Insight | General Knowledge

Situs Resmi PT LIB Diretas: "RIP SEPAK BOLA INDONESIA"

Senin, 24 Oct 2022 15:42 WIB
Situs Resmi PT LIB Diretas:
Jakarta -

Lika-liku pengusutan Tragedi Kanjuruhan yang belum juga menemui titik terang, berbuah pembajakan digital pada laman resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB). Peretasan situs ligaindonesiabaru.com tersebut terjadi pada hari Minggu (23/10/2022) malam.

Selama diretas, tampilan depan website PT LIB tampak dipenuhi background berwarna hitam, dengan menyertakan sejumlah pesan tertulis. Salah satunya, "RIP SEPAK BOLA INDONESIA." Hacker yang bertanggung jawab di balik pembajakan ini juga mencantumkan identitas samaran mereka. Tertulis, "4LMo5TH3V!L ft. Black_X12 - Hidden Ghost Team".

Tak hanya itu, pada pembajakan situs penyelenggara Liga Indonesia, ditemukan pula sebuah pesan yang mengungkapkan kekecewaan terhadap Tragedi Kanjuruhan, dengan memanfaatkan huruf caps lock. "YAELAH MENDING BUBARIN AJA. APARATNYA GA NGERTIIN, SUPPORTERNYA NORAK, BELAIN TIM BOLA KAYA BELA AGAMA SAMA NEGARA AJA BLOK!"

Seperti yang kita ketahui, proses pengusutan Tragedi Kanjuruhan memang berjalan berputar-putar, dengan sejumlah aksi lempar batu sembunyi tangan dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab penuh. Kendati FIFA, selaku federasi sepak bola dunia telah turun tangan, tragedi kelam yang terjadi pada awal bulan Oktober tersebut belum juga memunculkan kejelasan.

Kendati demikian, menurut pantauan terakhir (Senin (24/10) pukul 09.10 WIB), situs https://ligaindonesiabaru.com/ telah bisa diakses kembali secara normal.

Bukan Pertama Kali

Terlepas dari peretasan yang dialami situs PT LIB, hari Minggu (23/10) malam kemarin, pembajakan siber pada laman sejenis   akibat polemik di sepak bola nasional   memang telah beberapa kali terjadi.

Sebelumnya, situs PSSI lah yang menjadi sasaran empuk para hacker, usai Tim Garuda tumbang dari Thailand di leg pertama Final Piala AFF 2020 dengan skor 0-4. Saat itu, para peretas mengkritisi langkah narsis Iwan Bule, yang seakan mencuri panggung dari kiprah Timnas di Piala AFF Singapura, dengan masuk ke ruang ganti pemain dan merilis poster dukungan yang berfokus pada gambar dirinya sendiri.

.Situs PSSI saat diretas, usai Timnas Indonesia kalah di Leg 1 Final Piala AFF (www.pssi.org)/ Foto: CNN Indonesia

Sementara lain, kasus peretasan web milik operator Liga Indonesia juga pernah terjadi beberapa masa silam, tepatnya saat QNB League 2015 dihentikan karena intervensi pemerintah. Peristiwa itu juga disebut sebagai respon kekecewaan para pecinta 'si kulit bundar' tanah air, setelah kelanjutan Sepak Bola Nasional berhenti di tengah jalan, dan berimbas pada sanksi berat dari FIFA.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS