Interest | Home

Berkebun di Lahan yang Sempit, Bagaimana Caranya?

Minggu, 28 Aug 2022 16:00 WIB
Berkebun di Lahan yang Sempit, Bagaimana Caranya?
Ilustrasi berkebun Foto: Unsplash
Jakarta -

Memiliki rumah tapak dengan pekarangan atau kebun yang asri adalah sebuah impian yang dimiliki oleh banyak warga perkotaan. Dengan suasana kota yang bising dan dipenuhi polusi, memiliki kebun di rumah adalah salah satu cara untuk mempertahankan ruang hidup yang segar dan sehat. Tak hanya itu, dengan berkebun kita juga bisa menanam buah-buahan dan sayur-mayur untuk dikonsumsi sehari-hari.

Namun, seiring dengan berkurangnya lahan di perkotaan dan meningkatnya harga tanah, kini semakin sulit bagi kita untuk bisa memiliki rumah dengan pekarangan yang luas. Apalagi, sekarang banyak juga warga yang lebih memilih tinggal di rumah susun atau apartemen sehingga pastinya sulit untuk memiliki kebun. Tapi, ternyata ada banyak cara untuk menyiasati keterbatasan lahan ini. Berikut adalah beberapa metode berkebun di lahan sempit yang bisa kalian coba!

.Tabulampot/ Foto: Wikimedia Commons

Tabulampot

Tabulampot alias 'tanaman buah dalam pot' adalah metode yang paling populer digunakan untuk berkebun tanpa adanya lahan. Sebab, kalian hanya perlu menyiapkan bibit, media tanam, dan pot saja untuk bisa menumbuhkan tanaman buah. Pertama-tama kita harus menyiapkan media tanam yaitu tanah, kompos, dan sekam. Lalu untuk wadah atau potnya sendiri bisa menggunakan tanah liat, kayu, logam, atau semen.

Tapi untuk hasil yang paling maksimal, kalian bisa menggunakan pot kayu atau tanah liat, karena dua jenis pot ini memiliki pori-pori sehingga kelembapan dan temperatur media tanam lebih terjaga. Beberapa jenis buah yang bisa ditanam menggunakan pot adalah tomat, jambu biji, cabai, dan jeruk. Jangan lupa letakkan pot di tempat yang terjangkau oleh sinar matahari dan rutin melakukan penyiraman di musim kemarau.

.Kebun Vertikal/ Foto: Wikimedia Commons

Vertikultur (Kebun Vertikal)

Tahukah kalian, kalau bidang vertikal juga bisa dimanfaatkan untuk berkebun? Metode ini dinamakan sebagai vertikultur yaitu teknik berkebun dengan media tanam yang disusun secara bertingkat. Metode vertikultur bisa dilakukan untuk indoor maupun outdoor. Beberapa teknik vertikultur yang lazim digunakan adalah teknik tempel di dinding, teknik gantung, menyusunnya di rak, atau teknik tegak.

Metode vertikultur cukup mudah untuk dilakukan, bahkan kamu bisa memanfaatkan barang bekas seperti pipa paralon sebagai wadah. Tapi kalau tidak ingin repot, kalian juga bisa membeli pot vertikal yang banyak dijual di marketplace. Untuk media tanamnya sendiri sama seperti menanam di pot, yaitu tanah, sekam, dan kompos. Beberapa jenis tanaman yang cocok untuk ditanam menggunakan metode ini adalah kangkung, seledri, sawi, tomat, dan pakcoy.

.Hidroponik/ Foto: Wikimedia Commons

Hidroponik

Seperti namanya, metode hidroponik adalah bercocok tanam dengan menggunakan air sebagai media tanamnya. Cara paling mudah membuat hidroponik adalah dengan menggunakan sistem wick. Pada prinsipnya, hidroponik wick adalah sistem pasif yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Dalam sistem ini, larutan nutrisi dialirkan ke dalam media tumbuh dari wadah nutrisi dengan menggunakan sumbu yaitu jenis bahan yang mudah menyerap air.

Cara membuat hidroponik pun juga sederhana, bahkan kamu bisa memanfaatkan botol plastik bekas sebagai wadahnya. Beberapa media tanam yang cocok digunakan untuk sistem wick adalah rockwool, perlite, vermiculite, batu kerikil, dan sekam bakar. Hidroponik cocok untuk menanam sayur, buah, tanaman obat-obatan, ataupun tanaman hias.

.Aeroponik/ Foto: Wikimedia Commons

Aeroponik

Tak hanya air, udara pun juga bisa dimanfaatkan sebagai media tanam. Pada sistem ini, akar tanaman dibiarkan menggantung di tempat yang terjaga kelembabannya. Sebenarnya, aeroponik tidak jauh berbeda dengan hidroponik karena sama-sama menggunakan air. Bedanya, dalam sistem aeroponik air yang telah diberikan larutan hara disemprotkan ke akar tanaman dalam bentuk kabut.

Untuk memulainya, pertama-tama benih tanaman harus disemai dulu pada rockwool. Kemudian, benih yang telah disemai tersebut ditaruh dalam wadah styrofoam yang tutupnya sudah diberi lubang agar tanaman bisa tumbuh. Kemudian siapkan pompa air di dasar wadah serta alat untuk menyemprot uap (sprinkler). Metode aeroponik cocok untuk menanam sayuran seperti selada, kangkung, basil, dan bayam. Selain itu, bisa juga untuk menanam umbi-umbian seperti kentang, ubi, wortel, dan lobak.

Itu dia berbagai metode berkebun yang bisa kalian gunakan untuk menyiasati lahan yang sempit. Dengan berbagai alternatif cara ini, berkebun pun bisa dilakukan di mana saja. Selamat mencoba!

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)