Insight | Science

Apa Itu Jamais Vu?

Sabtu, 02 Jul 2022 14:00 WIB
Apa Itu Jamais Vu?
Ilustrasi jamais vu Foto: Freepik
Jakarta -

Sesekali ketika saya melihat teman atau pasangan, saya merasa bahwa mereka bukanlah orang yang selama ini saya kenal. Entah dari cara bicara mereka atau sekadar kebiasaan baru yang mereka tunjukkan membuat saya merasa mereka bukanlah orang yang sering bersama saya.

Perasaan asing ini mungkin juga pernah kamu alami ketika kamu kembali ke tempat yang pernah kamu datangi. Namun, karena sudah lama tidak pergi ke tempat tersebut, kamu pun merasa suasananya berbeda. Kamu mungkin merasa hal-hal semacam ini sering terjadi pada dirimu dan membuat kamu merasa asing dengan diri sendiri atau lingkunganmu. Tetapi ini adalah sesuatu yang normal karena fenomena ini dikenal sebagai jamais vu.

.Ilustrasi bingung karena jamais vu/ Foto: Freepik

Kita Bukan Kehilangan Ingatan

Kamu mungkin salah satu orang yang pelupa, tapi bagi kamu yang mengalami fenomena jamais vu, kamu bukan kehilangan ingatan, itu normal bagi otakmu. Jamais vu, dalam bahasa Prancis bermakna 'tidak pernah terlihat'. Banyak orang yang salah kaprah menganggap jamais vu dan deja vu adalah dua hal yang sama, padahal deja vu mempunyai arti 'sudah terlihat'.

"Ketika kehilangan ingatan, seseorang akan tampak asing bagi kita, bahkan jika kita baru saja bertemu dengan mereka. Itu karena kita melupakan informasi penting. Jamais vu, di sisi lain adalah perasaan asing untuk sesuatu yang tidak hilang atau tidak sengaja dilupakan," kata Chris Moulin, Ph.D, seorang peneliti di Laboratorium Psikologi dan Neurokognisi di Universitas Grenoble Alpes di Prancis dikutip How Stuff Works.

Salah satu contoh dari jamais vu adalah ketika kamu melihat seseorang sangat akrab    misalnya ibumu    dan tiba-tiba kamu menemukan ada yang berbeda dan tidak biasa dari dirinya. Seperti kebiasaan yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Dia bahkan mungkin tampak seperti orang asing, namun pada saat yang sama, kamu tahu bahwa ia adalah ibumu dan bukan orang asing. Perasaan aneh ini hanya sesaat dan hanya berlangsung beberapa detik atau menit sebelum menghilang. Jamais vu mungkin sering kita alami, tapi kita lebih memilih untuk tidak menjelaskannya kepada orang lain karena akan dianggap aneh.

.Ilustrasi jamais vu/ Foto: Freepik

Penyebab Jamais Vu

Para peneliti sebenarnya masih mempertanyakan apa yang menjadi misteri dari Jamais vu. Tapi Moulin menduga lobus temporal otak mungkin terlibat. Bagian dari otak besar ini terletak di belakang telinga dan memainkan peranan penting dalam menangkap memori dan pengenalan wajah.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dengan epilepsi lobus temporal sering melaporkan mengalami deja vu dan jarang mengalami jamais vu, sesaat sebelum mengalami kejang. Beberapa orang yang memiliki gejala migrain juga telah melaporkan perasaan yang terkait dengan jamais vu sebagai bagian dari aura migrain atau gejala peringatan sebelum timbulnya sakit kepala.

Banyak yang mengasumsikan bahwa jamais vu berasal dari apa yang telah dilihat dalam penelitian deja vu. "Deja vu biasanya merupakan gejala dari fungsi sistem kognitif yang sehat dan tampaknya membutuhkan tingkat ketangkasan mental tertentu. Kami berharap hal yang sama berlaku untuk jamais vu, tetapi itu masih harus diuji secara eksplisit," kata Moulin.

Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkan jamais vu ini karena bersifat sementara. Sama seperti halnya deja vu, jamais vu tidak perlu dikhawatirkan kecuali jika itu berdampak negatif pada hidupmu. "Seseorang tidak perlu lagi khawatir tentang mengalami jamais vu, kita lebih harus khawatir tentang kelupaan yang berarti kita menderita penyakit Alzheimer yakni penyakit yang melupakan segalanya," ujarnya.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/HAL)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS