Inspire | Love & Relationship

Selera Makanan, Si Penentu Langgengnya Hubungan Asmara

Sabtu, 20 Aug 2022 14:00 WIB
Selera Makanan, Si Penentu Langgengnya Hubungan Asmara
Jakarta -

Menemukan orang tepat adalah harapan semua orang yang menjalin hubungan asmara. Namun, definisi 'tepat' setiap orang tentu berbeda-beda, misalnya cocok secara pemikiran, cara berpikir, cara menyelesaikan masalah, cocok secara karakter dan sifat, cara berkomunikasi, hingga cocok dengan selera makanan satu sama lain. Ya, percaya atau tidak, selera makanan bisa menentukan langgengnya sebuah hubungan asmara, lho!

Sebuah survei baru menemukan setidaknya 1 dari 3 orang mengaku bahwa satu perbedaan di ruang makan saja sebenarnya bisa merusak hubunganmu dengan pasangan secara keseluruhan. Kok bisa sih? Sejak lama, makanan adalah salah satu penghubung komunikasi antar manusia dan bagian integral dari hubungan apa pun. Selain itu, kamu dan pasangan juga lebih menghabiskan waktu untuk berbagi makanan, ketimbang melakukan kegiatan lainnya.

"Kamu sangat dipengaruhi oleh kebiasaan makan pasanganmu, terutama jika kamu sudah hidup bersama. Bagi banyak pasangan, makan bersama adalah bentuk bahasa cinta dan aktivitas yang bisa dianggap sebagai bagian dari waktu berkualitas," kata Craig Miller, seorang psikolog dan salah satu pendiri Academia Labs, dikutip Best Life Online.

Sementara itu, menurut pakar kesehatan Michelle Johnson Jerome, makanan memiliki arti lebih daripada sekadar memenuhi nutrisi sehari-hari. Ada aspek sosial, fisik, emosional, eksistensial, mental, dan lingkungan yang berperan setiap kali seseorang memiliki makanannya. Dengan begitu, tidak mengherankan jika pilihan makanan tertentu bisa menyebabkan masalah dalam hubungan.

Junk Food Bisa Jadi Sumber Perkara

Apakah kamu adalah tipikal orang yang senang mengonsumsi makanan junk food seperti gorengan atau sejenisnya sebagai makan malam? Jika iya, cobalah untuk mengubah hal itu. Sebab menurut studi terbaru yang dilakukan oleh OnePoll, dari survei yang dilakukan 2.000 orang di Amerika Serikat, mengungkapkan 1 dari 3 responden mengaku jika pasangan mereka terlalu banyak makan junk food dan itu merusak hubungan asmara mereka.

Menariknya, hampir setengah dari responden mengatakan bahwa mengonsumsi junk food adalah salah satu kebiasaan terburuk mereka sendiri. Ketika berbicara tentang makanan cepat saji, 49 persen responden mengatakan mereka memakannya sesekali, tetapi 38 persen tidak ingin pasangan mereka melakukan hal yang sama.

Para ahli mengatakan, ada beberapa alasan utama mengapa kebiasaan makan—khususnya junk food—bisa menyebabkan keretakan dalam hubungan romantis. Junk food merupakan makanan yang dinilai memiliki gizi yang buruk, termasuk jumlah kalori yang tinggi, dan terbuat dari bahan-bahan buruk yang pada akhirnya bisa menyebabkan obesitas.

"Salah satu pasangan mungkin merasa sadar diri tentang kenaikan berat badan mereka dan menjadi kurang percaya diri. Inilah yang bisa menyebabkan pertengkaran atau ketegangan. Atau, pasangan yang tidak bertambah berat badannya mungkin merasa kesal terhadap pasangannya, terutama jika mereka mencoba makan makanan sehat tapi pasangannya tidak," kata Greg Flemming, pendiri dan penulis di Mint Date.

Terlepas dari perbedaan dalam perspektif makanan ini dan bagaimana hal itu memengaruhi jumlah timbangan, terlalu banyak makan makanan cepat saji memiliki efek negatif pada kesehatanmu. "Selain menyebabkan pertengkaran, junk food juga bisa memengaruhi fisikmu. Misalnya, makanan tersebut bisa menyebabkan risiko kardiovaskular yang lebih buruk, yang bisa menekan keintiman. Selain itu, junk food juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi yang bisa memengaruhi kehidupan seks pasangan," tambahnya.

Komunikasikan Semuanya

Untuk menanggulangi hal ini, para ahli menawarkan beberapa saran tentang cara mengatasinya, jika hal tersebut muncul dalam hubunganmu. Jerome menekankan bahwa memberi label makanan tertentu sebagai 'sampah' lebih berbahaya bagi kesehatan, meskipun beberapa makanan mungkin memiliki nilai gizi juga, walau terbatas. Seperti kebanyakan hal, dia menyarankan mengomunikasikannya adalah cara yang tepat bila kamu sudah dalam tahap frustasi dengan pilihan makanan pasanganmu.

"Hal terbaik yang harus dilakukan adalah membicarakan harapanmu dan mengapa itu penting bagi kamu. Melakukan percakapan bukan untuk membuktikan bahwa caramu adalah yang paling benar, tetapi untuk mengungkapkan perasaanmu dan mengapa kamu memilih makanan tertentu," kata Jerome.

Ia menekankan bahwa kamu tidak bisa mengubah selera orang lain, dan mengharapkan pasanganmu berubah dengan cepat sesuai keinginanmu. Untuk itu, cobalah membuat daftar restoran yang cukup sehat hingga yang paling sehat untuk menjadi pilihan saat kalian berkencan. Jika hal itu sulit, kamu bisa mencoba untuk berbelanja dan memasak bersama pasangan. Tak hanya tubuhmu, hubunganmu pun ikut sehat.

[Gambas:Audio CXO]



(DIR/HAL)