Insight | General Knowledge

Pomodoro, Teknik Jitu Buat Kamu yang Perfeksionis dan Suka Menunda Pekerjaan

Rabu, 22 Nov 2023 17:37 WIB
Pomodoro, Teknik Jitu Buat Kamu yang Perfeksionis dan Suka Menunda Pekerjaan
Jakarta -

Perfeksionis dalam bekerja adalah hal yang wajar, karena siapa pun ingin mendapatkan hasil maksimal dari apa yang sudah dikerjakan. Namun, terlalu menetapkan standar tinggi dan tidak realistis, ujung-ujungnya hanya menunda pekerjaan tersebut untuk rampung,

Nah, orang yang suka melakukan keduanya   perfeksionisme dan menunda   mungkin struggling untuk menyelesaikan satu tugas tertentu. Sehingga, ketika sudah mencapai deadline yang sudah ditentukan, hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi di awal. Inilah yang seringkali membuat seseorang cepat burnout dan stres dalam pekerjaannya.

Buat kamu yang sekarang sedang sulit untuk fokus atau malah terlalu fokus dalam pekerjaanmu, teknik Pomodoro bisa jadi cara agar kamu punya manajemen waktu yang baik dalam menyelesaikan tugasmu.

Kata Ahli soal Pomodoro

Dilansir Well and Good, teknik Pomodoro ditemukan pertama kali oleh konsultan Francesco Cirillo ketika dia menjadi mahasiswa di Luiss Business School di Roma. Metode ini menggunakan pengaturan waktu, bisa dengan alarm atau mungkin pengatur waktu dapur yang biasa digunakan ketika memasak. Gunanya adalah memecah tugas menjadi beberapa bagian pekerjaan terfokus, diselingi dengan istirahat yang singkat.

Ada banyak alasan kenapa metode Pomodoro disukai banyak orang, sebab teknik ini memungkinkan kamu melakukan pekerjaan dengan fokus mendalam sekaligus mencegah kelelahan mental yang sering terjadi saat mengerjakan tugas yang menuntut kognitif.

Selain itu, ini juga bisa mencegah gangguan yang merupakan ancaman produktivitas seseorang misalnya seperti notifikasi perangkat, media sosial, obrolan ringan, atau bahkan gangguan yang datang dari otak kita sendiri. Bagi seorang perfeksionis, gangguan ini mungkin mencakup pesan mental yang tidak membantu dan kritik pada diri sendiri karena kesalahan yang telah lalu.

Menurut psikolog Dr. Peggy Loo, metode Pomodoro mungkin berguna bagi orang-orang yang berasal dari 'tempat perfeksionis', sebuah tempat yang penuh dengan orang-orang dengan standar tidak realistis atau kecenderungan terhadap keinginan untuk menjadi sempurna, bukan individu.

Jadi teknik ini, sangat ideal bagi siapa pun yang ingin mendapatkan manfaat dari produktivitas terfokus dalam jangka waktu lama, termasuk mereka yang mempunyai sifat suka menunda-nunda karena perfeksionisme, termasuk pada hal-hal kecil yang berujung pada rasa takut kalau hasil pekerjaan tidak sesuai dengan ekspektasi.

Metode Pomodoro bisa mengatasi rasa takut dengan membagi tugas menjadi beberapa langkah, sehingga kemungkinan besar akan menghasilkan pencapaian kecil. Walaupun banyak orang yang mungkin menganggap pencapaian kecil ini sebagai sesuatu tidak penting, tetapi ini bisa memberikan pengaruh positif terhadap rasa kerja mandiri, kebahagiaan, dan produktivitas seseorang seperti halnya pencapaian besar.

Selain itu, jeda yang dimasukkan ke dalam struktur metode juga bisa mengurangi kelelahan, sebab biasanya orang yang terlalu fokus atau perfeksionis pasti akan terjebak selama berjam-jam dan tidak menyadari waktu paling efektifnya. Istirahat yang sistematis akan berdampak lebih besar pada konsentrasi, motivasi, dan suasana hati.

Cara Melakukannya

Metode dasarnya melibatkan pengatur waktu 25 menit untuk bekerja dengan tekun dalam satu tugas, selama interval-yang disebut Pomodoro. Saat pengatur waktunya habis, kamu bisa beristirahat lima menit-dan jika mengerjakan empat Pomodoro, kamu bisa menghadiahi diri sendiri dengan istirahat selama 15-30 menit untuk melakukan peregangan, membuat camilan, atau berjalan-jalan. Coba lakukan tips berikut ini.

1. Sesuaikan metode dengan kebutuhanmu

Struktur metode Pomodoro 25 menit-5 menit tidak realistis bagi kebanyakan individu, kata Alexis Haselberger, seorang pelatih manajemen waktu dan produktivitas. Orang yang mencoba menerapkannya dalam bentuk ideal sebagian besar gagal.

Itulah sebabnya dia mengundang orang untuk menyesuaikannya agar sesuai dengan gaya hidup mereka. Oleh karena itu, dia biasanya merekomendasikan orang untuk mencocokkan Pomodoro dengan rentang perhatian mereka, entah itu berarti menyesuaikan dengan interval 10 menit atau 60 menit.

2. Cobalah pada waktu paling produktifmu

Waktu terbaik untuk melakukan metode ini adalah ketika tingkat energi dan lingkunganmu selaras, kata Anna Dearmon Kornick, pelatih manajemen waktu. Untuk menentukan hal ini, pertama kamu harus mempelajari kronotipe unikmu, yang merupakan istilah ilmiah untuk ritme sirkadian seseorang yang menjadikannya sebagai morning person atau night person.

Kalau kamu mungkin ingin mempertimbangkan untuk melakukan pekerjaan terfokus selama ini. Bekerja di lingkungan yang kondusif bagi produktivitas juga sama pentingnya, dan meskipun sulit mengendalikan lingkungan sekitar, ini bisa membantu menghilangkan gangguan, seperti bekerja di tempat tenang atau memakai headphone peredam bising.

3. Simpan dalam daftar penting

"Untuk melindungi dirimu dari potensi gangguan yang bisa muncul saat kamu berada di waktu bekerja Pomodoro, cobalah membuat apa yang saya sebut 'daftar-daftar hal penting'," kata Kornick. Daftar ini akan memberikanmu 'tempat luas' untuk memasukkan ide-ide acara yang muncul di kepala. Jadi satu, kamu tidak boleh melupakannya; dan kedua kamu tidak tergoda untuk mengejar benda tersebut dan menggagalkan Pomodoromu sepenuhnya.

4. Hindari menggunakan pengatur waktu ponsel, kalau memungkinkan

Kornick merekomendasikan untuk menghindari pengatur waktu ponsel karena metode Pomodoro ini adalah pengatur telepon. Kalau kamu menggunakan pengatur waktu di ponsel, kamu pasti akan mengunjungi Instagram, Twitter, atau media sosial apapun yang merupakan cara banyak orang membuang waktu tanpa disadari.

5. Beristirahatlah dengan serius

Metode Pomodoro tidak akan berhasil kalau kamu tidak istirahat. Istirahat yang dimaksud adalah istirahat kognitif yang sesungguhnya dan yang pasti bukan sekadar istirahat dari pekerjaan untuk melakukan lebih banyak pekerjaan. Kalau kamu tidak menghabiskan waktu istirahat lima menit untuk membaca email atau mengerjakan proyek lain, kamu akan memasuki Pomodoro berikutnya dengan semangat.

Nah itulah teknik Pomodoro yang mungkin bisa menjadi solusi untuk kamu, si perfeksionis tetapi suka menunda-nunda. Dengan melakukan teknik ini, kamu mungkin akan menemukan kapan waktu produktifmu dan kapan kamu bisa bekerja dengan maksimal. Coba yuk!

(DIR/alm)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS