Inspire | Love & Relationship

Tanda-Tanda Mengalami 'Rebound Relationship'

Minggu, 13 Mar 2022 18:00 WIB
Tanda-Tanda Mengalami 'Rebound Relationship'
Jakarta -

Berakhirnya sebuah hubungan percintaan bisa meninggalkan luka yang sangat dalam bagi yang mengalaminya, apalagi kalau kamu masih belum mau berpisah dengan pasanganmu. Sebagai gantinya, kamu berusaha untuk mencari pasangan baru demi menyembuhkan luka yang lama. Sebenarnya sah-sah saja, tapi kamu harus waspada 'rebound relationship' bisa terjadi dalam kondisi seperti ini.

Dikutip dari Psychology Today, rebound relationship adalah hubungan yang terjadi ketika kamu baru saja putus dan belum benar-benar pulih (move on) dari patah hati di hubungan sebelumnya. Mungkin bahasa yang lebih familier dari istilah rebound relationship adalah 'pelampiasan'. Buat kamu yang mengikuti serial drama korea Nevertheless pasti paham dengan rebound relationship, di mana Yu Na-Bi (diperankan oleh Han So-hee) mengalami trauma pada cinta pertamanya yang berakhir buruk, tapi sudah menjalin hubungan dengan Park Jae-eon (diperankan oleh Song Kang).

Menjalin hubungan dengan orang baru memang menyenangkan, tetapi terkadang orang yang kamu kencani belum sepenuhnya melupakan hubungan mereka yang sebelumnya. Rebound relationship dapat terjadi ketika seseorang berkencan dengan orang baru tanpa sepenuhnya melupakan mantannya, dan itu bisa menyulitkan untuk membentuk hubungan yang tulus. Umumnya, rebound relationship tidak berlandaskan rasa cinta dan sayang, tetapi didasari oleh pelampiasan untuk mengobati rasa sakit hati dari hubungan sebelumnya. Maka dari itu, rebound relationship juga bisa dibilang dengan pelampiasan. Tentunya, rebound relationship ini hanya akan merugikan satu pihak saja, yaitu pihak yang mencintai dengan setulus hati.

Ketika kamu baru saja mengakhiri hubungan, maka emosi menjadi mentah dan perasaan rentan hampir selalu ada. Ketidakstabilan emosi yang muncul setelah putus terutama dari hubungan jangka panjang, membuat kamu tidak siap untuk menjalin hubungan yang baru. Tanpa waktu untuk healing, rasa sakit yang disebabkan oleh hubungan sebelumnya dapat terbawa ke dalam hubungan yang baru.

Dalam psikologi, kondisi rebound relationship bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang berada dalam kondisi emosi yang tidak stabil. Sehingga cenderung hanya membutuhkan orang lain hanya untuk pelarian setelah hubungan yang sebelumnya berakhir. Maka dari itu, untuk menghindari rebound relationship, para psikolog menyarankan untuk menjauhi hubungan serius seperti berpacaran kembali sebelum keadaan emosi benar-benar stabil.

Meskipun begitu, menurut Psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, rebound relationship tidak sepenuhnya negatif, karena rebound relationship bisa menjadi jalan untuk menemukan orang baru yang memang cocok dan sejalan. Kalau orang baru ini bisa memberikan rasa nyaman, hubungan yang sebelumnya dikatakan rebound relationship ini bisa jadi cara untuk move on dan menemukan pasangan yang benar-benar baik.

Psikolog Ikhsan juga mengatakan, ketika kamu masuk ke dalam rebound relationship, hal ini bisa menimbulkan kekecewaan dan merusak kepercayaan dalam hubungan. Perasaan negatif dan emosi dari hubungan yang lama juga bisa terbawa ke hubungan yang baru, sehingga nantinya akan menjadi lebih parah dan hubungan kamu yang baru bisa masuk ke dalam toxic relationship.

Bagi kamu sebagai pelaku rebound relationship, akan berdampak pada pasangan baru kamu seperti punya ketakutan akan penolakan, punya trust issue di hubungan selanjutnya, terlalu bergantung dengan kamu, merasa cintanya tidak terbalaskan, dan merasa kehilangan percaya diri untuk kembali memulai hubungan yang baru.

Tidak hanya pada pasangan, dampak dari rebound relationship juga bisa dirasakan oleh pelakunya seperti, punya ketergantungan pada orang lain untuk dijadikan pelarian, berkurangnya rasa empati pada orang lain, masih menyimpan rasa sakit akan hubungan terdahulu yang mengakibatkan kamu memainkan perasaan orang lain, dan kamu akan memiliki perasaan bersalah kepada pasangan baru karena kamu masih punya perasaan dengan mantan kekasih.

Psikolog Ikhsan juga menjelaskan, ada juga beberapa ciri kalau kamu sedang berada dalam rebound relationship.

1. Masih Sering Membicarakan Mantan Pasangan

Secara tidak sadar, kamu mungkin masih selalu membahas mantan pasanganmu. Mulai dari proses PDKT, pacaran, hingga putus. Kamu masih antusias membahasnya dengan gebetan baru kamu.

2. Tidak Mau Menjalin Hubungan Serius

Karena masih terbayang-bayang oleh perasaan yang dahulu, kamu menjadi sulit untuk membuka hati bagi orang lain yang menyebabkan hubungan kamu dengan gebetan baru jadi menggantung dan tidak ada kejelasan.

3. Menghubungi Hanya Ketika Kesepian

Saat merasa sepi, kamu menghubungi orang baru tersebut. Tapi ketika sedang senang dan tidak dalam kondisi galau, kamu lupa dengan orang baru tersebut. Apabila kebiasaan ini terus dilakukan, orang tersebut akan merasa dimanfaatkan.

4. Ingin Memamerkan Pasangan Baru pada Mantan

Orang yang terjebak rebound relationship biasanya memang belum sepenuhnya move on dari mantan, sehingga keinginan untuk balas dendam bisa muncul kapan saja. Update foto bareng sama pasangan baru di media sosial dengan tujuan untuk pamer ke mantan kamu bisa juga menjadi tanda kalau kamu sedang menjalani rebound relationship.

5. Tidak Dibawa ke Lingkungan Pertemanan

Karena hubungan yang kamu jalani sekarang tidak dianggap serius, kamu pun tidak ingin membawa pasangan barumu ke circle pertemananmu. Bahkan, orang yang terjebak dalam rebound relationship biasanya memilih untuk menghabiskan waktu dengan teman-temannya ketimbang dengan pasangannya sendiri.

Psikolog Ikhsan juga memberi saran buat kamu yang sedang patah hati dan berniat untuk menjalani hubungan baru. Sebelum kamu memulai hubungan yang baru, kamu sangat disarankan untuk mengikhlaskan hubunganmu yang sebelumnya. Hal ini beralasan, seseorang pada fase rebound relationship akan sulit untuk memiliki komitmen karena kondisi emosional yang belum stabil dan belum sepenuhnya sembuh untuk siap menjalani hubungan baru. Sebelum kamu memulai lagi hubungan yang baru, sekali lagi pastikan semua luka lama sudah hilang agar kamu tidak menyakiti orang lain.

[Gambas:Audio CXO]



(PUA/HAL)