Insight | General Knowledge

Jangan Lengah, Pandemi Masih Ada

Senin, 24 Oct 2022 17:16 WIB
Jangan Lengah, Pandemi Masih Ada
Jakarta -

Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan sejak awal tahun 2020 sudah mengalami berbagai pergolakan. Dimulai dari angka positif yang naik-turun, lalu pemberian vaksin yang menyorot perhatian seluruh masyarakat, hingga munculnya berbagai varian virus ini. Sayangnya, beberapa hari terakhir muncul informasi dari pemerintah bahwa telah muncul subvarian terbaru dari Omicron yang diberi nama XBB. Sebenarnya apa saja gejala dari varian virus ini? Lalu, bagaimana untuk menghadapinya?

Gejala Covid Subvarian Omicron XBB

Dilansir dari CNN Indonesia, XBB dinilai sebagai penyebab utama melonjaknya angka positif Covid-19 di beberapa negara, seperti Bangladesh, Jepang, Denmark, Singapura, Amerika Serikat, Australia, Filipina, Thailand, dan Indonesia. Fakta membuktikan bahwa subvarian ini pertama kali terdeteksi di India pada Agustus ini. Ditambah lagi, masyarakat Singapura juga sedang mengalami serangan XBB dalam beberapa waktu terakhir sesuai pernyataan dari Leong Hoe Nam, ahli penyakit infeksi dari Rophi Clinic.

Melihat kabar tentang subvarian XBB ini, bisa saja memunculkan kekhawatiran sendiri. Namun dari apa yang dipaparkan, gejala awal XBB yang sering dialami pasien, seperti demam, batuk, dan pilek. Gejala yang muncul memang cenderung ringan, sama seperti Omicron yang muncul pada awal tahun 2022 ini. Tapi ingat, virus ini tetaplah bagian dari virus Covid-19 yang dapat menyerang tubuh secara ganas, khususnya bagi penderita komorbid. Kita harus tetap waspada karena sebenarnya, subvarian XBB ini lebih mudah menular dibandingkan subvarian lainnya.

Apa yang Harus Dilakukan?

Melihat bagaimana subvarian XBB mulai muncul di masyarakat, maka kita juga mulai harus waspada. Tapi, bukan berarti harus takut. Sebaiknya lakukan prokes seperti biasa dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer saat beraktivitas. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melengkapi vaksinasi Covid-19 hingga dosis ketiga atau booster. Tidak dapat dimungkiri bahwa pemberian vaksin lengkap mampu menekan tingkat keparahan penyakit saat positif Covid-19. Terakhir, menjaga kondisi tubuh dengan tidur cukup dan minum multivitamin juga jangan sampai dilupakan.

Di luar itu semua, kita sama sekali tidak boleh bodo amat terhadap kondisi pandemi ini. Walaupun aktivitas perkantoran sudah hampir semuanya back to office dan pusat keramaian juga makin penuh setiap weekend, tetap perlu ditanamkan di kepala bahwa pandemi masih ada dan kita tidak boleh lengah.

[Gambas:Audio CXO]

(tim/alm)

Author

Timotius P

NEW RELEASE
CXO SPECIALS