Insight | General Knowledge

Respon Krisis Pascabanjir Bandang, BSI Berangkatkan 25 Tangki Air Bersih ke Aceh

Kamis, 18 Dec 2025 17:00 WIB
Respon Krisis Pascabanjir Bandang, BSI Berangkatkan 25 Tangki Air Bersih ke Aceh
BSI Berangkatkan 25 Tangki Air Bersih ke Aceh (Foto: Dokumentasi BSI)
Jakarta -

Bank Syariah Indonesia (BSI) mengirimkan 25 tangki air bersih ke wilayah terdampak banjir bandang di Aceh, pada Kamis (18/12/2025). Bantuan ini ditujukan ke dua kawasan yang mengalami kerusakan infrastruktur air paling parah, yakni Aceh Tamiang dan Kuala Simpang.

Banjir bandang yang melanda Aceh sejak 26 November 2025 telah merenggut lebih dari 1.000 nyawa di tiga provinsi Sumatera dan menyebabkan krisis air bersih di wilayah terdampak. Kerusakan infrastruktur, pencemaran sumber air, dan akses distribusi yang terbatas membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan air layak untuk minum, memasak, dan sanitasi.

"Tangki-tangki air tersebut ditempatkan di lokasi yang mengalami keterbatasan akses air bersih pascabencana di Aceh," ujar Anton Sukarna, Direktur Sales & Distribution BSI.

Anton menambahkan, BSI yang saat ini diamanahkan sebagai koordinator bantuan di Aceh terus melakukan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan-pemerintah daerah, institusi, kementerian, dan berbagai pihak-untuk menyalurkan bantuan secara efektif kepada masyarakat.

Hingga pertengahan Desember, BNPB mencatat lebih dari 1.000 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera. Aceh Tamiang tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak terparah, dengan puluhan korban tewas dan ribuan warga mengungsi.

Sebelum pengiriman 25 tangki air ini, BSI bersama BSI Maslahat juga telah menyalurkan 105 ton logistik, mendirikan dapur umum yang memproduksi 2.000 paket makanan per hari, menyediakan akses komunikasi Starlink, mengirim relawan kemanusiaan, serta membuka posko kesehatan di Kuala Simpang.

Dari sisi infrastruktur layanan, BSI turut melaporkan pemulihan layanan secara signifikan. Sebanyak 140 dari 145 kantor cabang BSI di Aceh telah beroperasi normal-mencapai 97 persen dari total jaringan. Layanan ATM juga mulai membaik dengan 715 unit (78 persen) sudah berfungsi, sementara 17.126 agen BSI Laku Pandai (89 persen) dapat diakses kembali.

"Kami terus bekerja keras mengupayakan seluruh channel normal. Mudah-mudahan segera 100 persen pulih agar masyarakat bisa nyaman bertransaksi, terutama kebutuhan uang tunai dan transaksi harian lainnya," kata Anton.

Sementara lain, pengiriman 25 unit tangki air bersih ini berupaya krisis air bersih, yang menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak. Di mana warga terdampak dapat menjadi lebih rentan terserang penyakit seperti diare, gatal-gatal, dan infeksi, akibat sanitasi yang buruk.

Pengiriman tangki air bersih BSI diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit berbasis air, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

(cxo/cxo)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS