Insight | General Knowledge

Jakarta International Velodrome: Gedung Balap Sepeda Kebanggaan Indonesia

Senin, 18 Dec 2023 19:00 WIB
Jakarta International Velodrome: Gedung Balap Sepeda Kebanggaan Indonesia
Jakarta -

Jakarta bukan hanya patut berbangga dengan komplek olahraga di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Sebab pada bagian timur Kota Ibu, Jakarta, terdapat pula sebuah bangunan olahraga yang berdiri megah di bilangan Rawamangun. Adalah Jakarta International Velodrome, sebuah bangunan yang berdiri di lahan seluas 52.000 m2 ini menjadi rumah bagi cabang olahraga sepeda balap sejak 50 tahun silam   tepatnya pada 1973, untuk menyambut gelaran PON ke-VIII di DKI Jakarta.

Beralamat tepat di Jalan Pemuda No.6, Rawamangun, Jakarta Timur, JIV yang menempel dengan kompleks Universitas Negeri Jakarta merupakan satu-satunya velodrome kebanggaan Ibukota, yang menjadi tempat bersejarah bagi cabang olahraga balap sepeda di tanah air dari masa ke masa.

Sejak dipergunakan untuk PON Ke-VIII DKI Jakarta pada tahun pembukaan 1973 lalu, JIV juga terus menjadi pilihan utama ketika terdapat ajang olahraga balap sepeda bergengsi, termasuk saat Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games   terakhir kali tahun 2011. Di samping itu, JIV juga dipugarkan ke wajah yang lebih modern saat Indonesia menyambut ajang Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

Kualitas Prima, Berstandar Dunia

Jakarta International Velodrome merupakan venue popular bagi warga, pelajar, hingga mahasiswa yang berada di sekitaran. Sebab, selain mampu menghelat ajang balap sepeda berstandar dunia, lahannya yang luas dan multiguna juga kerap dimanfaatkan banyak orang sebagai tempat melakukan olahraga atletik maupun olahraga-rekreasional.

Terlebih lagi, setelah dibangun ulang untuk menyambut ajang Asian Games dan Asian Paragames 2018, tampak bangunan yang tadinya terbuka kini memiliki atap solid yang futuristik. Bahkan, JIV saat ini turut dilengkapi dengan segenap fasilitas yang siap penunjang berbagai kebutuhan para pengunjung.

Jika ditelaah lebih dalam, fasilitas JIV sebagai venue olahraga balap sepeda sendiri terbilang berada di kelas wahid. Misalnya, memiliki lintasan kayu murni Siberia Siprus yang berasal dari Rusia, untuk lintasan sepanjang 250 meter, lebar 7 meter, dan tingkat kemiringan 40 derajat, yang diproses khusus di Jerman   sebagai syarat standarisasi keamanan pebalap sepeda trek, yang mampu bertahan hingga 30 tahun lamanya   dengan teknologi mutakhir; kemiringan lintasan kayu sempurna, tanpa penyambungan dan pengamplasan.

Untuk upaya tersebut, JIV berhasil mengantongi sertifikat standar internasional Kategori 1 dari Federasi Balap Sepeda Dunia (Union Cycliste Internasionale/UCI) pada bulan Juni 2018, atau standar tertinggi untuk venue balap sepeda dunia.

Secara lebih umum, proyek JIV sendiri dikerjakan oleh Jakpro (PT Jakarta Propertindo) sebagai kontraktor pelaksana dan pengembang, sedangkan sub-kontraktornya adalah perusahaan asal Inggris. Khusus untuk lintasan, JIV mengandalkan jasa kontraktor asal Jerman, Schuermann Architects, yang menjadi perancang spesialis venue olahraga sepeda balap.

Megah dan Multiguna

Sejak memasang wajah baru pada tahun 2018 lalu, JIV terus mendapat tempat khusus di hati masyarakat. Bahkan, secara langsung atau tidak, kehadirannya turut memantik gairah olahraga sepeda balap di kalangan publik, khususnya ketika masa pandemi menerjang.

Namun demikian, keunggulan JIV yang sangat proper sebagai venue olahraga balap sepeda tidak berhenti di situ saja. Sebab secara ruang, lahannya yang berdiri luas juga mampu menampung berbagai kategori acara yang berlangsung di dalam maupun luar ruangan. Misalnya, selain bisa dimanfaatkan sebagai track balapan sepeda, area dalam gedung JIV juga dapat berubah fungsi untuk menunjang kegiatan olahraga lainnya seperti, voli, bulu tangkis, hingga futsal.

Tidak berhenti di sana, kapasitas atau daya tampung JIV juga bisa dibilang besar. Secara ideal, area indoor dapat menampung sekitar 3500 penonton (2500 kursi dan 1000 kursi cadangan), plus 1500 orang lainnya jika memuat penonton non-seating, atau total kapasitasnya mencapai 5000 orang. Tidak heran jika JIV kerap dimanfaatkan untuk acara non-olahraga, maupun menjadi titik kumpul untuk acara olahraga berskala masif seperti marathon.

Di lain sisi, kecanggihan instalasi audio-visual yang terdapat di JIV juga memungkinkan venue ini untuk dipilih sebagai penghelat acara hiburan akbar seperti konser musik dan sejenisnya. Dan benar saja, terbilang sejak dibuka kembali setelah pandemi, sederet konser musik bergengsi telah berlangsung sukses di area Jakarta International Velodrome.

Pada akhirnya, Jakarta International Velodrome yang telah berganti wajah di usianya yang matang dapat dijuluki sebagai salah satu venue multiguna kesayangan masyarakat. Dengan catatan, JIV merupakan sebuah ruang publik yang inklusif, karena memiliki fasilitas khusus untuk semua kalangan dan dapat diakses dari segala arah dengan mudah. Ya, JIV merupakan venue olahraga masyarakat yang berbasis pada transportasi, atau didukung dengan sistem integrasi moda angkutan mulai dari KRL, TransJakarta, hingga LRT.

Sudah pernah mampir ke Jakarta International Velodrome?

(cxo/DIR)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS