Inspire | Human Stories

Jacinda Ardern dan Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Sosoknya

Selasa, 24 Jan 2023 18:00 WIB
Jacinda Ardern dan Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Sosoknya
Jacinda Ardern Foto: Getty Images
Jakarta -

Jacinda Ardern belum lama ini resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri Selandia Baru dan menyatakan ingin lepas dari dunia politik yang telah membesarkan namanya. Pengunduran diri perdana menteri termuda di Selandia Baru itu cukup mengagetkan publik, mengingat Ardern dikenal sebagai pemimpin perempuan yang humanis dan selalu dicintai oleh warganya.

Namun kecintaan masyarakat terhadap dirinya sepertinya tidak bisa membuat Ardern mempertahankan kepemimpinannya. Dilansir News.com.au, keputusan Ardern mengundurkan diri adalah karena kelelahan mental selama bergelut di dunia politik Selandia Baru. Ia pun mengatakan alasannya melepaskan jabatan sebagai orang nomor satu di negara itu adalah karena Ardern merasa tak lagi kompeten menjadi pemimpin.

"Saya meninggalkan [posisi ini] karena dengan pekerjaan istimewa seperti ini terdapat juga tanggung jawab besar. Tanggung jawab untuk mengetahui kapan kamu adalah orang yang tepat untuk memimpin dan juga ketika kamu tidak. Saya juga manusia. Saya telah memberikan sebanyak yang saya bisa selama saya bisa, dan bagi saya inilah saatnya [melepas jabatan]," ujar Ardern.

Kini Ardern memiliki sisa waktu 2 minggu lagi memimpin Selandia Baru sebelum ia benar-benar melepas jabatannya. Selama 5 tahun menjabat, Ardern adalah seorang pemimpin yang meninggalkan kemajuan untuk negaranya dan dikenal sebagai orang yang berada di garda terdepan untuk menopang Selandia Baru ketika semua negara runtuh akibat COVID-19 dalam 4 tahun terakhir.

Usahanya perempuan yang menjadi perdana menteri di sejak umur 37 tahun itu pun menjadi inspirasi para perempuan di negaranya bahkan dunia. Nah inilah hal-hal yang bisa kita pelajari dari sosok seorang Ardern.

.Jacinda Ardern/ Foto: Getty Images

1. Selalu Tenang Walau di Bawah Tekanan

Selama memimpin, Ardern dikenal sebagai sosok yang tenang menangani segala persoalan di negaranya. Mulai dari masuknya virus COVID-19 sampai penanganan bencana gempa bumi 5,8 skala richter yang menghantam Selandia Baru beberapa tahun lalu.

Berkat ketenangan dan penanganan yang terstruktur, Selandia Baru dicanangkan sebagai salah satu negara yang sukses meminimalisir korban jiwa akibat COVID-19. Saat itu, Ardern sangat tegas untuk menutup akses keluar-masuk Selandia Baru dan memperkuat kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk penanganan dari hulu ke hilir.

Hasilnya, ketika terjadi ledakan pasien di berbagai negara di seluruh dunia, Selandia Baru adalah satu-satunya negara yang memiliki jumlah pasien paling sedikit. Ketenangan Ardern juga teruji ketika Selandia Baru dilanda gempa 5.8 SR, ia membuat siaran langsung di gedung parlemen yang juga terdampak gempa dan memastikan kepada para warganya untuk tetap tenang serta mengikuti arahan pemerintah.

2. Menghargai Hal-hal Kecil

Salah satu warisan kepemimpinan Ardern adalah pilihannya untuk mengenakan hijab sebagai tanda penghormatan dan inklusi saat bertemu dengan para pelayat serangan teroris Masjid Christchurch pada 2019 silam. Ardern sadar betul tindakan kecilnya itu merupakan sebuah bentuk simpati kepada para korban dan keluarga yang terdampak, serta contoh pemimpin yang menghargai keberagaman negaranya.

Peristiwa ini pun menjadi momentum Selandia Baru mengesahkan undang-undang yang melarang jenis senjata semi-otomatis yang paling mematikan. Selandia baru kemudian menerapkan skema buyback yang dijalankan oleh polisi dan menghancurkan lebih dari 50.000 senjata api.

.Jacinda Ardern/ Foto: Getty Images

3. Tak Melupakan Keluarga

Sebagai pemimpin perempuan, Ardern juga kerap mendapatkan diskriminasi gender di mana ia sempat dikritik karena memiliki anak di tengah masa kepemimpinannya. Para misoginis di Selandia Baru menganggap ketika Ardern menjadi ibu, ia tidak lagi kompeten untuk memimpin negaranya-sebab, fokusnya akan terbagi antara keluarga dan negara.

Namun Ardern membuktikan bahwa perannya menjadi ibu tidak akan mempengaruhi pekerjaannya sebagai pemimpin negaranya. Meski sibuk merawat negaranya, ia pun tak lupa meluangkan waktu dengan keluarga. Terbukti pada Juni 2022, ia berbagi gambar kue ulang tahun putrinya, Neve, di media sosial layaknya seorang ibu biasa memamerkan apa yang diberikannya untuk anak kesayangannya.

4. Konsisten dan Bisa Dipercaya

Sejak awal kepemimpinannya, Ardern terus mengeluarkan kebijakan yang pro rakyat dan mementingkan masa depan generasi-generasi selanjutnya di Selandia Baru. Setiap penampilannya di publik maupun konferensi pers, Ardern dengan konsisten menunjukkan dia setia pada nilai-nilai kepemimpinannya.

Tak hanya itu, Ardern pun terus mempertahankan kepercayaan publik kepadanya dengan niat tulus, integritas tinggi, dan kompetensi dirinya untuk memajukan negaranya. Alasan Ardern begitu dicintai adalah kejujuran dan ketulusannya untuk terus membantu rakyat hingga akhir masa jabatannya.

5. Rendah Hati dan Sadar Diri

Pengunduran diri Ardern dan memutuskan tak lagi maju dalam pemilihan perdana menteri Selandia Baru menjadi bukti bahwa dirinya sadar diri kemampuannya tak lagi bisa memimpin negara berpenduduk sekitar 5 juta jiwa tersebut. Ia pun merefleksikan dirinya bahwa tidak lagi mampu memimpin dengan adil dan mencapai limitnya.

Itulah beberapa hal yang mungkin bisa dipelajari dan menginspirasi kita sebagai individu yang lebih baik lagi. Jacinda Ardern adalah salah satu sosok pemimpin yang sulit terlupakan di era modern hari ini. Gaya kepemimpinannya yang humanis namun tetap tegas akan terus dikenang oleh rakyat   bahkan dunia.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/alm)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS