Interest | Home

Kamarku, Kamar Hewanku

Rabu, 06 Apr 2022 18:00 WIB
Kamarku, Kamar Hewanku
Foto: Pexels
Jakarta -

Sebagai seorang pemilik kucing--yang juga sering disebut 'babu'--banyak hal yang saya alami. Mungkin pengalaman saya ini juga dirasakan hampir sebagian besar para 'babu' di luar sana. Mencintai hewan peliharaan sepenuh hati, memberinya servis tanpa batas, hingga membiarkannya menjadi bagian dari keluarga, mungkin merupakan kewajiban kita yang menyukai kucing.

Setiap hari, ada saja kelakuan kucing yang tidak pernah saya mengerti. Mulai dari menggaruk pintu kamar hingga penuh dengan bekas garukan, mengeong setiap malam mencari saya, sampai kerap mencoba masuk kamar dan menguasainya. Ya, salah satu hal yang tak pernah saya mengerti adalah ia mencoba masuk dan menguasai kamar dengan menaiki tempat tidur saya--tanpa izin.

Sepertinya sudah otomatis bagi si buntalan bulu itu keluar masuk kamar ketika pintu kamar saya buka dan otomatis pula ia naik ke tempat tidur dan merasa nyaman di sana. Tapi ketika diusir bukannya pergi, justru makin tidak tahu diri dengan mencakar tangan saya setiap saya mencoba menggendong dan menurunkannya dari kasur.

Pernah suatu kali, saya tidak membukakan pintu kamar, si kucing justru malah mengeong seakan menangis minta masuk ke kamar. Tapi setelah saya marahi dan beri pengertian bahwa ini bukan tempat ia tidur, ia sepertinya paham dan pergi--tapi sepertinya peringatan itu hanya angin lalu saja untuknya, sebab esok hari kucing gembul itu kembali lagi.

Selidik punya selidik, ternyata kebiasaan menyebalkan-tapi menurut si kucing mungkin menyenangkan--itu berasal dari sifat alami kucing. Kucing sedang menjelajah dan memeriksa di mana kamu berada. Lalu, memastikan semua ruangan lain di rumah aman. Pasalnya, kucing adalah makhluk teritorial. Kamu mungkin pernah melihat kucing liar menandai bangunan atau pohon dengan menggaruk, sementara kucing rumahan melakukan hal serupa di rumah seperti di sofa atau di perabotan berbahan kayu.

Ia mencoba berkeliling, menjelajah apa yang mereka anggap 'miliknya', memastikan bahwa semua ada pada tempatnya, dan tidak ada tanda bahaya yang berarti. Ketika si kucing masuk kamar kita, tidur di tempat tidur, lalu keluar lagi, ia hanya ingin menandakan teritorialnya dan menyatakan bahwa kamu adalah 'miliknya'.

Selain itu, kucing yang memiliki sifat 'trust issue' juga pilih-pilih untuk tidur. Ketika ia masuk ke kamar dan tidur dengan kamu, mereka menandai kamu sebagai makhluk yang lain selain jenisnya yang bisa dipercaya. Selain mempercayai kamu, mereka juga menyukai selimutmu yang memberikan mereka kehangatan ekstra. Itu juga menunjukkan bahwa si kucing mencintai kamu, dan ia tidak suka sendirian.

Adapun yang membuat mereka mempertimbangkan masuk ke kamar kita dan tidur dengan kita adalah karena kita dianggap sebagai pemiliknya, makhluk yang memberinya makan, tempat tinggal, suka dengan suara dan bau kita, membuat mereka merasa aman dan nyaman, serta kita adalah favorit mereka. Terlepas dari sikap yang menyebalkan namun menggemaskan ini, si kucing mungkin hanya ingin kita tahu bahwa mereka juga mencintai kita. Walaupun terkendala bahasa verbal, tapi bahasa tubuhnya dengan masuk kamar dan tidur di atas tempat tidur kita, menyatakan bahwa sebenarnya cinta kita padanya tak bertepuk sebelah tangan.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/MEL)