Inspire | Love & Relationship

Perangkap Abusive Relationship Yang Tak Kamu Ketahui

Rabu, 15 Jun 2022 12:00 WIB
Perangkap Abusive Relationship Yang Tak Kamu Ketahui
Jakarta -

Menjalin hubungan yang sehat dan harmonis merupakan hal esensial untuk dicapai dalam sebuah hubungan romantis. Hubungan yang toxic tentunya tidak akan menguntungkan kedua pihak dalam sebuah hubungan. Mungkin, kamu sudah paham mengenai ciri-ciri red flags yang harus dihindari dari seorang pasangan atau sebuah hubungan. Namun, masih banyak perilaku atau perlakuan dari pasangan yang tanpa kita sadari sebenarnya bersifat damaging. Berikut ini adalah perangkap dari abusive relationship yang wajib untuk kamu ketahui.

Memperhatikan setiap detail dari diri
Memang tidak bisa dimungkiri bahwa kita membutuhkan perhatian yang cukup dari pasangan. Namun terkadang, perhatian yang berlebih juga bisa menjadi perangkap dalam sebuah hubungan yang bersifat toxic. Perlakuan yang mendikte detail-detail tentang dirimu seperti kepribadian atau cara kamu berpakaian bisa jadi tidak dilandaskan atas rasa sayang, melainkan adanya rasa kepemilikan untuk mengontrol dirimu.

Mereka panik kalau kamu tidak bisa dihubungi
Kekhawatiran bukanlah sebuah hal yang buruk, namun saat kekhawatiran itu tercermin dalam jumlah yang berlebih atau tertuang dalam hal sederhana seperti amarah yang tidak terkontrol hanya karena kamu yang tidak dapat dihubungi, hal tersebut merupakan ciri-ciri hubungan yang abusive. Saat hal ini terjadi, pasangan kamu bisa saja menjadi posesif hingga sampai menghubungi orang terdekatmu untuk memaksamu merespon pada dirinya. Hal ini merupakan salah satu bentuk mikroagresi yang harus dihindari dalam sebuah hubungan.

Mereka mencoba mengatur keuanganmu
Masalah finansial merupakan salah satu hal yang masih menjadi privasi milikmu, terlepas kamu sudah menjalin hubungan dengan seseorang atau belum. Pasangan yang mulai menjajahi serba-serbi keuangan milikmu mulai dari mengatur alur masuk dan keluarnya pengeluaran finansial, meminta kartu ATM, kartu kredit, atau akses perbankan milikmu, maupun mendikte pengeluaran yang harus kamu berikan dalam hubunganmu merupakan skema abusive relationship yang jarang kamu sadari.

Mengancam kamu agar berhubungan seks demi hubungan atau kepercayaan
Seorang pasangan yang baik tidak akan memaksamu untuk melakukan sesuatu di luar kehendak dan keinginanmu. Pertanyaan seperti, "Jadi, kamu gak percaya sama aku?" dilontarkan untuk membuat kamu merasa bersalah dan meyakinkan kamu dengan cara yang manipulatif untuk memenuhi hasrat seksualnya. Remember, no is no. Menjalin hubungan seksual harus diikuti dengan persetujuan dan consent dari kedua pihak.

Jika kamu pernah atau sedang berhadapan dengan situasi-situasi yang telah dijabarkan di atas, penting untuk mengutarakan isu tersebut dan menyampaikan perasaan kamu yang sebenarnya melalui komunikasi yang efektif. Nobody wants to be trapped in an abusive relationship, anyway!

[Gambas:Audio CXO]



(HAI/DIR)

Author

Hani Indita