Inspire | Love & Relationship

Pentingnya 'Jarak' dalam Sebuah Hubungan

Kamis, 17 Feb 2022 11:00 WIB
Pentingnya 'Jarak' dalam Sebuah Hubungan
Jakarta -

Saat kita memulai hubungan cinta dengan seseorang, kita tentu ingin jalinan tersebut bisa bertahan lama, sampai pernikahan bahkan tua nanti. Boleh-boleh saja bila kita berpikir mencintai seseorang artinya kita harus siap sedia 24/7 untuk menemaninya, dan begitu pula sebaliknya.

Namun nyatanya, terlalu sering bersama dengan orang yang kamu cintai   bahkan jika ia adalah suami atau istrimu sendiri   dapat membuat hubungan tersebut tidak sehat dan berpotensi menuju perpisahan. Apalagi ketika kita sudah menikah, melihat suami atau istri setiap hari mungkin akan merasakan kebosanan.

Bagi saya yang baru saja menikah, memang menyenangkan melihat orang yang saya cintai setiap hari, tapi bila terlalu sering hingga tidak ada waktu untuk menyendiri atau berinteraksi dengan orang lain, saya cukup bosan. Selain itu, bila kamu kurang menghabiskan waktu dengan diri sendiri atau 'me time', kamu mungkin sulit untuk memproses pikiran, sehingga melupakan bahwa kamu juga perlu bahagia.

Kita sebagai makhluk sosial, cenderung mendambakan interaksi, tapi saat sudah banyak suara-suara orang yang dapat mempengaruhi pikiran, kita harus memiliki waktu menyendiri. Dan itu, tak salah.

'Me Time', Cara Meningkatkan Kualitas Diri

Menurut sebuah penelitian terbaru, 41 persen mereka yang menjalin hubungan romantis akan meninggalkan pasangannya jika mereka tidak diizinkan untuk memiliki me time. Ya, memang me time sangat penting agar kamu tidak kehilangan dirimu sendiri karena terlalu fokus pada pasanganmu. Dalam hubungan romantis, memastikan setiap orang masih mengenal dirinya sendiri, akan membuat hubungan tersebut semakin harmonis.

"Waktu sendiri itu sehat, terutama dalam hubungan. Sangat penting untuk 'mengisi ulang', memusatkan kembali, terhubung dengan diri sendiri, dan mampu menunjukkan hubungan sepenuhnya," kata Joanna Townsend, seorang pelatih kehidupan dan psikoterapis di Washington DC, dikutip Bustle.

Coba pikirkan, saat kamu masih PDKT dengan pasanganmu, mungkin ada hal-hal yang membuatnya tertarik denganmu. Misalnya, kamu yang memiliki banyak pengalaman menarik di luar sana, mempunyai jiwa yang bebas, hingga menjadi mandiri, mungkin salah satu daya tarik. Me time akan memberikan kamu kesempatan untuk mengembangkan lagi pengalamanmu, ide, dan pemikiran baru agar kualitas dirimu semakin meningkat, serta terhindar dari pribadi yang membosankan.

Meskipun kita dan pasangan sama-sama saling mencintai, bukan berarti kita harus terus bersama. Kamu perlu berfungsi sebagai dua orang independen yang saling mencintai, bukan ke mana pun pasanganmu pergi, kamu harus ikut dengannya, hanya karena kamu tidak punya kegiatan lain. Jadi bila hubunganmu dalam lingkup yang sehat, pasanganmu pasti memahami kebutuhanmu sebagai seorang individu dan membiarkanmu untuk memiliki waktu sendiri, bersantai, dan dekompresi.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh OnePoll menunjukkan bahwa me time setidaknya 51 menit per hari atau sekitar 6 jam per minggu adalah waktu yang pas. Adapun cara terbaik untuk menjaga jarak menurut penelitian tersebut adalah menonton TV atau film seharian, membaca buku, mendengarkan podcast, dan berolahraga.

'Me Time' yang Sehat untuk Hubungan

Meski begitu, kamu harus tetap memperhatikan batas mana me time itu masih wajar. Jangan sampai terlalu lama dalam kesendirian membuat kamu lupa untuk kembali bersama pasanganmu, jadi, kenali ciri-ciri me time yang sehat.

Pertama, kamu dan pasangan sama-sama harus menyeimbangkan waktu sendiri dengan waktu berpasangan. Jangan sampai terlalu sering sendiri, membuat kamu nyaman. Kedua, terbukalah tentang apa yang kamu butuhkan saat kamu ingin diberikan ruang oleh pasangan. Ketiga, mintalah pengertian pada pasanganmu bila kamu adalah seorang yang introvert, artinya kebutuhan untuk me time akan jauh lebih lama.

Keempat, pastikan hubunganmu tetap menjadi prioritas. Lalu kelima, bangun komunikasi kembali dengan pasangan setelah me time berakhir, seperti bercerita kegiatan apa saja yang dilakukan selama me time masing-masing. Dengan cara-cara inilah, waktumu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan diri kembali menjadi lebih baik tanpa harus mengorbankan hubungan.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/HAL)