Insight | General Knowledge

Busting Myths: Angka 13

Rabu, 10 Aug 2022 20:00 WIB
Busting Myths: Angka 13
Jakarta -

Sudah menjadi suatu hal yang umum bahwa angka 13 selalu dikaitkan dengan hal-hal yang buruk, bahkan dapat dikatakan sebagai sebuah angka kesialan yang harus dihindari. Tidak heran lagi apabila berbagai gedung-tidak hanya di Indonesia   menghilangkan angka 13 dari deretan nomor lantai dan menggantinya menjadi 12A atau dilompati begitu saja menjadi lantai 14. Misteri mengenai angka 13 ini memang sudah menjadi suatu pengetahuan dasar. Namun, apakah kamu mengetahui asal muasal dari angka 13 yang dinarasikan menjadi sebuah angka sial?

Pasalnya, para matematikawan dan ahli angka menganggap bahwa angka 12 adalah angka sempurna. Sehingga, bangsa Sumeria kuno mengembangkan sistem angka menggunakan angka 12 yang masih kita pakai sampai sekarang, contohnya adalah 12 bulan dalam setahun dan 12 jam dalam setengah hari. Banyak yang berpendapat bahwa dengan kesempurnaan angka 12 ini, mereka menemukan angka 13 sebagai angka yang aneh dan tidak biasa.

.Ilustrasi lantai 13/ Foto: Freepik

Beralih ke sisi sejarah, angka 13 juga selalu dikaitkan dengan hal yang tidak baik dan simbol pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Yesus Kristus. Berdasarkan sejarah, Yudas Iskariot merupakan tamu ke-13 yang datang ke perjamuan yang dilakukan Yesus bersama para murid. Di dalam Alkitab, dikisahkan bahwa Yesus memang sudah mengetahui bahwa Ia akan dikhianati oleh salah satu murid-Nya. Sejarah ini pun mendatangkan keyakinan mengenai buruknya angka 13 kepada bangsa Eropa, mereka pun kerap menganggap bahwa angka 13 sangat erat kaitannya dengan pengkhianatan, kebohongan, kesedihan, bahkan penderitaan.

Tidak hanya itu saja, banyak pula berbagai kejadian buruk dalam sejarah yang selalu berkaitan dengan angka ini. Salah satunya adalah the Apollo 13 yang merupakan sebuah misi untuk mendarat di bulan. Peluncuran Apollo 13 ini direncanakan untuk berangkat pada tanggal 11 April 1970. Namun sayangnya, pada tanggal 13 April 1970 terjadi ledakan pada tangki oksigen yang membuat Apollo 13 haru membatalkan misinya ke bulan dan kembali lagi ke bumi pada tanggal 17 April 1970. Pada saat itu, banyak orang yang memiliki prasangka bahwa misi ini memang akan batal karena angka 13 pada nama misinya.

.Ilustrasi angka 13/ Foto: Unsplash

Rentetan sejarah dan peristiwa yang bersangkutan dengan angka 13 ini membuat banyak orang memiliki ketakutan tersendiri dengan angka tersebut. Bahkan, terdapat sebuah ketakutan ekstrem atau fobia terhadap angka 13 yang dinamakan triskaidekaphobia, layaknya yang dijelaskan di National Geographic. Parahnya lagi, penderita fobia ini mewariskan rasa takutnya kepada keturunan dan orang-orang di sekitarnya sehingga mereka pun juga memiliki kepercayaan bahwa angka 13 merupakan angka yang tidak baik dan dapat membawa kesialan.

Namun, dalam penelitian berjudul "Females do not have more injury road accidents on Friday the 13th" yang ditulis oleh Igor Radun dan Heikki Summala pada tahun 2004 membuktikan bahwa tidak ada bukti yang konsisten untuk orang-orang mengalami lebih banyak kecelakaan lalu lintas pada tanggal 13, berdasarkan statistik kematian atau kecelakaan di jalan. Igor Radun pun menambahkan bahwa tidak ada angka keberuntungan atau angka sial karena kepercayaan ini hanya ada di kepala kita    atau di kepala orang-orang sekitar kita   dan angka tersebut mungkin menjadi beruntung atau tidak beruntung hanya jika kita mempercayainya seperti demikian. Meskipun demikian, layaknya mitos apa pun, tidak peduli seberapa irasionalnya itu, beberapa orang masih akan memilih untuk mempercayainya.

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/DIR)