Interest | Wellness

Kenapa dan Bagaimana Kita Melakukan Self-deception?

Jumat, 28 Oct 2022 17:00 WIB
Kenapa dan Bagaimana Kita Melakukan Self-deception?
Jakarta -

Kita semua pasti pernah membohongi diri sendiri. Baik itu meyakinkan diri bahwa suatu hal benar adanya atau tidak, self-deception adalah sebuah taktik psikologis yang umum dilakukan. Saking umumnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka membohongi dirinya sendiri. Namun, kenapa kita melakukannya, ya?

Melansir Very Well Mind, sebuah riset menyebutkan bahwa self-deception atau membohongi diri sendiri adalah sebuah keadaan mental yang terdiri dari pikiran sadar dan tidak sadar yang memengaruhi sikap tertentu yang berfungsi sebagai sebuah defense mechanism. Seorang ahli biologi evolusioner, Robert Trivers mengatakan bahwa self-deception meliputi kesalahan dalam menginterpretasi realita kepada pikiran sadar dengan harapan-harapan baik sebagai hasilnya

Namun, terdapat perbedaan pendapat dari sisi psikologi sosial dan psikologi evolusioner, di mana sisi psikologi sosial mengatakan bahwa orang-orang membohongi dirinya atau melakukan self-deception secara tidak sadar untuk meningkatkan kepercayaan diri atau membuat dirinya merasa lebih baik akan suatu hal. Di sisi lain, psikologi evolusioner melihat self-deception sebagai aksi yang didorong oleh bagian otak yang memiliki kepercayaan berbeda di saat yang bersamaan, bahkan self-deception juga kerap dikatakan sebagai cara untuk membohongi atau merendahkan orang lain untuk keuntungan pribadi.

.Ilustrasi denial/ Foto: iStock

Mari kita ambil sebuah contoh untuk memberikan gambaran tentang self-deception. Seorang wanita berselingkuh dari pasangannya. Ia secara pribadi yakin bahwa perilaku selingkuh bukanlah hal yang baik, ia pun menyadari akan hal ini. Namun, apa yang ia yakini bertolak belakang dengan fakta bahwa ia selingkuh dari pasangannya. Untuk membuat dirinya bisa diterima, ia berbohong mengenai atas dasar yang ia lakukan. Perempuan itu pun menjustifikasi dirinya dengan meyakinkan dirinya sendiri bahwa apabila pasangannya tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya, maka ia tak akan mungkin selingkuh. Dengan meyakinkan hal ini pada dirinya, maka ia akan merasa lebih baik mengenai apa yang ia lakukan.

Tidak hanya untuk membuat diri sendiri menjadi terlihat lebih baik atau paling tidak diterima oleh orang-orang di sekitarnya, self-deception juga merupakan suatu aksi yang dilakukan untuk membuat dirinya terjauh dari masalah rumit yang semestinya dapat membuat dirinya atau lingkungannya menjadi lebih baik lagi. Contohnya dengan menghindari masukan dari orang lain untuk dirinya dengan menganggap semuanya baik-baik saja dan tidak mengambil langkah untuk mencoba membenahi suatu masalah. Padahal, dengan mendapatkan kritik dan saran dari orang-orang di sekitar malah akan membuat mereka yang melakukan self-deception menjadi individu yang lebih baik lagi, bukan?

.Ilustrasi bohong ke diri sendiri/ Foto: iStock

Setiap orang memang menginterpretasi informasi yang sama dengan cara yang berbeda-beda demi mendukung pandangannya akan suatu hal. Merasionalisasi suatu situasi memang hal yang umum, namun apabila yang dilakukan hanya untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mendapatkan keuntungan pribadi tentu sangat egois bagi mereka yang melakukannya. Menjadi jujur dengan diri sendiri memang bukanlah hal yang mudah, namun apabila hal tersebut membawa hal positif bagi banyak orang, mengapa tidak?

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/alm)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS