Inspire | Human Stories

25 Juni 1936: Lahirnya Sang Pecinta Teknologi

Sabtu, 25 Jun 2022 17:00 WIB
25 Juni 1936: Lahirnya Sang Pecinta Teknologi
Jakarta -

Parepare, 25 Juni, 86 tahun yang lalu, seorang teknokrat paling genius yang pernah dimiliki Indonesia lahir ke dunia. Namanya Bacharuddin Jusuf Habibie, anak dari sepasang Jawa-Gorontalo yang terwariskan rasa cinta dan kasih sayang, khususnya pada bidang ilmu pengetahuan. Rudy Habibie   begitu nama kecilnya, merupakan seorang kutubuku yang gemar terhadap segala hal berbau teknologi.

Semenjak diamanatkan almarhum papanya untuk mengenyam pendidikan setinggi langit, Habibie tumbuh sebagai pelajar yang gigih. Ia bahkan menyebrang ke tanah Jawa demi melanjutkan sekolahnya, hingga terbang menuju Technische Hochschule Aache, Jerman demi mendalami ilmu Aeronautika.

Di Jerman, Habibie sukses belajar dengan cemerlang; memperoleh gelar Doktoringenieur; memimpin sebuah pabrik pesawat; hingga mewariskan banyak ilmu penerbangan yang bermanfaat. Sekembalinya ke Indonesia, Habibie turut mewujudkan buah cintanya pada teknologi dengan membidani industri pesawat terbang pertama milik Indonesia.

Puncaknya terjadi ketika Habibie bersama PT Dirgantara Indonesia melahirkan pesawat N250 "Gatotkaca", yang menjadi pesawat pertama buah tangan Ibu Pertiwi. Kemudian, selain sukses menyodorkan banyak inovasi pada pesawat udara, kecintaan Habibie terhadap teknologi transportasi juga dapat dilihat dari segudang koleksi kendaraan pribadi miliknya yang berkilau.

Bahkan bisa dibilang, mantan Presiden ke-3 Indonesia ini adalah kolektor motor dan mobil canggih kelas kakap. Di dalam garasinya, sederet kendaraan roda empat paling langka dan mewah terparkir mempesona. Kebanyakan adalah seri mobil sport buatan Jerman, seperti Mercedes Benz atau BMW.

Salah satu koleksi almarhum Eyang Habibie yang paling mencuri perhatian adalah Mercedes Benz 300 SL Gullwing. Mobil sport ini merupakan seri Mercy pertama yang menggunakan pintu gullwing alias yang dibuka secara vertikal. Meski parasnya terbilang klasik, mobil keluaran tahun 50an ini memiliki performa yang mumpuni dengan mesin enam silinder dan sanggup mencapai kecepatan 260km/jam.

.Gullwing/ Foto: Instagram

Koleksi lain yang juga mendapat perhatian adalah Mercedes-Benz 600 Pullman. Sebab pada masanya, mobil ini merupakan suatu simbol kemewahan dan kerap dipakai oleh para pemimpin yang berpengaruh di dunia seperti Imelda Marcos hingga Saddam Hussein. Tak hanya itu, mobil tersebut juga dilengkapi berbagai fitur yang memanjakan penumpang. Yang lebih istimewa, Mercy 600 Pullman milik Eyang disebut sebagai satu-satunya unit yang ada di Indonesia dari 427 lainnya yang tersebar di seluruh dunia.

.Pullman/ Foto: Instagram


Selain dua Mercy barusan, koleksi garasi almarhum Eyang Habibie juga dihiasi Roadster dua pintu, BMW Z1. Mobil sport satu ini disebut sebagai salah satu yang terunik karena dilengkapi pintu elektris yang bergeser turun ke bawah hingga memiliki panel body yang bisa dibongkar pasang. Kabarnya, Z1 miliknya itu adalah satu dari dua unit BMW Z1 di Indonesia, dari total 8.000 unit di dunia.

.BMW/ Foto: Instagram

Rudy Habibie memang pantas disebut sebagai pecinta kecanggihan transportasi. Karena selain mampu memproduksi pesawat dan mengoleksi mobil berharga, beliau juga gemar bermotoran. Hal ini pun bisa dilihat dari sejumlah koleksi motor gede di garasi miliknya, mulai dari Harley Davidson Softail Springer, Harley Davidson Badboy, hingga Suzuki VS400 Intruder-yang dipakainya membonceng Pak Harto mengeliling istana.

[Gambas:Audio CXO]



(RIA/DIR)