Inspire | Human Stories

Terima Kasih, Greysia Polii!

Senin, 13 Jun 2022 16:51 WIB
Terima Kasih, Greysia Polii!
Foto: Bwf.official/Instagram
Jakarta -

Greysia Polii, salah satu bintang bulu tangkis Indonesia resmi menggantung raketnya pada Minggu (12/06/2022) kemarin, lewat acara 'Greysia Polii Testimonial Day' yang dilangsungkan di Istora Senayan, Jakarta.

Pada acara 'Testimonial Day' tersebut, sang peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu pamit undur diri kepada publik bulu tangkis dunia dengan cara yang meriah nan mengharukan. Perjalanan panjangnya selama 3 dekade di dunia bulu tangkis memang pantas untuk dirayakan dan dikenang, terlebih oleh segenap pecinta bulu tangkis Tanah Air.

"Tentunya ini perjalanan panjang. Dibutuhkan waktu 30 tahun untuk mencapai semua yang dicita-citakan dari kecil. Dan, itu tak terlepas dari dukungan masyarakat Indonesia, keluarga, dan teman-teman yang ada di sini," tutur Greysia.

"Jadi, itu yang membuat saya merasa kadang tidak pantas ada di sini, tapi saya betul-betul berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan atas semua yang diberikan kepada saya," lanjutnya seraya membendung air mata haru.

Greysia Polii sendiri adalah salah satu atlet bulu tangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Sosok berusia 34 tahun tersebut bahkan menjadi satu-satunya pemain putri Indonesia yang mengoleksi medali emas di seluruh ajang olahraga multi-event, sekaligus menjadi peraih medali emas Olimpiade dengan usia tertua, yakni 33 tahun 256 hari.

Greysia PoliiGreysia Polii/ Foto: @Greyspolii/Instagram

Sekilas Perjalanan Cemerlang Greysia Polii

Lahir di Jakarta pada 11 Agustus 1987. Greysia Polii dikenal sebagai pemain bulu tangkis Indonesia pada sektor ganda putri dan juga ganda campuran. Pemain berdarah Minahasa tersebut mengawali karir bulu tangkisnya pada tahun 1995 di klub Jaya Raya, Jakarta, dan memulai perjalanannya bersama Pelatnas pada tahun 2003 silam, di bawah bimbingan pelatih Richard Mainaky dan Aryono Miranat.

Sepanjang karirnya, Greysia sempat mengalami pasang-surut. Bahkan, wacana 'gantung raket' bagi Greysia Polii telah tercetus beberapa kali, seperti pasca kekalahannya di Olimpiade London 2012 lalu. Meski demikian, berkat sikap pantang menyerah dan mental yang sekuat baja, Greys (panggilan akrab Greysia Polii) justru berhasil bangkit dari keterpurukan dan tampil bersinar.

Selama berkiprah bagi Indonesia di ajang Bulu Tangkis Dunia, Greys sendiri terbilang sebagai pemain dengan koleksi medali yang mentereng. Sejak awal debutnya pada 2003 lalu, Greys menyumbangkan total sekitar 28 medali bagi tim Merah Putih, dengan 4 emas, 9 perak, dan 15 perunggu. Kemudian, Greys juga sukses memenangkan 6 Tur Dunia BWF, dan 2 kali menjadi runner-up; menjuarai 3 superseries BWF dan 6 kali runner-up; hingga mengoleksi 5 gelar Grand Prix BWF dan 6 kali runner-up.

Pencapaian tertingginya terjadi ketika Greysia Polii bersama Apriyani Rahayu, berhasil membawa pulang emas pertama bagi Indonesia di sektor ganda putri Olimpiade Tokyo, 2020 lalu. Medali emas tersebut juga melengkapi 3 emas yang dikoleksi Greys sebelumnya, yaitu emas sektor Ganda Putri Asian Games Incheon 2014 (bersama Nitya Maheswari), emas SEA Games Filipina 2019 (bersama Apriyani Rahayu), dan medali emas beregu putri SEA Games Nakhon Ratchasima tahun 2007 silam.

Selain itu, istri dari Felix Djimin ini juga pernah mencatatkan diri sebagai pemain ganda putri elit dunia, dengan beberapa kali menempati peringkat di atas 5 besar. Mulai dari mencapai peringkat 2 dunia bersama Nitya Maheswari, menduduki peringkat 3 dunia bersama Apriyani Rahayu, hingga bercokol di posisi 5 dunia bersama Meiliana Jauhari. Belum henti di sana, perjalanan Greysia Polii sebagai atlet bulu tangkis juga digelimangi oleh sejumlah penghargaan individual bergengsi. Seperti best couples versi BWF dan KONI 2021 lalu, Google Year In Search 2021, dan sejumlah pencapaian membanggakan lainnya.

Greysia Polii dan Prestasi GemilangnyaGreysia Polii dan Prestasi Gemilangnya/ Foto: @Greyspolii/Instagram

***

Tiada kata yang lebih pantas untuk disampaikan kepada seorang Greysia Polii selain "Terima Kasih". Ya, walaupun beribu terima kasih rasanya belum cukup untuk membayar segala jasa-jasanya, setidaknya, masyarakat pecinta bulu tangkis Tanah Air tahu dan memastikan, bahwa seorang Greysia Polii akan selalu dikenang sebagai pemain bulu tangkis Indonesia yang gemilang. Terima Kasih, Greysia Polii, Pahlawan Merah-Putih.

[Gambas:Audio CXO]



(RIA/HAL)