Insight | General Knowledge

Staff's Picks: Buku Masa Kecil Kami

Senin, 25 Apr 2022 14:00 WIB
Staff's Picks: Buku Masa Kecil Kami
Jakarta -

Kami masih ingat, bagaimana rasanya dicekoki tumpukan buku-buku oleh para orang tua yang mulai sibuk dengan handphone polyphonic mereka. Dahulu, mereka selalu bilang, "rajin baca nak, biar jadi orang hebat." Atau, "Ayo rajin membaca! Buku itu jendela dunia!" Sewaktu kami kecil, rasanya nasihat-nasihat barusan hanyalah sebatas angin lalu. Sebab, apa serunya membaca buku dibandingkan dengan bermain layang-layang; bertukar kertas-kertas file; atau menonton kartun kesayangan?

Meski demikian, tuntutan-tuntutan membaca yang dahulu terasa menyebalkan itu sebenarnya cukup memberi pengaruh baik bagi kami. Beranjak dari rentetan tuntutan dan paksaan, akhirnya kami   mau tidak mau   mulai membaca. Dari sana, imajinasi kami kian berkembang; kami pun mulai cerdik menciptakan narasi-narasi di keseharian, hingga perlahan-lahan mulai mengetahui bahwa ada hal-hal aneh yang terjadi di berbagai belahan bumi. Atau paling tidak, dengan membaca, kami bisa terlihat seperti anak cerdas sehingga tidak lagi kena 'semprot' para orang tua.

Terlepas dari segala keterpaksaan dan cerita-cerita konyol soal proses membaca yang alot sewaktu kecil, nyatanya kami memiliki jalinan romansa dengan buku-buku dari masa indah yang lalu. Oleh karena itu, agar tidak lekas terkubur dalam memori kami yang semakin hari semakin singkat, sekaligus menyambut momen perayaan Hari Buku Sedunia, berikut kami sampaikan beberapa buku yang membekas di hati dan ingatan tim CXO Media sewaktu kecil   yang entah bagaimana caranya, sanggup menyisakan kenangan menyenangkan tanpa ada keterpaksaan.

Iyas Lawrence - Editor in Chief: Einstein: His Life and Universe oleh Walter Isaacson

.Einstein: His Life and Universe/ Foto: Good Reads


Mungkin ini akan terdengar sotoy, namun memang faktanya ada tradisi yang berlangsung di keluarga saya ketika pergantian usia. Saat berumur genap hadiahnya adalah sebuah buku, sedangkan ketika berumur ganjil saya dihadiahkan sebotol anggur Port dari Ayah saya. Budaya ini dimulai ketika saya berusia 10 tahun. Buku Pertama yang saya terima adalah biografi dari seorang fisikawan bernama Einstein. Meski sejujurnya, hingga hari ini baru saya baca hingga bab 3.

Melodya Lukita - Editor: Komik Natane oleh Mitsuru Adachi

.Natane/ Foto: Good Reads


Komik yang terdiri dari 11 volume ini menceritakan tentang 7 shogun bersaudara dari ibu yang berbeda yang memiliki keahlian masing-masing. Bersetting di planet lain di masa depan namun nampak seperti zaman Edo, mereka memutuskan untuk berkelana mengunjungi kampung halaman masing-masing yang tentunya penuh rintangan. Dari komik yang gue baca berulang-ulang kali ini, gue belajar banyak tentang moral kompas dan toleransi dalam kompleksnya hubungan keluarga sedari dini. Apa mungkin karena komik ini ya gue suka disebut dewasa sebelum saatnya? (emoji mikir)


Handoko Lun - Editor: Doraemon Petualangan 9 oleh Fujiko Fujio

.Doraemon/ Foto: Good Reads


Komik ini lebih dari soal Doraemon, Nobita dan kawan-kawan yang minggat dan berpetualangan secara ajaib ke zaman purba. Buat gue, buku ini adalah bentuk kasih sayang dari nyokap. Ini buku pertama gue dari beliau, yang nggak ada embel-embel ilmu pengetahuan. Love u, Doraemon. Love U, Mama.

Haiza Putti - Graphic Designer: Melangkah dengan Bismillah oleh Wikan Satriati

.Melangkah dengan Bismillah/ Foto: Good Reads


Buat anak kelas 1 SD, waktu itu aku ngerasa ini buku berhasil membawa pikiran dangkalku berkelana jauh ke angkasa. Dari seorang anak kecil yang serba tidak tahu apa-apa, menjadi anak serba sok tahu apa-apa: merasa lebih tenang, sadar tujuan, dan berkemauan. Bismillah lah pokoknya.

Taca & Taco - Socmed Specialist & GD: Seri Sastra 5 Sekawan oleh Enid Blyton

.5 Sekawan/ Foto: Good Reads


Taca: 5 sekawan itu buku wajib setiap ke toko buku. Buat aku, membaca kisah detektif ala mereka bikin aku kayak lebih pinter aja waktu itu.
Taco: Buku ini direkomendasiin sama Ibu, yang waktu itu pergi ke Pasar Senen buat beli banyak buku. Gue suka banget perjalanan misterius Kirrin Bersaudara bersama Timmy si Anjing yang seru di setiap serinya.

Dian Rosalina - Editor: Komik Tintin dan Picaros oleh Herge

.Tintin/ Foto: Good Reads


Serial komik Tintin adalah bacaan pertama cukup berkesan bagi saya. Buku ini pertama kali dikenalkan oleh Tante saya yang juga penggemar Tintin. Kisah seorang wartawan yang berkelana bersama anjing putihnya mengungkap kasus-kasus kriminal berbalut komedi menjadi bacaan yang akan selalu terkenang untuk masa kecil saya. Salah satunya Tintin dan Picaros yang ternyata menjadi buku terakhir dari Hergé. Bahkan hingga hari ini, komik ini masih pas dinikmati.

Rolland Sadira - Sound Editor: Detektif Conan oleh Aoyama Gosho

.Detektif Conan/ Foto: Good Reads


Sebuah komik yang menjadi gateway gue ke genre misteri dan thriller. Conan menyajikan cerita yang cukup ringan di genre misteri dan thriller sehingga cukup mudah dinikmati oleh anak-anak dan remaja, namun juga bisa membuat semua pembaca terkejut di akhir kasus yang dipecahkan sang tokoh utama, Conan.

Salma Caesarli - Social Media Executive: Atlas

.Atlas/ Foto: Good Reads


Berbeda dari masa kecil pada umumnya yang penuh imajinasi, masa kecil saya justru tertarik dengan hal-hal detail tentang dunia dan seisinya. Atlas merupakan buku yang menjawab segala keingintahuan di kepala saya pada saat itu. Bagi saya yang masih menginjak 5 tahun, Atlas cukup mudah untuk dipahami karena 80 persen dari Atlas berisi gambar-gambar menarik yang membuat saya berpikir inilah mengapa buku disebut "Jendela Dunia"

Riz Afrialldi - Writer: Seri Komik Eyeshield 21 oleh Yusuke Murata, Riichiro Inagaki

.Eyeshield21/ Foto: Good Reads


Saya bukanlah seorang pecinta manga dan selalu mengalami kesulitan ketika mencerna kisah pada sebuah komik. Namun lewat karya Yusuke Murata satu ini, saya memiliki kesan tersendiri terhadap komik   dan mungkin menjadi satu-satunya yang saya baca hingga tuntas.

Destya - Graphic Designer: Kisah Hidup Paman Gober oleh Don Rosa

.Paman Gober/ Foto: Good Reads


Sewaktu duduk di bangku SD, saya sangat tertarik dengan buku cerita yang ilustratif. Salah satu yang paling berkesan adalah Buku Seri Kisah Hidup Paman Gober. Dari buku yang dipenuhi cerita seru dan ilustrasi yang jenaka ini, saya mulai tertarik dengan karya-karya grafis.

Hani - Writer: The King of Laziness Nobara oleh Usagino Mimi

.Nobara/ Foto: Good Reads


Seorang gadis yang sangat sempurna di mata teman-temannya, ternyata merupakan ratu pemalas! Komik ini selalu berhasil menghibur hati karena ide-ide out of the box dan lucu dari Nobara untuk melakukan sesuatu dengan trik yang memakan energi paling sedikit. Trik yang Nobara punya dinamain sebagai jurus pemalas, dan semua selalu kocak dan bikin ketawa saking konyolnya. Nobara, si pemalas yang cerdik, mewarnai masa-masa kecilku dengan indah.

Dinar - Writer: Tinker Bell and Friends oleh Kiki Thorpe, Simon & Schuster

.Tinker Bell/ Foto: Good Reads


Menceritakan tentang Tinker Bell yang berpetualang bersama teman-temannya di dunia fairytale, I feel like this book managed to bring me to a place where I never been brought up to. Ditambah lagi dengan latar belakang yang unik dan imajinatif, masa kecil saya sangat berwarna dengan buku-buku seri Tinker Bell ini. Tidak hanya itu, kemampuan bahasa Inggris saya pun juga terlatih dengan buku-buku ini.

[Gambas:Audio CXO]

(MEL/MEL)