Interest | Wellness

Mengenal Microsleep, Salah Satu Penyebab Tertinggi Kecelakaan Lalu Lintas

Rabu, 29 Jun 2022 18:00 WIB
Mengenal Microsleep, Salah Satu Penyebab Tertinggi Kecelakaan Lalu Lintas
Jakarta -

Ketika melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan kendaraan pribadi, tak mengherankan bila tubuh terasa sangat lelah dan kita menjadi mudah mengantuk. Selain itu, berkendara dengan tubuh dalam kondisi kurang fit menyebabkan rasa kantuk menyerang tiba-tiba, dan inilah salah satu penyebab tertinggi kecelakaan lalu lintas.

Adalah Microsleep, sebuah kondisi yang bisa dialami oleh banyak orang dan ini tidak sama dengan tidur biasa. Microsleep bisa berlangsung sepersekian detik atau bahkan sampai beberapa menit. Ketika kamu mengalami ini saat berkendara, hal ini tentu saja membahayakan dirimu dan pengguna jalan lainnya.

.Ilustrasi microsleep/ Foto: Veectenzy

Saya ingat dulu saya pernah mengalami beberapa insiden kecelakaan saat mengendarai motor akibat microsleep. Salah satu yang membuat saya kaget adalah saya tertidur di atas motor yang sedang saya kendarai dan menabrak sedikit bagian belakang truk yang ada di depan saya. Sontak saya langsung terbangun dan menyeimbangkan lagi diri saya yang nyaris jatuh bersama motor. Selain itu, saya juga pernah menjadi korban kecelakaan dari pengendara yang mengalami microsleep hingga tanpa sengaja menabrak motor saya dan saya terjatuh di trotoar.

Dan semua peristiwa itu juga mungkin dialami oleh sebagian besar orang yang mengendarai motor atau bahkan mobil. Kita mungkin sering melihat banyak kecelakaan lalu lintas saat malam hari yang melibatkan mobil di jalan tol. Penyebab kecelakaan tersebut, sebagian besar disebabkan oleh microsleep. Dilansir Verywell Health, episode microsleep ini paling sering terjadi ketika orang yang mengantuk mencoba melawan tidur dan ingin tetap terjaga.

Ada dua tipe tidur yang dilalui oleh seseorang. Dua tahap tidur adalah tidur dengan gerakan mata cepat atau REM dan tidur dengan mata yang tidak cepat atau NREM. Tapi microsleep tidak masuk ke dalam keduanya, karena kondisi ini adalah episode singkat dan tidak terkendali.

.Ilustrasi microsleep/ Foto: Veectenzy

Penyebab dan Ciri-ciri Microsleep

Microsleep lebih sering dialami oleh orang yang kurang tidur, dan malam hari adalah saat di mana sebagian besar insiden microsleep itu terjadi ketika mengemudi. Pengemudi yang berkendara di malam hari sering merasa lelah. Namun, mereka sering tidak memerdulikan kondisi lelah mereka karena diburu waktu atau memaksakan diri agar sampai di tempat tujuan tepat waktu.

Gangguan tidur yang bisa meningkatkan risiko microsleep antara lain seperti sleep apnea, narkolepsi, gangguan sirkadian, dan gangguan anggota badan secara berkala. Adapun ciri-ciri orang yang akan mengalami microsleep yakni perhatian mulai berkurang, merasakan memori singkat, kehilangan kendali saat mengemudi, tubuh seperti tangan melemah, kepala terayun, menjatuhkan sesuatu yang dipegang, dan kehilangan kontrol otot.

.Ilustrasi microsleep/ Foto: Veectenzy

Bila kamu mengalami microsleep saat berada di sofa atau di tempat tidur, hal itu sungguh tidak masalah. Tapi akan menjadi masalah serius jika kamu mengalaminya saat berkendara. Untuk mencegahnya, ada baiknya kamu mempersiapkan diri sebelum berkendara, seperti tidur cukup sebelum mengemudi esok hari yakni 7 hingga 9 jam. Namun jika kamu masih sulit untuk tidur, kamu bisa meningkatkan efisiensi tidur dengan beberapa cara.

Salah satu cara yang bagus untuk meningkatkan efisiensi tidur adalah dengan menghilangkan semua gangguan potensial saat tidur. Misalnya hindari untuk menonton televisi sebelum tidur, tidak mendengarkan musik, atau berhenti bermain sosial media setidaknya setengah jam sebelum jam tidurmu. Selain itu, usahakan penerangan di dalam kamar meredup atau lebih baik dimatikan saja karena ruangan terang akan merangsang otak agar tetap terjaga.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/MEL)