Inspire | Love & Relationship

Paranoid dalam Hubungan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Rabu, 31 Aug 2022 11:24 WIB
Paranoid dalam Hubungan, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Jakarta -

Memiliki kepercayaan terhadap pasangan adalah salah satu kunci yang penting untuk dimiliki setiap orang yang berada di dalam hubungan romansa. Ketika masalah kepercayaan dalam suatu hubungan didorong oleh paranoia atau pikiran yang menyabotase diri sendiri, hal ini tentu dapat merusak keberlangsungan hubungan tersebut seiring waktu berjalan. Ketakutan berlebihan dalam sebuah hubungan biasa juga disebut dengan relationship paranoia.

Seorang psikolog klinis dan profesor di Yeshiva University, Sabrina Romanoff, PsyD mengatakan bahwa paranoia ini ditandai dengan keyakinan yang tidak berdasar bahwa pasangannya melakukan hal yang berlawanan dari yang seharusnya secara terus-menerus. Ketakutan seperti ini menyebabkan ketidakpercayaan tanpa dasar yang jelas tentu mengganggu hubungan yang dimiliki.

Penting juga untuk diketahui bahwa paranoia itu sendiri pada awalnya adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala psikosis yang terjadi pada kondisi kesehatan mental seperti skizofrenia. Namun, definisi dari paranoia ini telah berevolusi untuk menjelaskan suatu kondisi kecemasan atau kekhawatiran yang dialami orang orang dalam situasi sehari hari-dalam kasus ini adalah paranoia dalam hubungan.

Ada banyak penyebab dari munculnya masalah paranoia dalam hubungan ini. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum paranoia dalam hubungan menurut Dr. Romanoff:

.Ilustrasi bertengkar/ Foto: Pexels

Hubungan Sebelumnya

Hubungan masa lalu seseorang dapat berdampak pada apakah mereka merasa paranoid dalam hubungan mereka saat ini karena paranoia sering kali berasal dari peristiwa kehidupan traumatis di masa lalu orang tersebut.

Tingkat Stres yang Tinggi

Penyebab umum lainnya untuk paranoia adalah stres yang meningkat. Memang secara khusus, orang dengan tingkat stres tinggi lebih mungkin mengalami pikiran paranoid. Terlebih apabila penyebab yang satu ini juga didukung oleh pengalaman traumatis yang menambahkan banyak beban pikiran.

Kepercayaan yang dikhianati

Penting untuk dicatat bahwa paranoia dapat berasal dari penyebab yang valid. Pasangan tersebut mungkin telah melanggar kepercayaan mereka, baik baru-baru ini atau di masa lalu, sehubungan dengan perselingkuhan atau faktor lain seperti keuangan atau situasi sosial. Dalam kasus ini, akan sangat membantu untuk memercayai paranoia atau naluri yang dimiliki, terutama apabila pasangan memang pernah mengkhianati kepercayaan yang diberikan.

Namun, apabila rasa ketakutan tersebut sudah cukup mengganggu keseharian dan hubungan yang dimiliki, di mana pasangan merasa risih dan terganggu karena tuduhan-tuduhan yang tidak masuk akal, mungkin masalah perihal paranoia dalam hubungan ini perlu diatasi dari diri sendiri. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi paranoia dalam hubungan:

.Ilustrasi berdamai/ Foto: Pexels
  • Pahami penyebabnya

Akan sangat membantu bagi kamu yang mengalami paranoia dalam hubungan untuk mengetahui akar dari perasaan takut yang mengganggu ini. Jika perasaan takut dan pikiran-pikiran buruk tersebut berasal dari pengalaman masa lalu, maka kamu mungkin dapat mencoba untuk berbicara dengan teman atau pasangan mengenai hal ini.

  • Identifikasi situasi pemicu

Kamu mungkin memperhatikan bahwa perasaan atau situasi tertentu dapat memicu paranoia yang dimiliki. Penting bagi kamu untuk melacak pemicu ini, sehingga kamu pun tahu apa yang harus dihindari dan diperbaiki ketika dihadapi dengan situasi yang dimaksud.

  • Jeda sebelum bereaksi

Terkadang, perasaan takut atau paranoia akan suatu hal dapat membuat seseorang bereaksi tanpa berpikir terlebih dahulu, sehingga masalah yang seharusnya dapat diselesaikan dengan mudah justru menjadi lebih rumit. Ketika hal ini terjadi, berhentilah sejenak, ambil napas dalam-dalam, pahami situasinya dan bereaksilah dengan cara yang tidak agresif.

  • Bagikan perasaan dengan pasangan

Ketika suasana sedang nyaman dan tentram, cobalah untuk berdiskusi dengan jujur dan menjelaskan apa yang dirasakan, serta sampaikan juga alasan mengapa kamu merasakan hal seperti itu. Fokuskan pembicaraan dengan apa yang kamu rasakan dengan jujur tanpa memojokkan pasangan.

  • Membangun kepercayaan

Setiap pasangan dapat melatih untuk membangun kepercayaan dalam hubungannya dengan menindaklanjuti komitmen yang dimiliki. Dengan demikian, kepercayaan pun akan semakin meningkat dan kehadiran secara emosional pun akan semakin intens.

Hindari menyerah pada paranoia

Jika kamu mendapati diri sedang dihantui oleh perasaan takut atau paranoid, usahakanlah untuk menemukan cara lain untuk menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan seperti menonton film, pergi keluar dengan teman-teman, fokus pada pekerjaan, atau kegiatan lain yang disukai.

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/DIR)