Insight | General Knowledge

YouTube Indonesia Rilis 'YouTube Impact Report 2022'

Kamis, 08 Dec 2022 10:00 WIB
YouTube Indonesia Rilis 'YouTube Impact Report 2022'
YouTube Impact Report 2022 di Park Hyatt, Jakarta Pusat (Senin, 5/12/2022)/Foto: Istimewa
Jakarta -

YouTube Indonesia baru saja merilis 'YouTube Impact Report' pertama di tanah air. YouTube Impact Report sendiri merupakan paparan atau laporan dampak tahunan yang dihasilkan YouTube, berdasarkan riset yang diselenggarakan oleh Oxford Economics ke 3000+ kreator, 3000+ pengguna dan 500 usaha di Indonesia.

Pada pemaparan YouTube Impact Report, rangkuman kontribusi-kontribusi YouTuber terhadap ekosistem kreatif di sektor ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia dijelaskan secara presisi. Hal ini didasari oleh perkembangan kreator yang berkembang pesat seantero negeri, dengan raga konten yang kaya akan tema-tema budaya di Nusantara. Sebagai platform inklusif yang telah menjadi pilihan utama masyarakat, YouTube ternyata mampu memberikan dampak yang luar biasa luas.

Instalasi YouTube Impact Report di Park Hyatt, Jakarta Pusat (Senin, 5/12/2022)Instalasi YouTube Impact Report di Park Hyatt, Jakarta Pusat (Senin, 5/12/2022)/ Foto: Istimewa

Setelah diperkenalkan kepada warga dunia tahun 2005 lalu, YouTube telah mengembangkan sayapnya di Indonesia, sedari tahun 2012 silam. Vice president YouTube APAC, Gautam Anand menuturkan, "Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah peningkatan kreator paling pesat di dunia. Setidaknya dari tahun 2021 sampai Juni kemarin, jumlah kreator yang memperoleh Silver Button (100rb+ subscriber) naik 45%," pada acara YouTube Impact Report, Senin (5/12).

"YouTube sendiri berkomitmen untuk mendukung komunitas kreator sebaik mungkin, seperti membantu kreator mengembangkan kanalnya, dengan konten-konten yang berkualitas," tambah Anand. Tak heran jika pada hari ini, banyak sektor kehidupan di Indonesia yang kian berkembang, oleh karena ekosistem kreatif yang tumbuh seiring pembergunaan YouTube di kalangan masyarakat, yang pada akhirnya memberikan dampak signifikan pada sektor penting di tanah air seperti ekonomi-sosial-budaya.

YouTube sebagai platform pencipta peluang dan kesempatan

YouTube beranjak menjadi kanal kreasi sekaligus pilihan utama masyarakat dalam mendapatkan insight, inspirasi, serta menikmati dan menyalurkan interest masing-masing. Keleluasaan daya jangkau dan manfaat YouTube ini lah yang kemudian menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.

Berdasarkan YouTube Impact Report yang digarap bersama Oxford Economics, ternyata YouTube bukan sekadar platform digital biasa, namun turut memberikan sumbangsih positif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, hingga angka Rp7,5 triliun (pada tahun 2021). Di samping itu, YouTube juga mampu menciptakan lebih dari 200 ribu lapangan pekerjaan (setara purnawaktu) di dalam negeri, sepanjang tahun 2021 kemarin.

YouTube Impact ReportYouTube Impact Report di Park Hyatt, Jakarta Pusat (Senin, 5/12/2022)/Foto: Istimewa

Sebagai salah satu media baru yang paling menonjol, YouTube juga berperan sebagai corong peningkat kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Tercatat, sebanyak 94% pengguna menggunakan YouTube untuk menjaring informasi dan pengetahuan sehari-hari. Bahkan, 76% orang tua meyakini kalau YouTube merupakan wahana yang efektif dalam membantu proses belajar pada anak-anak.

Lebih dari itu, YouTube juga berdampak signifikan pada segi pendapatan para pelakunya; di mana 89% kreator sepakat bahwa YouTube memberikan peluang untuk membuat konten sekaligus mendulang penghasilan—yang tidak bisa dipenuhi oleh media konvensional. Hal ini juga diklaim oleh 63% perusahaan media dan musik, yang memanfaatkan YouTube sebagai sumber pendapatan strategik.

Lahan beragam konten yang inklusif dan berdampak positif

Salah satu kekuatan media baru yang sepenuhnya dapat dikuasai YouTube adalah aktualitas dan inklusivitas. Dalam YouTube Impact Report, disebutkan bahwa sebanyak 72% pengguna, mengandalkan YouTube sebagai portal untuk mengakses informasi ter-update; seperti informasi bulan Ramadan, hype Pemilihan Umum, hingga kabar terkini soal pandemi COVID-19.

Di sisi lainnya, YouTube yang mengusung jargon "Broadcast Yourself" juga memberikan kebebasan konten bagi setiap pengguna yang menyebar di wilayah-wilayah di Indonesia. Hasilnya, beragam variasi konten bisa terwadahi di dalam YouTube, dan—secara langsung atau tidak—berhasil menciptakan inklusivitas di dalam platform, sebagaimana yang diafirmasi oleh 89% pengguna.

Lebih jauh lagi, hal ini berdampak baik bagi mindset kreator, yang 91% di antaranya merasa ingin menghadirkan dampak positif dari konten kepada audiens. Misalnya, kewat konten yang disuguhkan oleh YouTuber seperti MGDALENAF (aktif mengeksplorasi sektor kuliner dan pemberdayaan UMKM); Felicia Putri Tjiasaka (edukator tips keuangan); Putri Tanjung (chief dari CXO Media); hingga sosok-sosok pejabat publik kekinian, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) dan Bima Arya (Walikota Bogor), yang mempergunakan YouTube sebagai kanal dua arah dalam berkomunikasi dengan publik.

YouTube Impact ReportRosiana Silalahi, Susi Pudjiastuti, Bima Arya, Putri Tanjung, dan Ganjar Pranowo di YouTube Impact Report (Senin, 5/12/2022)/Foto: Istimewa

Di titik ini, YouTube direkognisi sebagai platform yang efektif dalam menghantarkan dampak positif, baik untuk kreator itu sendiri ataupun khalayak secara luas. Pun terbukti, sosok muda cemerlang seperti Putri Tanjung sampai Ganjar Pranowo dan Bima Arya, aktif memproduksi konten-konten berbobot, yang bukan mengedepankan impresi melainkan kualitas konten secara menyeluruh.

Hal tersebut juga dilampirkan secara langsung oleh Putri Tanjung, dalam sesi mini talkshow di acara YouTube Impact Report 2022, yang juga dihadiri Susi Pudjiastuti, Ganjar Pranowo, serta Bima Arya, dan dipandu oleh pewarta senior Rosiana Silalahi. "Kita (CXO Media) memilih YouTube karena kita merasa platform ini sangat digemari semua orang, dan YouTube adalah platform yang otentik, karena setiap konten yang baik dan berkualitas sangat didukung di sini," kata Putri Tanjung.

"YouTube juga sangat-sangat efektif dalam menjangkau anak muda (millennial & Gen-Z). Selain itu, yang paling aku senangi dari YouTube adalah daya jangkaunya yang luas, dalam arti bukan hanya bisa dinikmati di kota-kota besar, tapi juga ke kota kecil bahkan secara global. Hal inilah yang akhirnya bisa membuat kita bekerja sama dengan banyak partner atau YouTuber dari luar negeri," jelasnya.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS