Inspire | Love & Relationship

Dilema Menonton Film Porno Kala Sudah Punya Pasangan

Sabtu, 06 Aug 2022 16:00 WIB
Dilema Menonton Film Porno Kala Sudah Punya Pasangan
Foto: PEXELS
Jakarta -

Saat memulai suatu hubungan asmara, kamu pasti memiliki keyakinan bahwa pasanganmu adalah orang yang tak akan menyakiti hatimu. Namun ada beberapa situasi di mana banyak orang yang berpikir bahwa menonton film porno setelah mempunyai pasangan adalah suatu perselingkuhan secara tidak langsung. Hal ini pun menimbulkan dilema tersendiri, apakah menonton film porno saat sudah punya pasangan berarti mengkhianati hubungan itu sendiri?

Sebenarnya tidak ada jawaban 'hitam' dan 'putih' artinya semuanya abu-abu, tergantung bagaimana kamu dan pasanganmu membuat kesepakatan bersama dalam membina hubungan. Meskipun menonton film porno dapat menyebabkan kecanduan, namun tidak bisa dimungkiri menontonnya bisa mempengaruhi kepuasan yang dirasakan pasangan dalam hubungan mereka.

Dilansir Verywell Mind, Jaclyn Gulotta, PhD, LMHC, seorang Mediator Keluarga Bersertifikat Mahkamah Agung Florida mengatakan semuanya tergantung pada ekspektasi seseorang terhadap hubungan mereka. "Jika pasangan memiliki kesepakatan bersama mengenai penggunaan pornografi dan salah satu pasangan mengkhianati batasan itu, maka menonton film porno bisa dianggap sebagai perselingkuhan," ujarnya.

Namun pendapat ini bisa terbelah karena tidak banyak pasangan yang membahas tentang aturan menonton film porno. Janice Miles, LMFT berpikir bahwa itu tergantung pada aturan hubungan yang telah ditetapkan sejak awal. Misalnya, beberapa pasangan mendiskusikan menonton film tersebut dan setuju bahwa setiap orang bisa melakukannya sendiri atau menontonnya bersama.

Tapi bila pasangan tidak pernah mendiskusikan menonton film porno, itu bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Sebab satu orang mungkin menganggap yang lain tidak pernah melakukannya. Mereka kemudian merasa bahwa pasangannya telah berselingkuh ketika mereka mengetahuinya. Jadi bila menonton pornografi adalah pelanggaran kepercayaan dan kejujuran, maka itu bisa dianggap sebagai perselingkuhan.

Komunikasi adalah Kuncinya

Kembali lagi pada dasar langgengnya sebuah hubungan, yakni komunikasi. Meskipun menonton film porno bagi orang dewasa bukan sesuatu yang aneh atau terlarang, tapi jika pasanganmu tidak setuju, kamu bisa menyakiti hati dan emosionalnya. Gulotta mengatakan percakapan harus dilakukan secara terbuka. Berdiskusi secara terbuka dengan pasanganmu bisa membantu kalian berdua untuk berbagi perasaan.

Jika kamu mendengarkan untuk memahami pasanganmu maka kalian berdua akan merasakan tervalidasinya emosi dan merasa didengarkan. Mungkin tampak sulit dan memalukan untuk diungkapkan, apalagi bagi sebagian besar orang Indonesia, menonton pornografi bukan sesuatu yang biasa dibicarakan di ruang publik dan keluarga. Sebaiknya, mulailah dengan percakapan sederhana seperti apakah melakukannya membuat pasangan nyaman dan apa yang ia inginkan dalam hal kebutuhan akan seksualitas.

Kamu bisa mulai untuk menetapkan batasan masing-masing ketika ingin menonton pornografi, mana yang diperbolehkan, dan mana yang sudah melanggar batas. Dengan membicarakan hal ini secara terbuka, hubunganmu dengan pasangan akan lebih intim. Jangan sampai kamu menontonnya diam-diam hingga membuat perasaan pasanganmu terluka dan merasa dikhianati karena ketidakjujuranmu.

[Gambas:Audio CXO]



(DIR/HAL)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS