Insight | General Knowledge

Warga Malaysia Berbondong-bondong Borong Air Mineral, Ada Apa?

Selasa, 23 May 2023 15:30 WIB
Warga Malaysia Berbondong-bondong Borong Air Mineral, Ada Apa?
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, media sosial dihebohkan dengan foto-foto warga Malaysia yang melakukan panic buying air mineral di salah satu supermarket. Diketahui mereka merupakan warga Penang dan Kedah, Malaysia.

Dari beberapa video yang ada di media sosial juga, terlihat masyarakat berebut air mineral dan memborongnya dalam jumlah besar. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di sana?

Alasan Warga Malaysia Borong Air Mineral

Dilansir The Star, warga negara bagian di Malaysia tersebut melakukan panic buying lantaran adanya gangguan sistem di sepanjang Sungai Muda. Ini membuat setidaknya satu juta orang Penang dan Kedahan tidak mendapatkan suplai air yang cukup sebab air keran mereka mengering.

Tanpa air dari Sungai Muda, tingkat penampungan air di Pulau Pinang mengalami penurunan. Ketua Menteri Penang Chow Kon Yeow mengimbau kepada penduduk Pulau Pinang untuk menghemat air dan menekankan bahwa Waduk Ayer Itam yang menjadi sumber air sementara hanya bisa memenuhi kebutuhan penduduk setempat selama 120 hari saja.

Sementara itu, Presiden Penang Water Watch, Dr. Chan Ngai Weng mengatakan, ini adalah tanda peringatan bagi penduduk Pulau Pinang. "Penggunaan air per kapita di Pulau Pinang naik di atas 300 liter per hari tahun lalu, yang tertinggi di negara ini. Tarif air harus dinaikkan untuk mengendalikan pemborosan air," ujarnya.

Menyoal gangguan yang menyebabkan gerbang bendungan di Sungai Muda dibuka, Chan mengatakan seharusnya ada peringatan otomatis ketika gerbang bendungan terbuka sendiri karena sensor yang error. Chan mengatakan banyak orang menuding pemerintah Penang dan Penang Water Supply Corporation bersalah atas kejadian tersebut.

"Tidak benar Penang tidak memiliki rencana masa depan untuk ketahanan air. Ada banyak rencana dan pihak berwenang Penang telah berbicara dengan rekan-rekan mereka di Kedah secara damai," katanya.

Waspada Kekeringan Melanda Dunia

Malaysia hanyalah permulaan dari bencana kekeringan di dunia yang perlu diwaspadai. Dilansir Detikcom, NASA mulai mengidentifikasi tanda-tanda awal El Nino dari luar angkasa, setelah salah satu satelitnya melihat air hangat di Samudra Pasifik bergerak ke arah timur menuju pantai barat Amerika Selatan pada Maret dan April.

El Nino sendiri salah satu fenomena cuaca yang dapat mempengaruhi curah hujan pada suatu wilayah. El Nino juga bisa menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem. Dari data satelit Sentinel-6 Michael Freilich yang memantau permukaan laut, menunjukkan gelombang Kelvin bergerak melintasi Pasifik.

Gelombang laut yang panjang tersebut dianggap sebagai pendahulu El Nino ketika mereka terbentuk di ekuator dan memindahkan lapisan atas air yang hangat ke Pasifik Barat.

Pada 11 Mei lalu, perwakilan National Atmospheric and Oceanic Administration (NOAA) mengatakan ada 90 persen kemungkinan El Nino akan melanda tahun ini dan bertahan hingga musim dingin di Belahan Bumi Utara. Menurut prediksi mereka, ada kemungkinan 80 persen akan terjadi setidaknya El Nino sedang, yakni suhu permukaan laut naik 1 derajat Celcius. Sementara ada kemungkinan juga 55 persen El Nino kuat membuat suhu laut naik sekitar 1,5 derajat Celcius.

Ilmuwan proyek di Sentinel-6 Michael Freilich Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, Josh Willis mengatakan, adanya kombinasi El Nino dan suhu lautan yang meningkat bisa membuat suhu di daratan menjadi naik. Jika ini terjadi, dunia harus bersiap menghadapi panas yang ekstrem bahkan kekeringan.

[Gambas:Audio CXO]

(tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS