Inspire | Love & Relationship

Kesal dengan Sahabat Pasangan: Bilang atau Tidak Ya?

Sabtu, 09 Jul 2022 19:00 WIB
Kesal dengan Sahabat Pasangan: Bilang atau Tidak Ya?
Ilustrasi pasangan dengan sahabatnya Foto: Pexels
Jakarta -

Memperkenalkan pasangan ke lingkaran pertemanan bisa menjadi momen yang mendebarkan, sama seperti memperkenalkan pasangan ke keluarga. Sebab, kamu pasti ingin agar sahabatmu dan pasanganmu bisa akrab dengan satu sama lain. Tetapi, apa jadinya bila pasanganmu tidak menyukai sahabatmu? Atau sebaliknya, bagaimana jika kamu tidak menyukai sahabat dari pasanganmu?

Hal seperti ini mungkin sekali terjadi, dan alasannya bisa bermacam-macam. Bisa jadi, sahabatnya bersikap menyebalkan terhadapmu. Atau bisa juga, sikap pasanganmu berubah ketika sedang bersama dengan teman-temannya. Lalu, apa yang harus kamu lakukan ketika menemui situasi seperti ini? Situasi di atas bisa menimbulkan dilema. Di satu sisi, ketika sahabat pasanganmu bersikap menyebalkan kamu pasti akan merasa tidak nyaman. Tapi di satu sisi, orang yang menyebalkan ini sudah lebih dulu ada di hidup pasangan kita dan telah menjadi salah satu orang penting dalam kehidupannya. Lalu pertanyaannya, apakah kita harus berkompromi atau jujur dengan pasangan mengenai hal ini?

.Ilustrasi kesal dengan sahabat pasangan/ Foto: istock

Ketika duniamu dengan pasanganmu dan duniamu dengan teman-temanmu tidak bisa bersatu, hal ini bisa menjadi masalah. Sebab, keduanya adalah bagian penting dari kehidupanmu dan kamu tidak ingin mengorbankan salah satunya. Tetapi, menurut relationship expert April Masini, menyukai sahabat pasangan bukanlah sebuah keharusan dan wajar saja apabila ada ketidakcocokan antara kita dengan sahabat pasangan.

Bahkan, ketidaksukaan terhadap sahabat pasangan juga bisa memberi dampak yang baik. Salah satunya, ketidaksukaan kita bisa menunjukkan apabila sahabat pasangan kita memiliki toxic behaviour yang mungkin selama ini tidak disadari oleh pasangan kita. Pertemanan yang terjalin bertahun-tahun bisa membuat kita buta atau bias terhadap sikap buruk yang dimiliki oleh sahabat kita. Dengan adanya perspektif baru dari pasangan, kita bisa menjadi lebih sadar dengan dinamika pertemanan yang terjalin dengan sahabat kita.

Lalu, apa yang bisa kamu lakukan ketika kamu menemui situasi di atas? Pertama-tama kamu bisa mengatakan yang sejujurnya kepada pasanganmu. Sebab, pasanganmu harus mengetahui apa yang membuatmu tidak nyaman. Apabila pasanganmu menyayangimu, dia pasti akan mau mendengar dan memahami ketidaknyamananmu. Selain membicarakan ini dengan pasangan, di saat yang bersamaan kamu juga bisa mencoba mengenal sahabatnya lebih jauh. Coba luangkan waktu bersama mereka tanpa kehadiran pasanganmu. Barangkali dengan mengenal mereka lebih jauh, kamu bisa menemukan lebih banyak persamaan dengan mereka.

.Ilustrasi kesal dengan sahabat pasangan/ Foto: istock

Namun apabila dua cara di atas belum bisa memberikan perubahan, cara terakhir yang bisa kamu tempuh adalah menciptakan boundaries. Coba bicarakan dengan pasanganmu seberapa jauh kamu mau mentoleransi dan bertemu dengan teman-temannya. Menciptakan boundaries adalah bentuk kompromi yang bisa kamu berikan. Toh, kamu juga tidak harus menghabiskan semua waktumu bersama pasanganmu dan sahabat-sahabatnya.

Jangan biarkan kekesalan terhadap sahabat pasangan mempengaruhi hubunganmu. Sebab kalau memang sudah tidak cocok, ya berarti memang tidak cocok. Toh, kamu juga bisa memiliki kelompok pertemanan sendiri yang menjadi support system-mu dan kamu bisa memilih untuk menghabiskan waktu dengan mereka.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)