Insight | General Knowledge

Beli Bensin Pakai Aplikasi, Solusi Jitu?

Senin, 04 Jul 2022 20:00 WIB
Beli Bensin Pakai Aplikasi, Solusi Jitu?
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) baru saja menetapkan kebijakan subsidi BBM melalui aplikasi MyPertamina. Tujuan diterapkannya kebijakan ini adalah supaya penjualan BBM bersubsidi tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan. Pengguna diharuskan untuk mengunduh aplikasi MyPertamina melalui AppStore atau PlayStore, mendaftar dengan memasukkan data diri, mengaktifkan metode pembayaran menggunakan LinkAja, menekan tombol "Bayar", scan kode QR yang tertera di mesin EDC, dan tekan "Bayar" jika jumlah liter dan harga yang ditampilkan sudah sesuai.

Serangkaian langkah tersebut memang terasa mudah, apalagi bagi yang hidup di perkotaan dan dekat dengan teknologi dalam kesehariannya. Namun, hal ini dapat menjadi tantangan yang cukup sulit bagi sebagian orang, khususnya kelompok masyarakat yang disasar. Belum lagi aplikasi buatan pemerintahan dan BUMN yang kerap memiliki reputasi buruk.

Di AppStore maupun PlayStore, aplikasi MyPertamina mendapatkan rating yang rendah. Salah satu ulasan di antaranya, "Untuk membuka aplikasi ini membutuhkan waktu yang sangat lama, padahal kuota internet baru terisi dan aplikasi lain bisa berjalan cepat. Sudah coba di rumah dengan menggunakan WiFi tetap sama saja lama, lambat dan ada notifikasi 'waktu anda sudah habis'." Proses yang seharusnya memberikan kemudahan kepada penggunanya malah jadi menyulitkan.

Isu ini jadi membuat saya bertanya-tanya, apakah ini memang solusi yang jitu?

Mengintip dari negara tetangga, Malaysia, dikenal sebagai negara dengan harga BBM terendah di Asia Tenggara, dan hal tersebut merupakan bagian dari program subsidi yang diterapkan Pemerintah Malaysia pada masyarakatnya. Bentuk subsidi yang diterapkan adalah dengan memberikan harga yang lebih terjangkau pada produk yang lebih berkualitas. Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Soerjaningsih, juga sempat menjelaskan alasan lebih murahnya harga BBM di Malaysia dibandingkan Indonesia dikarenakan Malaysia memberlakukan kebijakan Automatic Pricing Mechanism (APM). Hal ini bertujuan untuk menstabilkan harga bensin dan solar hingga titik tertentu melalui pemberlakuan pajak pengeluaran dan subsidi dalam jumlah yang variatif yang kemudian juga mempengaruhi perubahan harga eceran.

Penerapan kebijakan subsidi memang tidak mudah. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Yang utama adalah kemudahan bagi masyarakat dan tepat sasaran agar tidak disalahgunakan. Kita juga tidak bisa sembarangan mengadopsi kebijakan yang digunakan oleh pemerintah Malaysia karena ada perbedaan faktor dan variabel. Namun, penerapan dengan menggunakan aplikasi MyPertamina juga tidak tampak seperti solusi yang jitu. Terlepas dari itu, ketepatan sasaran pengguna MyPertamina harus terus dikawal agar dapat membuktikan efikasi atas solusi ini. Selain itu, aplikasi ini juga harus terus disempurnakan agar dapat menjadi sustainable dan tidak menjadi solusi sekali pakai.

[Gambas:Audio CXO]



(HAL/DIR)

Author

Handoko Lun