Inspire | Love & Relationship

Hubungan Platonik Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 26 Apr 2022 12:00 WIB
Hubungan Platonik Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup
Foto: Priscilla du Preez/Unsplash
Jakarta -

Pentingnya memiliki hubungan percintaan bukanlah hal yang aneh, apalagi ketika kita dibesarkan di lingkungan yang mementingkan menemukan "the one". Dengan adanya satu orang tersebut, hidup kita akan terasa lengkap dan sempurna. Namun kenyataannya, terkadang kita lupa ada satu lagi hubungan yang sama pentingnya dengan percintaan, yaitu hubungan platonik.

Datang dari filsuf Yunani bernama Plato yang pertama kali mendeskripsikan ide tersebut, di mana hubungan tanpa romansa dan seks antara dua orang di dalam hubungan ini memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang dapat membuat mereka menjadi manusia yang lebih baik. Hubungan platonik menjadi lebih kuat di saat dua orang mencintai, mengagumi, dan berkomitmen satu sama lain dengan memiliki minat atau perspektif yang sama. Walaupun 68 persennya berubah menjadi hubungan percintaan, tetapi hubungan platonik dianggap lebih penting karena dapat membantu membangun hubungan percintaan yang lebih sehat. Peran hubungan platonik itu sendiri untuk mengajarkan komunikasi, berkompromi, dan berbagai aspek yang penting dalam hubungan percintaan.

Terkadang kita tidak menyadari bahwa hubungan platonik ini, biasa terjadi di dalam pertemanan sangat menguntungkan kita dalam berbagai aspek. Hubungan yang tidak sekompleks percintaan, hubungan platonik itu sendiri menjadikan kita tidak terlalu khawatir jika hal-hal seperti adanya salah pengertian dalam perkataan, atau lupa akan sesuatu yang mereka harapkan kita tahu. Pertemanan platonik membuat dua individu nyaman dengan diri mereka sendiri dan keberadaan satu sama lain, tanpa adanya tekanan untuk menebak-nebak isi kepala, mengantisipasi keinginan mereka, atau takut dalam mengutarakan satu atau dua hal.

Banyak yang tidak mengerti mengapa adanya pertemanan yang sedikit posesif atau intens itu penting, di mana dua pihak harus selalu berkabar, harus menghabiskan waktu bersama, yang terkadang membuat orang-orang di sekitar kita tidak mengerti. Adanya ikatan yang tidak bisa dijelaskan di mana kita menginginkan untuk berinteraksi dengan mereka secara terus-menerus, apalagi ketika sudah dewasa dan memiliki prioritas dan kesibukan lain seperti kerja atau keluarga sendiri, kadang tidak mudah bagi sekitar untuk mengerti betapa pentingnya pertemanan di dalam keseharian kita. Interaksi dengan sahabat kita membuat kita bahagia, apalagi mereka adalah orang-orang yang melihat kita dari sudut pandang yang berbeda dari keluarga atau pasangan kita. Terkadang terasa seperti saudara kandung, tetapi teman adalah keluarga yang kita pilih sendiri dengan adanya dorongan lingkungan seperti sekolah atau tempat tinggal.

Layaknya seperti hubungan lainnya, adanya trial and error merupakan hal yang biasa. Bertengkar, berbeda pendapat, belajar untuk mengenal satu sama lain adalah proses yang ada dalam setiap hubungan. Sama seperti keluarga, pertemanan tidak mengenal kata "selesai" walaupun kadang terjadi di hubungan beberapa orang. Berbagai cara bisa dilakukan untuk menjaga hubungan tersebut, seperti jangan bergantung pada satu pihak untuk melakukan semua hal atau terus berkomunikasi walaupun tidak setiap hari. Penting juga untuk mengetahui kapan hubungan platonik harus dihentikan ketika hubungan tersebut membuat stres atau tidak bahagia, ketika satu pihak memiliki sifat negatif seperti manipulatif, tidak mendukung, atau ketika hubungan tersebut terasa tidak lagi menguntungkan dua pihak dari sisi emosional.

[Gambas:Audio CXO]



(DIG/HAL)