Inspire | Human Stories

Ada Apa dengan Gemini?

Minggu, 13 Mar 2022 16:00 WIB
Ada Apa dengan Gemini?
Jakarta -

Perdebatan mengenai zodiak yang paling tidak disukai selalu jatuh kepada orang-orang yang lahir di bulan Mei dan Juni, lebih tepatnya kepada para Gemini. Banyak yang menganggap bahwa Gemini memiliki traits yang sangat tidak disukai, mulai dari 'bermuka dua', flirty, memiliki banyak kepribadian, dan lain sebagainya. Tidak heran juga apabila Gemini menjadi zodiak yang sangat dijauhi apabila masuk ke dalam ranah percintaan. Apa sebabnya?

Jika dilansir Times of India, orang-orang yang lahir pada tanggal 21 Mei - 21 Juni ini dinilai memiliki kepribadian yang fleksibel, ekstrover, dan dapat membawa suasana yang menyenangkan dimanapun ia berada. Di balik kelebihannya, Gemini juga terkenal mempunyai kelemahannya yaitu ragu atau labil, impulsif, dan 'bermuka dua'. Namun dibandingkan kelebihannya, stereotip masyarakat mengenai orang-orang yang mengaku memiliki zodiak Gemini lebih melekat pada nilai-nilai tidak baiknya saja. Padahal, setiap zodiak juga memiliki kekurangannya masing-masing, tetapi orang-orang tidak terlalu menyoroti hal tersebut seperti saat mereka melihat Gemini. Hal ini tentunya dianggap sangat tidak adil bagi para Gemini.

Untuk memberikan point of view dari pihak yang bersangkutan, saya mewawancarai beberapa teman saya yang merupakan seorang Gemini mengenai anggapannya atas stereotype Gemini di lingkup sosial. Menurut Adiba yang merupakan seorang Gemini, ia merasa bahwa ada beberapa hal yang sebenarnya adalah sebuah miskonsepsi tentang zodiaknya.

"Kita selalu diasosiasikan dengan berengsek for having different personality, padahal 'muka dua', menurut gue semua orang juga terkadang begitu on several occasion regardless of their signs," ujarnya. Adiba pun menambahkan bahwa having different personality merupakan hal yang cukup dibutuhkan. "Menurut gue having different personality membuat gue bisa menempatkan diri, kayak misalnya gue benci sama seseorang kan gak mungkin gue nunjukkin kalo gue benci sama dia, gue harus jaga hubungan dan reputasi juga."

Gemini pun juga memiliki sisi ekstrover dan people-oriented, dimana mereka sangat senang apabila harus berkomunikasi dan berhubungan dengan orang banyak. Namun sayangnya, mudahnya mereka untuk bergaul karena sifatnya yang friendly kepada siapapun membuat Gemini sering dianggap flirty.

Perihal Gemini yang flirty juga merupakan stereotip masyarakat akan Gemini yang menurut Jihan salah. "Padahal gue ngga pernah merasa gue flirty, gue emang friendly aja tapi kadang dianggap lebih dan saat mereka baper, kita yang disalahin."

Meskipun setiap sudut pandang orang beda-beda, baik yang berzodiak Gemini ataupun tidak, rasanya memang sangat tidak adil apabila kekurangan zodiak tertentu lebih disorot dibandingkan yang lainnya. Sangat disayangkan apabila orang-orang langsung menjauhi dan tidak mau mengasosiasikan diri dengan Gemini hanya karena stereotip yang beredar mengenai zodiak ini. Padahal mereka belum mengenal lebih jauh kepribadian sesungguhnya dari orang tersebut. Miskonsepsi tentang zodiak terbaik dan terburuk seharusnya tidak dijadikan tolok ukur menilai seseorang, karena baik itu Gemini ataupun zodiak apapun, setiap orang sudah pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, let's stop judging everyone by their zodiac, ya guys.

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/DIR)