Inspire | Human Stories

Perkenalan dengan: Roleplayers

Kamis, 24 Mar 2022 15:00 WIB
Perkenalan dengan: Roleplayers
Jakarta -

Media sosial memang sudah melekat di kehidupan sehari-hari para generasi muda. Jadi tidak heran bila mereka menghabiskan banyak waktu untuk berinteraksi dengan sesama atau hanya sekadar membuat postingan di platform yang tersedia. Di media sosial itu sendiri juga terdapat berbagai jenis komunitas dengan minatnya masing-masing yang dapat kita jumpai. Komunitas terbesar yang kini cukup merajalela adalah para penggemar K-POP atau yang biasa dikenal dengan K-Popers. Tidak heran bila kita dapat dengan mudah mendapatkan berbagai informasi yang berhubungan dengan boygroup atau girlgroup ternama di macam-macam platform.

Selain bertukar informasi perihal grup favoritnya melalui fanbase-fanbase tertentu, para K-Popers juga ternyata dapat bertukar informasi mengenai idolanya sambil bermain. Ya, roleplaying atau bermain peran kini sudah menjadi hal yang tidak asing lagi untuk didengar, terlebih lagi untuk para K-Popers. Namun, bermain peran seperti apa yang dimaksud, ya?

Roleplaying atau bermain peran dalam arti umum merupakan sebuah perubahan perilaku seseorang untuk berperan menjadi orang lain secara sadar untuk mengisi peran sosial, atau hanya sekadar memerankan peran yang diadopsi olehnya. Meskipun roleplaying dapat menggunakan peran siapapun yang diminati, mayoritas Roleplayer atau yang biasa disebut RP ini penuh dengan fans K-POP yang menyamar menjadi idolanya dan berperilaku layaknya mereka memang benar-benar artis yang sedang berkegiatan sebagai bintang ternama.

Banyak yang mengatakan bahwa bermain RP sangatlah mudah, karena mereka hanya perlu memasang profil artis yang diidolakan, mulai dari username, display name, hingga foto profil. Setelah itu kamu hanya perlu membuat postingan yang sesuai dengan kegiatan artis yang kamu jadikan face claim. Tidak hanya sampai sini saja, mereka pun juga bisa berinteraksi dengan sesama Roleplayer yang bermain peran menjadi artis lainnya. Jadi dapat dikatakan, Roleplayer atau RP ini merupakan permainan anonymous karena mereka tidak dapat mengetahui siapa orang dibalik akun lainnya yang berperan menjadi artis-artis tersebut.

Sebenarnya cara ini cukup efektif dalam hal memperkenalkan sekaligus mempromosikan karya yang dimiliki artis tersebut kepada orang-orang di media sosial secara tidak langsung. Mereka yang bermain RP dan memberikan informasi tentang aktivitas terbaru artis-artis yang mereka perankan dapat membuka wawasan baru untuk sesama RP mengenai artis tersebut. Sebenarnya, banyak hal lainnya dalam permainan satu ini yang dapat dieksplorasi. Maka dari itu, saya sudah mewawancarai beberapa teman saya yang kini masih aktif dalam bermain RP untuk memberikan pandangan dan opininya atas permainan ini.

Pertanyaan pertama yang saya lontarkan kepada mereka adalah mengenai awal mula terjun ke dalam dunia Roleplayer. Banyak dari mereka yang mengaku bahwa awal mereka mengetahui dan mulai untuk bermain RP berada pada tahun 2011 hingga 2014 dan masih berlanjut sampai sekarang. Rata-rata dari mereka pun memiliki alasan yang hampir sama mengenai alasan utama untuk bermain peran di media sosial, yaitu penasaran dan coba-coba saja.

Salah satu dari mereka, Jennie (bukan nama asli) menjawab, "Awal mula gue main RP, tuh, sekitar 2012. Awalnya gue main di Facebook, karena gue Smashblast (sebutan fans SMASH) dan enggak sengaja ngeliat ada PJ 7icons pacaran sama Bisma SMASH, terus ngeliat lagi ada PJ lainnya pacaran sama Rafael SMASH, ternyata itu RP. Mulai dari situ gue cari tahu lebih lanjut dan akhirnya ikutan main RP Korea di Twitter, eh keterusan sampai sekarang gak udah-udah." Dari jawaban Jennie, kita dapat mengetahui bahwa dengan bermain RP pun mereka dapat memiliki pacar online yang sesama pemain RP. Walaupun hanya sebatas virtual dan terkesan seperti hubungan LDR pada umumnya.

Berpacaran dengan sesama RP memang suatu hal yang sudah umum di kalangan ini, bahkan mereka juga mengatakan bahwa ada beberapa pihak yang memberikan fasilitas untuk memberikan jasa sewa pasangan atau Boyfriend Rent. Berdasarkan penjelasan Leia, (bukan nama asli) Boyfriend Rent adalah menyewa pacar selama periode tertentu untuk memberikan afeksi.

Tidak hanya sekedar chatting, Rara (bukan nama asli lagi) juga menjelaskan bahwa Boyfriend Rent yang virtual ini juga bisa memberikan fasilitas menelpon atau menonton bersama melalui platform streaming yang tentunya memiliki tarif berbeda-beda. Boyfriend Rent menggunakan "talent" yang merupakan sesama RP juga, dan sebagai penyewa pun kita dapat memilih karakter atau face claim siapa yang mau dijadikan "pacar sewaan".

Menurut Joslyn (lagi-lagi bukan nama asli) yang pernah menggunakan jasa pacar sewaan ini mengaku mendapatkan banyak kesenangan. "Gue pernah bayar untuk Rent Boyfriend karena iseng aja dan lumayan sih, bisa nemenin ngobrol setiap hari, nanyain kabar gue sehari-hari, bahkan sempet baper-baperan. Tapi ya balik lagi, emang kerjaan dia harus bikin gue seneng."

Mengulik mengenai keseruan bermain RP di dalam wawancara bersama beberapa orang ini, dapat dikatakan sangat menarik dan pembahasan pun kian tidak ada ujungnya. Namun, ketika saya bertanya mengenai apa yang sebenarnya mereka dapatkan dari bermain RP jawabannya hampir sama, yaitu teman.

"Banyak sih yang bisa gue dapetin, tapi yang jelas ketemu banyak orang baik. Karena menurut gue, nyari temen yang baik kan susah ya, jadi seneng sih bisa ketemu orang-orang baik di RP dari berbagai background dan daerah yang berbeda-beda." kata Miguel (masih bukan nama asli).

Bahkan mereka pun mengaku telah bertemu dan berteman dengan satu sama lain melalui RP selama 8 tahun dan masih sering bermain hingga staycation bersama-sama. Tidak hanya itu saja, bermain RP juga diakui oleh mereka dapat meningkatkan kemampuan writing, terutama dalam bahasa Inggris. Leia dan yang lainnya juga menambahkan, "Main RP bisa ngelatih nulis banget apalagi bahasa Inggris, karena kita join-nya RP English."

Meskipun banyak yang menganggap sebelah mata mengenai kalangan pemain RP, tanpa disangka bermain peran di media sosial dapat memberikan mereka banyak hal, baik itu teman dan kemampuan berbahasa. Sebenarnya, masih banyak hal yang bisa kita kulik lagi lebih dalam mengenai Role Play ini, baik dari segi bagaimana cara bermain hingga kelebihan dan kekurangannya. Namun, garis besar yang dapat kita ambil dari sini adalah bagaimana generasi muda masa kini memiliki caranya masing-masing untuk bersenang-senang, yang tentu sesuai dengan minatnya.

[Gambas:Audio CXO]



(DIP/MEL)