalah yang rumit. Bisa jadi karena kamu merindukan koneksi, bukan cuma berada di dekat banyak orang. Jadi jika seseorang tidak mempunyai unsur kedekatan, hal itu cenderung membuat kamu merasa lebih terisolasi daripada sendirian. Dengan kata lain, kalau suatu persahabatan atau hubungan romantis tidak sesuai dengan keinginan kamu, kamu pasti merasa tidak puas.

"Keinginan untuk menjadi orang yang dapat menerima adalah hal yang menghubungkan kita dengan orang lain dan mengurangi perasaan kesepian," kata Ezelle. Jadi, cobalah fokus untuk memupuk kedekatan dengan orang lain dengan cara meluangkan waktu bersama tanpa melihat handphone.

2. Kamu seorang introvert

Introvert memang bisa mendapatkan reputasi buruk karena kecenderungannya lebih mengapresiasi waktu sendiri, tapi hal ini tidak selalu terjadi. Kenyataannya, bagi banyak orang introvert, terlalu banyak bersosialisasi bisa melelahkan, terutama saat berada di tengah kelompok sosial yang besar atau orang asing.

Bagi kamu yang punya kepribadian introvert, ada baiknya kamu mengisi daya "baterai sosial" kamu sebelum kamu berkumpul. Pastikan kamu mengisi ulangnya saat diperlukan, misalnya memilih untuk tetap diam saat kamu merasa capek, sedih, atau tidak bisa berada dekat orang lain. Dengan mempersiapkan diri, rasa kesepian kamu akan berkurang saat dikelilingi orang-orang, karena kamu sudah siap berada di dekat mereka.

3. Butuh hubungan berkualitas

Kamu mungkin punya teman di mana-mana, tetapi kalau kamu tidak menginvestasikan waktu dan energi untuk berteman dengan mereka, kemungkinan kamu akan terus merasa kesepian.

"Untuk benar-benar merasa terhubung dengan seseorang dalam suatu hubungan, sebaiknya kamu menjadi orang yang tulus. Beri kesempatan untuk membangun hubungan yang berlandaskan kepercayaan," kata Ezelle.

Tapi yang perlu kamu ingat, lebih dekat dengan seseorang tidak berarti kamu melimpahkan semua masalah kamu ke mereka. Tetapi caranya adalah mengembangkan koneksi dan membentuk ikatan yang saling menguntungkan. Teman dekat tidak bisa menyelesaikan masalahmu, mereka hanya bisa menawarkan dukungan. Dan sebaliknya, dukunglah mereka lagi ketika mereka membutuhkannya.

4. Siaga

Mungkin kamu dikelilingi oleh orang-orang yang tidak siap secara emosional atau tidak sedang mencari teman baru atau hubungan dekat. Mungkin kamu mempunyai kewaspadaan sendiri, oleh karena itu, kamu tidak mengomunikasikan dengan jelas kalau kamu terbuka untuk ikatan atau koneksi baru.

"Bersikap tulus adalah salah satu komponen terpenting dari hubungan yang sehat dan berkelanjutan. Jika kamu waspada, kamu tidak hanya menghadapi tantangan dalam hal keaslian, namun kamu mungkin juga menghadapi tantangan terkait dengan apa yang mungkin dibandingkan orang lain kepadamu," ujarnya.

5. Lebih suka berada di media sosial

Beberapa penelitian menunjukkan kalau semakin kesepian seseorang, semakin banyak waktu yang mereka habiskan media sosial. Media sosial juga bisa memberi kita perasaan bahwa kita sedang bersama banyak orang, namun karena kita tidak memperoleh apapun dari interaksi tatap muka, media sosial bisa menjadi penyebab terbentuknya perasaan terisolasi dari kelompok sosial.

Nah, kalau kamu masih kesulitan untuk bersosialisasi secara langsung, Ezelle merekomendasikan untuk menerapkan beberapa teknik mendengarkan yang baik. Misalnya menggunakan komunikasi fisik non-verbal seperti kontak mata atau anggukan kepala untuk menunjukkan minat.

Semakin kamu fokus terlibat dengan orang lain secara nyata, semakin kamu akan merasakan keterbukaan diri dan orang tersebut. Hal yang terpenting dalam hubungan sesama manusia adalah kemampuan untuk berbagi kebutuhan dan saling memahami satu sama lain.

(DIR/alm)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS