Inspire | Human Stories

Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang: Kenali Keinginan dan Ambisi Diri

Senin, 30 Jan 2023 19:42 WIB
Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang: Kenali Keinginan dan Ambisi Diri
Foto: Cipta Nugraha
Jakarta -

Usai menggelar live talkshow di Kota Surabaya, Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage berbagi keseruan dan kemeriahannya juga di Kota Malang. Obrolan penuh insight yang dibawakan Putri Tanjung ini sukses dilaksanakan di UMM Theater, UMM Dome, Sabtu (28/1) lalu.

Meskipun Kota Malang diguyur hujan seharian, tak menyurutkan antusiasme penonton yang ingin mendengar perjalanan hidup para narasumber yakni Emil Elestianto Dardak, Nicholas Saputra, dan Neneng Goenadi yang penuh dengan inspirasi bagi generasi muda. Bagi kamu yang tidak mendapatkan kesempatan langsung menyaksikan live talkshow tersebut, CXO Media merangkum keseruan dari Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang!

Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang: Kenali Keinginan dan Ambisi DiriEmil Dardak/ Foto: Cipta Nugraha

Emil Dardak: Merancang Hidup Sejak Muda hingga Jadi Sosok Pemimpin Daerah

Sesi pertama Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Kota Malang dibuka oleh obrolan seru antara Putri Tanjung dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Dalam perbincangan tersebut, Emil berkisah tentang dirinya yang telah merancang hidup dan memahami apa yang ingin dia lakukan di masa depan sejak usia 14 tahun.

Tidak seperti hari ini-menjabat sebagai pemimpin daerah-Emil kecil memiliki cita-cita sebagai seorang ilmuwan karena terinspirasi dari film Back to The Future. Sejak saat itu, ia pun berjuang untuk mendapatkan berbagai beasiswa untuk sekolah, sampai akhirnya ia mulai berkuliah di usia yang sangat belia-yakni 16 tahun.

"Dulu tuh kalau kita masih remaja, kita bayanginnya 10 tahun ke depan mau jadi apa. Saya realistic person, tapi di-planning. Saya pingin banget sekolah di luar negeri, karena kayaknya asyik. Akhirnya apply beasiswa dari sekolah menengah dan dapat. Saya percaya kalau tidak dirancang, tidak akan sampai sana," ujarnya.

Namun seiring berjalannya waktu, Emil yang kala itu masih menempuh pendidikan, tidak sama sekali terpikir untuk menjadi seorang pemimpin-apalagi pemimpin daerah. Pada masa tersebut, ada banyak pemikiran skeptis tentang dunia politik. Namun, ada satu masa Emil mencoba untuk terjun di dunia politik, tapi ia tidak ingin menjadi pemimpin di kota, melainkan di daerah.

Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang: Kenali Keinginan dan Ambisi DiriEmil Dardak/ Foto: Cipta Nugraha

"Menarik ternyata pekerjaan sebagai bupati, walikota. Saya jadi punya perspektif berbeda. Dulu saya pikir mereka bilang politik itu keras dan makan hati terutama di perkotaan, dan menurut saya lebih meaningful di desa. Akhirnya saya pilih Trenggalek, kota kampung halaman saya," ujar Emil.

Selama menjabat sebagai kepala daerah, Emil mengaku merasakan berbagai dinamika politik yang bermacam-macam. Namun sebagai seorang pemimpin, ia adalah seseorang yang tidak ambil pusing tentang berbagai sindiran netizen dan tetap fokus untuk memberikan solusi mengenai daerahnya.

Menurutnya sebagai seorang pemimpin, ia harus lebih bijak untuk menanggapi cercaan hingga kritikan pedas dari warganya. Ia pun tidak pernah memikirkan diksi yang diambil untuk mengkritiknya, melainkan hanya fokus pada konteksnya. "Publik harus tahu kalau pemimpinnya itu sefrekuensi. Kita harus menjadi keduanya, pemimpin birokrasi dan pemimpin warga," kata Emil.

Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang: Kenali Keinginan dan Ambisi DiriNicholas Saputra/ Foto: Cipta Nugraha

Memahami Keinginan Diri Sendiri ala Nicholas Saputra

Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang semakin riuh ketika aktor ikonik Nicholas Saputra memasuki ruang teater. Bagaimana tidak, aktor yang dikenal lewat film-filmnya yang sukses ini, sangat jarang menampilkan dirinya di hadapan publik. Tak heran jika Niko menjadi salah satu pembicara yang paling ditunggu-tunggu.

Pada obrolannya bersama Putri Tanjung, tampak pembawa acara Ngobrol Sore Semaunya itu tampak gugup karena kharisma seorang Nicholas Saputra. Meski begitu, perbincangan singkat itu pun tetap berjalan penuh makna, apalagi ketika Niko berkisah tentang kehidupannya yang sedikit banyak orang tahu tersebut.

Sebagai seorang aktor, Niko memang dikenal sangat sedikit mengambil judul film. Hal ini bukan tanpa alasan sebab orang tuanya yang sangat mementingkan pendidikan membuat Niko harus bisa mengatur waktu antara pendidikan yang ditempuhnya dengan kecintaannya terhadap film.

"Waktu kecil saya dilarang untuk menjadi atlet, jadi musisi karena takut berpengaruh ke pendidikan. Tapi ke sininya, waktu SMA bisa menyeimbangkan antara sekolah, saya main film dan saya buktikan bahwa waktu saya main film nilai saya lebih bagus," ujar Niko.

Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang: Kenali Keinginan dan Ambisi DiriNicholas Saputra/ Foto: Cipta Nugraha

Berbeda dengan aktor-aktor pada umumnya, Nicholas tidak terlalu terpengaruh untuk memainkan banyak film. Hal itu bukan tanpa alasan, kesibukannya sebagai seorang mahasiswa arsitektur saat itu membuat dirinya hanya mengambil 1 judul film setiap tahun.

Ia hanya akan memilih film sesuai dengan keinginan dan Niko juga akan memberikan yang terbaik untuk menjalaninya. Meski sudah tidak berkuliah lagi, kebiasaannya tersebut tidak akan hilang, sebab ia mengatakan bahwa ia tahu apa yang diinginkan dalam hidup,

"Saya bukan tipikal orang yang nyaman dalam zona nyaman saya. Bahkan saya lebih nyaman di zona yang tidak nyaman untuk saya," tutur Niko. Ia pun tidak ambil pusing dengan hal-hal yang banyak dilakukan orang seperti memiliki citra diri yang dibentuk sedemikian rupa. Bagi Nicholas, kebebasan adalah kebahagiaan.

Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang: Kenali Keinginan dan Ambisi DiriNeneng Goenadi/ Foto: Cipta Nugraha

Neneng Goenadi: Perempuan Boleh Berambisi

Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang pada sesi ketiga bersama dengan Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, tak kalah serunya dengan dua pembicara lainnya. Meski berjalan dengan singkat, namun percakapan Putri Tanjung dengan Neneng cukup memberikan kesan mendalam bagi para penonton.

Pembicaraan itu dibuka dengan fakta bahwa Putri Tanjung merupakan sahabat dari Neneng. Meskipun tak bisa dimungkiri jarak usia antara keduanya memang jauh, tapi hal tersebut tidak memengaruhi kedekatan mereka di panggung Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage.

Neneng pun bercerita bahwa bekerja lebih dari 20 tahun di berbagai bidang dan sektor membuat dirinya memiliki pengalaman berharga sebagai seorang individu dan perempuan. Banyak orang di sekitar Neneng yang meremehkan pengalaman dan kontribusinya dalam pekerjaan karena ia adalah seorang perempuan.

Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang: Kenali Keinginan dan Ambisi DiriNeneng Goenadi/ Foto: Cipta Nugraha

Namun, ia memutus mitos tersebut dan membuktikan bahwa perempuan juga harus punya andil untuk menjadi seorang pemimpin. "Kalau saya dari dulu, anaknya cuek. Aku nggak pernah ngerasain adanya perbedaan (laki-laki dan perempuan). Kalaupun ada perbedaan, perempuan itu sendiri yang takut, padahal santai saja," paparnya.

Menurut Neneng, perempuan itu sendiri harus membuka kesempatannya sendiri dan jangan takut untuk memulai. Intinya harus percaya pada diri sendiri. "Yang banyak ditakutkan perempuan itu sebenarnya adalah takut dibilang ambisius. Jangan, santai saja. Kebanyakan perempuan itu sering mikirin orang yang dipikirin, ini mitos yang harus dilawan," ujar Neneng.

Nah itulah rangkuman keseruan Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Malang yang menjadi penutup live talkshow ini. Buat kamu yang tidak sempat datang di Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage Surabaya maupun di Malang, nantikan episode-episodenya hanya di YouTube CXO Media dan cxomedia.id! Sampai jumpa di Ngobrol Sore Semaunya Live on Stage di kota-kota berikutnya!

(DIR/alm)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS