Insight | Science

Bagaimana Musik Dapat Membuat Otak Lebih Sehat dan Muda?

Kamis, 14 Jul 2022 16:00 WIB
Bagaimana Musik Dapat Membuat Otak Lebih Sehat dan Muda?
Ilustrasi musik dan otak Foto: iStock
Jakarta -

Banyak peneliti yang mengatakan bahwa apabila kamu ingin memiliki tubuh yang kuat dan sehat maka kamu perlu mendatangi gym setiap hari. Namun, apabila kamu ingin memiliki otak yang sehat dan selalu muda, maka sering-seringlah mendengarkan musik. Jika kamu ingin otak selalu terlibat selama proses penuaan, maka mendengarkan musik adalah kegiatan yang sangat baik, bahkan dapat dikatakan sebagai brain workout. Namun, bagaimana bisa musik menjadi suatu hal yang sangat mempengaruhi kesehatan otak kita?

Salah satu hal pertama yang terjadi ketika musik memasuki otak adalah menjadi pemicu pusat kesenangan yang melepaskan dopamin, neurotransmitter yang membuat kita merasa bahagia. Respons ini begitu cepat, otak bahkan dapat mengantisipasi puncak kebahagiaan ketika musik yang sudah dikenal mencapai otak sehingga dapat mempersiapkan aliran dopamin lebih awal sebelum musik diputar.

.Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: Veectenzy

Musik hingga saat ini tidak hanya dikenal sebagai hiburan saja, namun bagi sebagian orang musik juga dapat meningkatkan kesehatan, merangsang fungsi kognitif, meningkatkan kualitas hidup dan mendorong kebahagiaan. Hal ini dikarenakan musik dapat mengaktifkan hampir seluruh wilayah dan jaringan di otak, dan membantu menjaga berbagai jaringan otak menjadi tetap kuat.

Selain hanya membuat kita merasa senang, ada bukti lainnya juga bahwa musik memiliki manfaat tersendiri untuk kesehatan kita. Penelitian telah menunjukkan bahwa mendengarkan musik selalu dikaitkan dengan peningkatan antibodi dan sel yang meningkatkan kekebalan tubuh yang dapat melindungi tubuh terhadap bakteri. Musik juga terbukti efektif di berbagai skenario pengobatan untuk kondisi anak yang lahir prematur, depresi hingga penyakit Parkinson.

Seorang ahli saraf, Kiminobu Sugaya mengeksplorasi bagaimana musik sangat berdampak pada pasien Alzheimer dan Parkinson. Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa pasien-pasien tersebut merespons musik secara positif. "Usually in the late stages, Alzheimer's patients are unresponsive, but once you put in the headphones that play [their favorite] music, their eyes light up. They start moving and sometimes singing. The effect lasts maybe 10 minutes or so even after you turn off the music," ungkap Kiminobu Sugaya.

.Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: Veectenzy

Musik memang memiliki kemampuannya dalam mengendalikan otak dan perilaku manusia, tanpa memandang genre. Namun, banyak yang mengatakan bahwa musik klasik dapat meningkatkan aktivitas otak sehingga membuat pendengarnya menjadi lebih pintar, hal ini biasa dikenal dengan fenomena Mozart Effect. Karena hal inilah, tidak heran apabila banyak ibu hamil mempercayai bahwa mendengarkan musik klasik dengan dapat membuat anak dalam kandungannya tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Tidak hanya untuk perihal kesehatan otak, mendengarkan musik secara umum memang dapat membuat kita menjadi lebih ceria dan bersemangat, terlebih lagi apabila musik yang kita putar adalah lagu favorit. Jadi, apakah kamu secara pribadi dapat merasakan hal yang berbeda ketika mendengarkan musik favorit?

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/HAL)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS