Insight | General Knowledge

British F1 GP: Terima Kasih, Halo!

Selasa, 05 Jul 2022 16:00 WIB
British F1 GP: Terima Kasih, Halo!
Jakarta -

Lanjutan balap jet darat di British Grand Prix 2022, rampung digelar pada Minggu (3/7) kemarin. Kendati pembalap "underdog" asal Ferrari, Carlos Sainz kembali berhasil menguasai podium, sorotan dunia justru tertuju pada perangkat keselamatan 'Halo', yang sukses menyelamatkan dua nyawa pembalap, pada dua insiden kecelakaan berbeda.

Perangkat keselamatan yang menyerupai sandal jepit tersebut memang pernah menjadi sorotan kontroversial sejak diperkenalkan pada 2016/2017 silam. Namun semenjak resmi dipergunakan pada musim balap 2018, 'Halo' terus menuai pujian dan disebut sebagai salah satu temuan paling penting dalam sejarah F1. Kali ini, tuah perlindungan 'Halo' dirasakan oleh Zhou Guanyu, pembalap Alfa Romeo asal China yang mengalami kecelakaan mengerikan di putaran pertama F1 Silverstone. Zhou dan mobilnya terpelanting hebat di atas aspal sebelum akhirnya menerjang tembok pembatas tribun di ujung tikungan pertama dengan keras.

.Insiden Zhou Guanyu/ Foto: Biography2me.org

Insiden horor yang membuat balapan dihentikan sementara tersebut merupakan buntut dari adegan senggolan antara pembalap Mercedes, George Russell dan Pierre Gasly dari Alpa Tauri sesaat setelah bendera start berkibar. Pasca insiden, Zhou sendiri langsung dilarikan ke pusat medis dan segera menyapa para penggemar lewat cuitan di Twitter beberapa saat kemudian. "I'm ok, all clear. Halo saved me today. Thanks everyone for your kind messages!" tulis Zhou Guanyu.

Serupa tapi tak sama, nasib baik juga dirasakan Roy Nissany dan Dennis Hauger, pembalap Formula 2 yang mengalami insiden horor di Silverstone. Berkat piranti penyelamat 'Halo', kepala Nissany terlindung dari gilasan panas ban mobil Hauger, yang terpelanting ke atas jet milik Nissany pada lap pembuka F2. Hal ini bermula ketika mobil Hauger yang keluar dari track melintasi "sausage kerb" dan mendarat tepat di atas mobil milik Nissany. Dari tayangan ulang, kejadian yang bisa berakhir buruk tersebut justru mengundang decak kagum, di mana piranti 'Halo' berhasil melindungi para pembalap dengan sangat baik.

Setelah kecelakaan antara Nissany dan Hauger, jurnalis F1 Chris Medland men-tweet: "Halo benar-benar menyelamatkan nyawa Nissany. 100 persen." Sementara komentator kondang F1, Tom Gaymor menuliskan, "Syukurlah untuk Halo, benar-benar penyelamat lagi."

.Teknologi Halo yang menyelamatkan para pembalap F1/ Foto: Mark Sutton- Sutton Images

'Halo' Sandal Jepit Penyelamat Para Pembalap

Piranti penyelamat 'Halo' merupakan sebuah struktur titanium yang berfungsi sebagai material pelindung pembalap saat terjadi kecelakaan. Melalui tiang penopang berbobot 9 kilogram, 'Halo' yang berada tepat di depan dudukan pembalap berfungsi sebagai pencegah hantaman langsung bagi pembalap itu sendiri.

Semenjak diterapkan pada F1, F2, F3 dan IndyCar pada 2018 lalu, teknologi ini juga diharapkan dapat meminimalisir risiko fatal benturan bagi pembalap-khususnya setelah peristiwa horor yang menimpa Jules Bianchi 2014 silam. Piranti 'Halo' terbuat dari titanium tingkat lima yang dapat mengatasi beban maksimal hingga 1.200 kilogram. Pada masa pengembangannya, FIA menyebut bahwa 'Halo' mencoba mereduksi tiga skenario crash. Yakni, tabrakan dua kendaraan; benturan kendaraan dengan lingkungan sekitar; dan tabrakan kendaraan dengan puing-puing.

.Halo yang sempat dicemooh oleh para pembalap karena bentuknya. / Foto: Wikimedia Commons

Walau ditujukan untuk alasan keamanan yang fundamental, 'Halo' sendiri sempat dicemooh oleh para pelaku, simpatisan, hingga legenda F1 sebagai pengurang esensi balapan. Teknologi ini juga kian kontroversial, karena membatasi aksi jet darat dalam berakselerasi sewaktu hujan. Terlepas dari perdebatan dan kontroversi yang ditimbulkan, 'Halo' sendiri telah membuktikan kebermanfaatannya pada berbagai kesempatan. Sebut saja pada tabrakan antara Leclerc dan Alonso di GP Belgia 2018; insiden mengerikan Romain Grosjean di Bahrain 2020; goresan Verstappen kepada Lewis Hamilton di GP Italy 2021; hingga dua kengerian teranyar yang baru kita saksikan di Silverstone.

Secara perlahan, 'Halo' menampakkan efektivitasnya sebagai pelindung para pembalap dari insiden yang dapat merenggut nyawa. Sebab sebagaimana yang kita sadari, tiada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa yang melayang. Romain Grosjean sendiri, sebagai salah satu pembalap yang pernah menolak dan diselamatkan 'Halo' sempat memuji piranti pelindung ini usai kecelakaan maut yang menimpanya di Grand Prix Bahrain 2020. "Saya tidak mau ada halo beberapa tahun yang lalu, tapi saya pikir itu hal terbaik yang diciptakan di F1 saat ini, dan tanpa itu saya tidak akan dapat berbicara dengan anda hari ini," ujar Grosjean.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)