Insight | General Knowledge

Rishi Sunak, Pemimpin Person of Color Pertama di Inggris

Rabu, 26 Oct 2022 17:51 WIB
Rishi Sunak, Pemimpin Person of Color Pertama di Inggris
Jakarta -

Baru sebulan menjabat sebagai perdana menteri, posisi Liz Truss resmi akan digantikan oleh Rishi Sunak, salah satu politisi terkaya di Westminster. Pria berusia 42 tahun ini menjadi pemimpin keturunan Asia dan person of color pertama dalam sejarah Inggris yang menduduki posisi perdana menteri. Sunak juga merupakan PM termuda dalam 200 tahun terakhir serta anggota parlemen terkaya saat ini.

Ia mengalahkan politisi sentris Penny Mordaunt, yang gagal mendapatkan dukungan yang cukup dari anggota parlemen untuk memasuki pemungutan suara. Sementara, Boris Johnson memutuskan untuk tidak mencalonkan diri karena merasa tidak dapat menyatukan partai kembali.

Sebelumnya, Sunak pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak Februari 2020 hingga Juli 2022. Langkahnya dalam menyiasati kondisi keuangan Inggris pasca pandemi COVID-19 agar tidak dilanda risiko depresi ekonomi membuatnya menjadi salah satu politisi yang mendapat pujian karena dapat membantu bisnis tetap beroperasi.

Sosok Rishi Sunak

.Rishi Sunak/ Foto: Reuters

Rishi Sunak lahir di Southampton dari orang tua keturunan India Punjabi yang bermigrasi ke Inggris pada tahun 60-an. Ia mengenyam pendidikan di sekolah elit sebelum menginjakkan kaki di jurusan Philosophy, Politics, and Economics (PPE) di Oxford University. Setelah lulus, ia melanjutkan studinya di Stanford University di mana ia bertemu istrinya, Akshata Murty, anak konglomerat dari miliarder India, Narayana Murty yang dicap sebagai "Bill Gates India" karena memiliki perusahaan teknologi yang bernilai Rp702 triliun.

Sunak mulaiĀ memasuki dunia politik pada tahun 2015. Saat itu ia menjadi anggota parlemen yang mewakili daerah pemilihan Richmond di North Yorkshire. Peran pemerintahan pertamanya datang di bawah PM Theresa May, ketika ia menjadi wakil menteri parlemen negara bagian untuk pemerintah daerah.

Setelah posisi May digantikan oleh Boris Johnson, ia menunjuk Sunak sebagai kepala sekretaris Departemen Keuangan. Saat pergantian kabinet di tahun 2020, Sunak pun ditunjuk sebagai Kanselir pengganti Sajid Javid yang mengundurkan diri. Sejak saat itu, Rishi Sunak menjadi politisi paling kuat kedua dalam politik Inggris.

Perdana menteri non-kulit putih pertama dalam sejarah Inggris

.Pangeran Charles dan Rishi Sunak/ Foto: Reuters

Tak disangka-sangka, Inggris membuat keputusan yang cukup mengagetkan; menempatkan anggota dari kelompok minoritas ke sebuah jawatan yang berkuasa, apalagi jika mengingat catatan historis antara Inggris dan India. Sunak sendiri menyampaikan ketidakpercayaannya dalam takjub, "I grew up in the 80s and 90s, and I could not even imagine a non-white prime minister in my lifetime," ucap Sunak. "I always just saw it as a white country and we'd come in as children of immigrants. So, to see a British Indian leader is phenomenal," tambahnya, seperti dilansir dari Reuters.

Kehadiran Sunak dalam kursi kepemimpinan ini disambut hangat oleh politisi dan pejabat kedudukan lainnya, dengan harapan sosoknya dapat merestorasi stabilitas ekonomi dan politik Britania Raya.

[Gambas:Audio CXO]

(HAI/tim)

Author

Hani Indita

NEW RELEASE
CXO SPECIALS