Interest | Wellness

Busting Myths: Mimpi Tentang Kematian

Senin, 04 Dec 2023 16:29 WIB
Busting Myths: Mimpi Tentang Kematian
Foto: Istimewa
Jakarta -

Tidur sudah semestinya menjadi kegiatan yang dapat menenangkan dan menyenangkan, terlebih lagi apabila keseharian kamu dipenuhi dengan kesibukan yang melelahkan. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa terkadang tidur pun dapat melelahkan dan mengkhawatirkan apabila diisi dengan mimpi-mimpi yang menyeramkan dan mengganggu pikiran ketika bangun. Kamu pasti pernah mengalami mimpi buruk tentang kematian, baik itu hanya sekali atau bahkan berkali-kali.

Jika membicarakan mengenai mimpi, memang setiap mimpi memiliki tafsirnya masing-masing. Dalam hal ini, mimpi mengenai kematian seseorang atau diri sendiri kerap kali menakutkan dan sangat mengkhawatirkan. Banyak orang yang menganggap bahwa mimpi mengenai kematian itu merupakan sebuah pertanda buruk. Namun melalui kacamata psikologi, mimpi mengenai kematian memiliki arti yang berbeda.

Mendalami Mimpi Tentang Kematian

Terlepas dari emosi yang menyangkut ketika bangun tidur, mimpi mengenai kematian juga dapat mempengaruhi gejala fisik seperti detak jantung yang kencang, napas pendek, berkeringat hingga tremor atau tubuh bergetar. Terlepas dari mimpi kematian yang terasa sangat jelas, hal ini sebenarnya memiliki arti yang lebih mendalam karena dipengaruhi oleh alam bawah sadar.

Pengalaman mimpi mengenai kematian diri sendiri merupakan sebuah pertanda bahwa beberapa bagian dari hidup kamu hendak selesai. Contohnya, kamu merasa sangat sedih karena hendak lulus dari perguruan tinggi dimana kamu memiliki pertemanan yang sangat amat baik dengan orang-orang sekitar. Hal ini tentunya menyedihkan dan meskipun kamu tidak meluapkan emosinya, perasaan yang datang dari perubahan besar ini secara otomatis tertanam di alam bawah sadar.

Sama halnya dengan memimpikan seseorang terdekat meninggal. Mimpi ini merupakan sebuah indikasi bahwa hubunganmu dengan orang tersebut sedikit berubah atau memang sudah berubah dengan sangat drastis. Sebagai contohnya, kamu merupakan seorang perantau yang harus pergi jauh dari rumah-meninggalkan keluarga-untuk bekerja di kota yang jauh sehingga hubungan pun menjadi renggang, atau kamu mengalami pertikaian besar dengan sahabat dekat yang berujung kepada perpisahan. Hal-hal seperti ini secara tidak sadar akan tertanam di dalam pikiran secara terus menerus sehingga, kamu pun bisa mengalami mimpi yang menyeramkan.

Bahkan orang tua yang mengalami mimpi mengenai anaknya yang meninggal pun bisa didasari oleh hal-hal atau perubahan-perubahan kecil yang ada di dunia nyata, seperti anak yang baru bisa belajar jalan, anak yang sudah mulai memasuki dunia perkuliahan atau pekerjaan, hingga anak yang baru saja memulai hidup baru atau pernikahan dengan pasangannya.

Yang perlu diingat mengenai hal ini adalah memiliki mimpi tentang kematian tidak selalu harus merujuk pada hal-hal buruk yang akan terjadi. Namun, mimpi ini adalah sebuah bentuk refleksi yang sedang diproses, hal-hal yang selalu dipikirkan setiap hari hingga hal-hal yang sekedar kamu dengar atau lihat.

(DIP/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS