Insight | General Knowledge

Nuansa Tanah Air di 'Documenta Fifteen' Jerman

Rabu, 22 Jun 2022 15:14 WIB
Nuansa Tanah Air di 'Documenta Fifteen' Jerman
Foto: Documentafifteen/Instagram
Jakarta -

Kelompok kasidah asal Semarang, Nasida Ria menarik perhatian masyarakat setelah tampil mempesona pada panggung pembukaan hajat seni kontemporer, Documenta Fifteen yang berlangsung di Kassel, Jerman pada Sabtu (18/06/2022) lalu.

Grup kasidah modern legendaris tersebut pun sukses memeriahkan minggu pembukaan Documenta Fifteen bersama lagu-lagu mereka yang populer, seperti 'Kota Santri', 'Perdamaian', 'Dunia dalam Berita', 'Bila Bom Nuklir Diledakkan', dan lainnya.

Di samping itu, pentas Nasida Ria di Kassel kemarin ternyata bukan kali pertama mereka bertandang ke Jerman. Sebelumnya, grup yang eksis sejak tahun 1975 tersebut pernah pula tampil di Berlin, tepatnya pada festival Die Darten des Islam tahun 1994, dan Festival Heimatklange pada tahun 1996.

Sementara pada panggung Documenta Fifteen kemarin, Nasida Ria juga ditemani beberapa musisi Tanah Air, seperti Oomleo Berkaraoke dan Gaber Modus Operandi. Tampilnya nama-nama barusan juga disebut sebagai pencapaian yang membanggakan, karena Documenta Fifteen, merupakan pameran seni kontemporer dunia yang sangat bergengsi.

Seniman Indonesia Buka "Lumbung" di Jerman

Selain memperdengarkan musik karya musisi Tanah Air, para talenta seni Indonesia juga terlibat aktif dalam penciptaan pameran seni 'Documenta Fifteen' tahun 2022, yang didalangi langsung oleh sebuah kolektif seni asal Jakarta, ruangrupa.

Pada gelaran documenta yang ke-15 ini, ruangrupa ditunjuk oleh Komite Seleksi Internasional Dewan Pengawas documenta sebagai direktur artistik documenta15, karena kapabilitas dan pengalaman mereka dalam mengkolaborasikan komunitas seni bersamaan dengan pelaku kreatif lain di lintas bidang.

Setelah ditunjuk sebagai tim kuratorial, ruangrupa merumuskan konsep berjudul "lumbung", yang diharap dapat menghimpun dan menyuarakan isu solidaritas serta pengelolaan sumber daya untuk keberlanjutan kesejahteraan bersama. Berdasarkan nilai dan tujuan yang dicakup "lumbung", terpilihlah anggota lumbung dari Indonesia untuk documenta15, yakni Jatiwangi art Factory dan Gudskul, serta seniman Agus Nur Amal PMTH dan Taring Padi.

Di samping itu, Warpopski, warung makan asal Tebet racikan seniman grafis Indonesia, The Popo juga terlihat beredar di sekitaran 'documenta fifteen', Kassel. Berdasarkan unggahan @warpopski di Instagram, warung makan dengan jargon "warung hancur karena bon" tersebut sempat melapak di Fridericianum dan mejeng di Britto Kitchen, dengan menyajikan menu andalan "Bang Hakiem" dan para juru masak, sembari menjajakan ragam minuman sachet lokal.

Bertandangnya seniman-seniman ulung Tanah Air ke Jerman tersebut, rasanya pantas untuk diapresiasi masyarakat Indonesia. Sebab, berpartisipasi di ajang pameran seni kontemporer dunia sekelas Documenta adalah sesuatu yang sangat amat membanggakan, dan dapat membawa perkembangan bagi skena dan komunitas seni dalam negeri.

Kita pun patut "angkat topi" kepada ruangrupa, yang sukses merealisasikan konsep "lumbung" dan "Dari dan Untuk Kassel" pada 'documenta fifteen' kali ini. Di samping itu, peran ruangrupa sebagai kuratorial utama 'documenta' juga menjadi suatu sejarah bagi dunia seni kita, karena ruangrupa adalah wakil Indonesia-juga Asia-pertama yang ditunjuk sebagai direktur artistik ajang sekelas Documenta. Berlangsung sejak tahun 1955, 'documenta' yang ke-15 ini akan berlangsung dari tanggal 18 Juni 2022 hingga 25 September 2022 nanti, dan dapat dikunjungi pada lebih dari 30 venue yang menyebar di kota Kassel, Jerman.

[Gambas:Audio CXO]



(RIA/HAL)